Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 65


__ADS_3

Angel mengerang ketika seseorang menyiramkan air ke wajahnya, Dia melihat ke sekelilingnya banyak orang yang berpakaian serba hitam di sana, dan cuma satu orang yang memakai jas yang duduk di sebuah Sofa yang berada tak jauh darinya.


Angel mencoba berontak, tangan dan kakinya terikat di sebuah kursi sehingga Dia tidak bisa melepaskan diri.


"Hei,, lepasin Gue, siapa kalian ? apa salah gue ? teriaknya


"Jangan banyak tanya lo,, inilah akibatnya karena lo sudah salah bermain-main dengan bos kita," ujar salah satu dari mereka


"Siapa sih bos kalian, gue gak kenal sama kalian, asal kalian tau ya bokap gue adalah orang kaya, kalian bisa habis kalau dia tau kalau kalian menyekap gue," ujar Angel sombong


Dion yang mendengar penuturan Angel melangkah menghampiri Angel dengan wajah bringasnya.


" Siapa bokap lo yang kaya itu Hah ?" bentak Dion sambil mencengkeram wajah Angel


Angel bergidik ngeri melihat wajah Dion, nyali Angel seketika ciut di hadapannya, tetapi dia masih mencoba menakuti Dion dengan kuasa yang di miliki keluarganya.


" Bokap gue orang kaya nomor 5 di jakarta, dia pemilik perusahaan PT Buana, Kalian pasti takut kan setelah mengetahui mengetahui kehebatan bokap gue," ejeknya


"Ha...ha...ha...," Dion tertawa mendengar ucapan Angel yang membanggakan orang tuanya itu.


"Jadi lo anaknya si Wira dari PT Buana ?" ujar Dion masih tertawa


"Asal lo tau, satu panggilan telpon saja bisa buat perusahaan bokap lo bangkrut sampai ke akar-akarnya," ucap Dion dengan nada mengejeknya


Deggg...


Angel makin merasa takut akan ancaman Dion itu, kalau itu sampai terjadi maka mereka akan jatuh miskin, dia belum siap hidup miskin dan melarat.


"Terus mau lo apa ?" ucap Angel melunak


" Gue gak mau apa-apa, tapi lo tunggu saja sahabat gue yang akan beri pelajaran sendiri sama lo ", ujarnya sambil menuju ke arah sofa dan menghempaskan tubuhnya di sana.


" Siapa dia,apa gue kenal sama dia ?


" Lo tunggu saja, sebentar lagi dia akan datang, dan lo siapkan mental lo menyambut kemarahannya," Dion mulai membaringkan tubuhnya di sana.


Angel makin ngeri mendengar ucapan Dion.


Siapa ya sahabat yang di maksud olehnya, sepertinya gue gak punya masalah sama mereka, apa Inge ya ? tapi gak mungkin, Inge kan lagi gue sekap di gudang tua gak mungkin dia bisa meloloskan diri dari penjagaan ketat anak buah gue,, Batin Angel

__ADS_1


🌹🌹🌹


Inge sekarang sudah berada di Rumah sakit besar yang ada di pusat kota, Dia terbaring lemah di atas brankar di ruangan VVIP dan belum sadarkan diri.


Mika yang terlihat lelah tertidur di atas sofa yang berada di sana sedangkan Elang sudah pulang dari tadi. Devan masih setia berada di samping Inge, Dia masih menunggu Dokter yang akan memberitahukan hasil pemeriksaan Inge yang masih di pelajari oleh mereka.


Devan sangat ingin segera memberi pelajaran terhadap Angel, tapi dia harus tau dulu keadaan Inge baru dia bisa tenang.


Dari arah Pintu terlihat Dokter masuk dengan hasil pemeriksaan di tangannya, Devan langsung menghampirinya.


"Gimana Dok hasilnya ? tanya Devan tak sabaran


"Ada sedikit gumpalan darah di area usus besar yang menyumbat metabolisme di tubuh Inge, itu yang menyebabkan keadan inge lemah, itu bisa di sebabkan oleh benturan atau pun pukulan yang sangat kencang di area perutnya yang menyebabkan pendarahan di ususnya," jelas Dokter itu


"Terus gimana dengan gumpalan darah itu Dok, apa perlu di lakukan operasi ?


" Dalam kasus ini tidak perlu tindakan operasi, kita bisa memberi obat saja agar gumpalan darah tersebut mencair," ujarnya


"terus kenapa sampai sekarang Inge belum juga sadar Dok ?" tanya Devan khawatir kalau ada penyebab lainnya.


"Sepertinya Nona Inge Tidak makan apapun selama seharian dan kondisi fisik pasien memang masih belum sembuh benar dari luka kecelakaan yang pernah di alaminya, dan saat pemeriksaan tadi sudah ada tanda-tanda kalau pasien akan sadar, tapi kami memberikan suntikan obat tidur agar pasien istirahat total supaya proses pemulihan tenaganya berjalan cepat ," jelas dokter itu


Devan menghela nafasnya, Dia merasa lega mendengar ucapan Dokter itu, dia tidak merasa khawatir lagi meninggalkan Inge bersama Mika.


Dokter sudah keluar dari ruangan itu, Devan mencoba membangunkan Inge karena dia akan pergi ke tempat penyekapan Angel.


"Heh,, bangun lo," ujarnya


Mika yang memang kalau lagi tidur susah di bangunin hanya mengeliat saja, Devan merasa kesal di buatnya, akhirnya dia punya ide untuk menelpon Dion, sebelumnya dia mengirim pesan singkat ke Dion.


"Hallo Bro, lo kok belum datang sih, gue udah nunggu lo dari tadi," ujar Dion


"Lo baca apa yang gue kirim ke lo ," ujarnya


"Lo ngomong apa sih ?" tanya Dion heran


"Gak usah banyak tanya,, lo baca saja pesan itu dengan keras gue ngerti gak lo," ujarnya kesal


"Oke,, oke " ucapnya sambil membuka pesan yang di kirim Devan.

__ADS_1


Devan menaruh ponselnya di telinga Mika, Dion yang merasa heran apa yang di suruh bos nya itu sangat tidak masuk akal, akan tetapi dia melakukannya juga.


"Sayang bangun,, I love You," ucapnya lantang


"Om ganteng,, I love you to," ucap Mika sambil membuka matanya dan melihat Devan di depannya, Devan segera mamutus sambungan telponnya.


"Om ganteng mana ? kayaknya tadi gue dengar suara dia deh," ujarnya melihat ke sana ke mari mencari pangeran hatinya itu. Devan tersenyum , selain bisa membangunkan Mika yang tidurnya kayak kebo dia juga berhasil mengerjai sahabatnya Dion.


"Lo jaga Inge sebentar, gue mau pergi ada yang perlu gue urus," ujar Devan segera pergi dari sana. Mika hanya mematung mendengar ucapan Devan.


Sementara Dion yang samar-samar tadi mendengar suara Mika sebelum sambungan telpon terputus baru menyadari kalau bos nya itu sudah mengerjainya.


"Dasar Bos gila, bisa -bisanya dia mengerjai gue begitu, awas saja kalau ketemu gue pites juga kepalanya," ujarnya kesal kemudian kembali membaringkan tubuhnya.


Para pengawalnya yang melihat Dion begitu ingin tertawa tapi mereka tidak berani, bisa-bisa mereka yang kena pites sama Dion.


Beberapa saat kemudian Devan sudah sampai di tempat penyekapan Angel. Dia segera masuk ke sana, melihat Devan Datang Angel sumbringah, dia mengira Devan datang untuk menyelamatkannya.


"Devan !!, tolong gue, untung kamu datang, mereka sudah menyulik gue," ucapnya bahagia


Plaaaakkk...


Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Angel, sebenarnya Devan tidak suka memukul wanita, akan tetapi kemarahannya membuat dia tidak bisa menahan dirinya.


Darah segar terlihat di sudut bibir Angel, dia mengerang kesakitan. Dion segera bangun melihat Bos nya itu sudah datang, dia maklum apa yang di lakukan Devan belum ada apa-apanya dengan perlakuan Angel kepada kekasihnya Devan.


"Devan, kenapa lo nampar gue, apa salah gue," ucap Angel lemah


Plaaaakkk...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


miss N😘😘😘


Like ,, Coment dan vote ya..


Rate bintang lima juga ya😁😁😁


makasih🙏🙏🙏love U all ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2