
Aaaaa...
Mika melihat sesuatu yang membuatnya langsung membalikkan badannya lalu keluar dari ruangan itu.
Dion heran mengapa Mika berteriak seperti itu saat melihatnya, dia kemudian melihat kearahnya sendiri, Dion kaget kalau dia sekarang hanya menggunakan Boxernya saja.
Dion Lupa karena asik membaca beberapa file yang ada di meja kerjanya. Tadi sebelum Dion menelpon Mika ada satu insident yang terjadi di sana.
Ipan yang sedang membawakan kopi untuknya terpeleset sehingga menumpahkan kopi yang panas itu ke tubuhnya.
Karena kepanasan Dion pun melepaskan Jas dan kemejanya, karena di celananya juga ketumpahan kopi Dion juga melepaskan celananya. tadi dia menelpon Mika untuk meminta tolong padanya untuk mengambilkan pakaian ganti di rumahnya tapi sebelum Dion menyuruhnya Mika malah mematikan telponnya.
Dion menyuruh Ipan untuk mencuci pakaiannya itu dan menelpon anak buahnya untuk membeli pakaian ganti buatnya.
Tapi sebelum anak buahnya itu datang Mika sudah lebih dulu datang dan masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Wajah Mika bersemu merah mengingat apa yang dia lihat tadi.
"Apa tadi, kenapa Om ganteng sexy sekali kalau lagi begitu, apa yang di lakukannya sampai dia seperti itu didalam ruangannya," guman Mika membayangkan tubuh Atletisnya Dion sambil senyum-senyum sendiri
Tak lama kemudian datang seorang pemuda yang Mika yakin itu adalah anak buahnya Dion, dia membawakan sebuah paper bag di tangannya menuju ke arah ruangan Dion, Mika melihat dia mengetuk pintu ruangan itu dan masuk ke sana.
Mika merasa penasaran sama pemuda tadi, Apa yang di bawanya itu, tapi Mika merasa haus karena terlalu kaget tadi dan dia mengurungkan niatnya untuk kepoin Dion dan pemuda itu dan Dia segera menuju pantri, di sana terlihat Ipan yang sedang mencuci jas dan kemeja serta sebuah celana.
"Ipan ! ngapain lo nyuci di sini, lo buka laundry ya di pantri ?" tanya Mika
" Eh mbak Mika, kapan datangnya ?" bukanya menjawab Ipan malah balik nanya
"Loh malah nanya balik sih, lo belum jawab pertanyaan gue,"
"Ini pakaiannya Pak Dion tadi gak sengaja ketumpahan kopi, jadi aku bantu cuci ,"
" Kok bisa sampai ketumpahan kopi sih ?"
"Tadi waktu aku ngaterin kopi buat Pak Dion gak sengaja aku kepleset dan menumpahkan kopi itu ke tubuhnya Pak Dion, karena kepanasan Pak Dion membuka seluruh pakaiannya dan menyuruh aku mencucinya," jelas Ipan
"Ooo jadi gitu kejadiannya, udah mikir macam-macam saja gue sama dia," guman Mika
__ADS_1
"Apa..mbak Mika ngomong apa tadi ?" tanya Ipan yang samar-samar mendengar gumamannya Mika
"Enggak kok Pan, gue gak ngomong apa-apa kok," ucapnya sambil menuangkan air putih ke gelas dan meminumnya sampai habis.
"Ipan Gue pergi dulu ya, nanti kalau pak Dion nanyain gue kemana bilang aja gue udah pergi," ujarnya, Ipan menganggukkan kepalanya. Mika pun pergi dari sana, saat sampai di Lobby Dia di kejutkan oleh suara ponselnya dan dia segera mengangkatnya.
"Hallo Mika kamu di mana, Aku sudah di cafe nih," ujar Nia yabg dari tadi celingak-celinguk mencari Mika.
"Maaf tadi ada urusan di kantor sebentar, jadi gue balik dulu kekantor, ini juga gue lagi OTW kesana. Lo duduk aja di meja nomor delapan ya mungkin di sana sudah ada makanan yang gue pesen tadi, lo makan aja dulu sambil menunggu gue sampai," ucapnya lalu memutuskan sambungan telponnya.
"Ni anak kebiasaan deh, udah nyerocos panjang lebar langsung matiin telponnya," guman Nia, dia segera menuju ke meja nomor delapan, seperti yang di bilang Mika tadi disana sudah tersaji banyak makanan di atas meja itu. Nia pun segera memakannya karena memang dia sudah lapar.
Tak lama kemudian Mika datang, Karena dia teburu-buru dia menabrak pintu kaca yang transparan cafe itu.
Aduuhh..
Mika mengaduh sambil memegang jidatnya, semua mata memandang kearahnya kemudian terdengarlah tawa pengunjung cafe itu yang kebanyakan adalah mahasisqa kampus X,
Nia yang lagi asik makan melihat ke arah aumber suara dan dia pun ikut tertawa, dia kemudian menghampiri Mika yang terlihat pusing.
"Its oke," ujar Mika
"Heh Nia, itu teman lo..norak amat sih," ucap aalah seorang pengunjung di sana yang kebetulan satu kelas sama Nia di kampus itu, Nia hanya tersenyum tapi tidak dengan Mika. Dia tersinggung dengan ucapan gadis itu.
" Heh lo kurang kerjaan ya, enak saja menghina orang begitu, emang lo pikir lo lebih baik dari gue," ujar Mika lantang
"Ya iyalah dilihat dari sisi manapun gue lebih segalanya dari pada lo, Dasar kampungan," ujar gadis itu.
" Siapa ?" Tanya Mika lantang
"Elo... " jawab gadis tadi
" Maksud gue siapa yang nanya, muek..." ucap Mika memeletkan lidahnya ke arah gadis itu
Semua orang tertawa melihat tingkah Mika, wajah gadis tadi memerah menahan malu akibat ulah Mika dan kemudian dia meninggalkan cafe itu bersama teman-temannya.
"Jangan gitu ah, gak enak loh sama pengunjung lain, ntar kita di usir lagi dari cafe ini karena sudah buat keributan," ucap Nia
__ADS_1
"Abisnya gue kesel, bukannya bantuin malah ngehina gue kayak tadi, tapi bener sih kalau gue itu norak he..he..," ucap Mika cengengesan
"Ya udah, yuk kita duduk," ajak Nia, kemudian Nia kembali ke meja tadi sambil menggandeng Mika yang masih terlihat sempoyongan.
"Wiih.. udah ada makanan aja di meja, ini lo yang pesan ?" tanya Mika langsung menyantap makanan itu.
" Tadi kamu bilang makanan ini kamu yang pesan kan, apa aku salah meja ya," ujar Nia
"Oh iya..ya gue lupa he..he..," ujar Mika yang membuat Nia tertawa.
"Tapi kalau makanan sebanyak ini kayaknya melebihi seratus ribu deh," ujarnya kemudian
" Memangnya kenapa kalau melebihi seratus ribu ?" tanya Nia heran
"Karena gue hanya di traktir seratus ribu saja," ucapnya sambil mengecek dompetnya yang ternyata cuma ada uang dua puluh ribu saja.
"Ini sih cuma cukup buat ongkos gue pulang aja," ucapnya sambil merentangkan uang dua puluh ribuan itu.
"Udah jangan norak ah, sisanya biar aku yang bayar," ucap Nia
"Beneran.., makasih Nia, lo memang calon adik ipar yang baik, Nanti setelah gue Maried sama Om ganteng gue akan traktir apapun yang lo mau," ujarnya.
"Yeay..itu sih sama saja pakai uangnya Kakak aku juga," ujar Nia
" Iya juga ya he..he..,Lo kan tau kalau gue gak punya apa-apa, tapi ada satu yang gue punya dan itu terlalu besar," ujarnya
"Apa itu ?" tanya Nia yang otaknya udah traveling kemana-mana
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
miss N😘😘😘
Kalian mikir apa ayo ...apa sama dengan pikiran Nia,, jawab di coment ya
Dan jangan lupa Like dan Vote nya juga
Makasih🙏🙏🙏Love U All❤❤❤
__ADS_1