Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 67


__ADS_3

Mika Sudah berada di kantor Perdana Corperation, dia sudah duduk manis di meja kerjanya, akan tetapi Dion belum juga datang. seorang OB hendak membersihkan ruangan Dion.


" Permisi mbak Mika, mbak cantik banget hari ini. Tumben hari ini datangnya pagi sekali, kayaknya mbak Mika lagi senang banget ya," ucap OB itu, Mika tersenyum ke arahnya.


" Bisa aja kamu Pan, Siapa sih yang bisa ngalahin kecantikan Mika yang paripurna ini," ucap Mika Narsis sambil menyerahkan sebatang Coklat buat Ipan. Ipan senang sekali memuji Mika setiap paginya, karena selain Mika orangnya Ramah, Mika suka memberikan sesuatu kepadanya setiap habis memuji Mika.


"Makasih ya mbak, mbak memang is the best deh," ucap Ipan segera masuk ke dalam ruangan Dion


Mika sudah beberapa hari kerja sebagai Asisten Dion, akan tetapi dia merasa bingung dengan pekerjaannya itu, karena setiap harinya dia hanya duduk saja di mejanya. Setahunya kalau Asisten itu orang yang di suruh ini itu oleh Atasannya, akan tetapi jangan kan di suruh-suruh masuk keruangannya saja tidak di perbolehkan, Mika sangat ingin merasakan bekerja yang sesungguhnya.


"Gue sebenarnya asisten atau satpam sih," ujarnya bosan dengan rutinitasnya yang seperti itu.


" Gue gak bisa kek gini terus, kalau kek gini terus jangankan bisa menaklukkan hatinya Om ganteng membuat Om ganteng suka sama gue saja gak akan berhasil," gumannya sambil menyusun rencana.


Mika segera masuk ke dalam ruangan Dion dengan membawa kotak bekal yang berisi nasi goreng yang dia bawa untuk bekalnya tadi. Dia menaruh kotak bekal itu di atas meja kerja Dion dan menyelipkan sehelai kertas di bawahnya.


"Biarlah ku korbankan perutku demi cinta ku," ucapnya kemudian keluar dari ruangan itu.


Tak berselang lama Dion sudah datang dan segera masuk ke ruangannya tanpa menoleh sedikit pun kearah Mika, Mika yang sudah tersenyum Manis ke arah Dion seketika memberengut kesal karena Dion tidak melihatnya sedikit pun.


"Apa yang kemaren gue dengar hanya mimpi ya ? kalau Om ganteng panggil gue sayang dan bilang I love you sama gue," gumannya


" Mikaa !!!


Sebuah teriakan menggema dari dalam ruangan Dion, entah ulah apa lagi yang di lakukan Mika, Mika cekikikan dan segera menuju ke dalam ruangan itu.


"Iya Om ganteng," ucapnya


Mika kaget melihat nasi goreng tadi sudah tumpah di lantai dan kotak bekal itu tergeletak di sana. Dia juga melihat Dion menggaruk-garuk badannya dan wajahnya sudah memerah. Mika langsung menghampirinya.


"Om ganteng kenapa ? wajah Om ganteng kenapa merah gini ?" tanya Mika panik


"Lo mau bunuh gue ya ?, lo narok apa ke dalam nasi goreng lo hah," bentak Dion


"Aku gak narok apa-apa kok, cuma beberapa udang kecil saja," ujarnya hendak membersihkan lantai itu.


"Apa !! Lo tau gak kalau gue alergi seefood,, cepat bantu gue ke Rumah sakit," ujarnya

__ADS_1


Mika tidak jadi membersihkan lantai itu, dia segera memapah Dion menuju mobilnya.


ketika keluar dari lift mereka berpas-pasan dengan Vera.


"Pak Dion Kenapa ? Ujar Vera khawatir melihat wajah Dion yang memerah, Dion tidak menjawabnya. Mika terus membawa dion menuju mobilnya, Vera ingin mengikuti mereka tetapi dia di panggil oleh atasannya dia pun mengurungkan niatnya mengikuti mereka.


Sampai di mobil Mika memasukkan dan menidurkan Dion ke jok belakang mobil dan dia langsung duduk di depan. Dion binggung kenapa mobilnya gak Jalan-jalan, Dia mencoba bangun untuk melihat apa yang terjadi.


"Kenapa kamu duduk di situ ?" tanya Dion dengan nada tinggi saat melihat Mika bukan duduk di depan kemudi malah dia duduk di sebelahnya.


"Terus aku duduk di mana ?" tanya Mika Polos, Dion semakin geram di buatnya


"Ya kamu nyetir lah, kamu pikir mobil ini robot bisa jalan sendiri tanpa supir haah.." bentaknya


"Aku gak bisa nyetir he..he.. " ucap Mika cengengesan. Bagai bom atom yang meledak di kepala Dion, Kepalanya mendidih,, ingin sekali Dion membanting Mika saat itu juga, tapi Selain Mika adalah wanita Tenaga Dion tidak mampu melakukan itu. Dion menarik nafas kalu membuangnya pelan untuk menetralisir kemarahannya.


" Terus ngapain lo masih di situ, panggil supir sana," ucap Dion kemudian


Mika Segera turun dan memanggilkan supir , beberapa saat kemudian dia datang dengan seorang security.


" Gue suruh lo manggil Supir bukan security, Bisa mati gue kalau kek gini terus," ucap Dion mulai melemah.


"Kamu bisa nyetir mobil ini gak ?" tanya Dion mengalah.


" Bisa Pak kebetulan saya pernah menyetirnya saat masih jadi supir sebelum bekerja di sini," ucap security tersebut yang umurnya lebih tua dari Dion.


"Ya sudah,, bapak aja yang nyetir dan cepat bawa saya ke rumah sakit," ucapnya


Security itu langsung masuk ke mobil dan duduk di balik kemudi sementara Mika masih benggong di sana, mobil pun belum jalan juga.


"Pak kenapa belum jalan sih ?" tanya Dion yang masih berbaring.


" Si neng nya belum masuk Pak," Dion mendongak melihat Mika masih berdiri di luar mobil.


"Mikaaaa !!!!


🌹🌹🌹

__ADS_1


Kuliah telah selesai, terlihat Elang sedang menunggu Nia di parkiran mobil. Dia sudah janji akan pergi ke rumah sakit bersama Nia.


Nia sudah berjalan menuju kearahnya, dari kejauhan Edo melihat ke arah mereka.


"Heh Bro,, segitunya liatin mereka, sampai matanya mau copot aja, lo cemburu ya," goda Andi yang baru saja tiba di sana


"Udah bro,, kalau cinta di ungkapin aja, nanti kalau sudah di ambil orang baru deh makan hati," tambahnya


"Apaan sih Lo Ndi,, siapa yang liatin mereka sih, dan siapa pula yang cemburu," ujar Edo kesal


"Terus kenapa muka lo ditekuk begitu lihat mereka bersama,"


Andi sangat senang menggoda Edo, Dia tau kalau sahabatnya itu lagi cemburu tingkat tinggi akan tetapi gengsinya terlalu besar untuk mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya.


Melihat Elang dan Nia sudah masuk ke dalam mobil, Edo langsung masuk di balik kemudi mobilnya Andi.


"Andi ! lo jadi ikut gak ?" tanya Edo yang sudah menghidupkan mesin mobil itu.


"Eh kampret,, itu kan mobil gue, kenapa lo yang nyetir," ujar Andi


"Udah,, hari ini biar gue yang nyetir, lo duduk manis aja," ujarnya, Andi pun segera masuk ke dalam mobilnya.


Edo melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi menyusul mobil Elang.


" Edo !!! kalau lo mau mati jangan ngajak-ngajak gue,,," teriak Andi sambil menahan nafas, dia merasa ngeri karena Edo membawa mobilnya ugal-ugalan, Edo tidak menggubris teriakan Andi dia terus menyalip mobil di depannya layaknya pembalap profesional.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


miss N😘😘😘


Gimana... seru kan, pantengin terus ya ceritanya..


Dan jangan lupa dukung novel ini dengan cara


Like,,coment dan Vote ya Readers...


dan tekan tanda ❤ agar cerita ini jadi favorit ya

__ADS_1


makasih🙏🙏🙏 love U all❤❤❤


__ADS_2