Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 36


__ADS_3

Joko tidak tau harus ngomong apa lagi, apa yang di katakan oleh Xindy ada benarnya, siapa sih yang sanggup menahan sakit apabila orang yang kita cintai pergi tanpa ada kabar berita.


"Tapi..


"Sudah lah Om Joko, aku sudah tidak mau tau alasan apapun lagi, aku sudah mengubur dalam-dalam cintaku padanya."


"Rico Amnesia ," teriak Joko


Langkah Xindy terhenti dan kembali berjalan ke arah Joko.


"Om ngomong apa tadi, apa aku gak salah dengar Om?" tanya Xindy


"Iya Xindy, ceritanya panjang, saya di suruh mamanya Rico untuk mencari kamu nak Xindy. saya sudah ke kampung kamu namun kata orang-orang di sana kamu sudah pergi ke Jakarta dan setelah saya mngerahkan seluruh anak buah saya mencari kamu akhirnya saya menemukanmu juga," jelas Joko


"Tapi kenapa Rico bisa Amnesia Om ?


"Kalau kamu mau tau kamu ikut Om sekarang bertemu dengan Mamanya Rico." ajak Joko, Xindy melihat ke arah teman-temannya lalu kembali melihat ke arah Joko.


"Saya mau ikut dengan om kalau teman-teman saya juga ikut." ujar Xindy


"Baiklah kalau begitu, saya akan menelpon anak buah saya untuk membawakan mobil yang lebih legaan buat kalian," ujar Joko lalu mulai menelpon seseorang.


Tak lama kemudian Mobil yang di maksud pun datang, mereka langsung naik ke Dalam mobil itu.


"Waah.. seumur-umur gue baru bisa naik mobil mewah kayak gini, kemaren-kemaren kalau gak Angkot ya naik Bus," ujar Emon


"Norak lo Mon , gue dong pernah naik mobil mewah juga, pakek di hias lagi ," ujar Selamet


"Naik mobil apa lo Met ?" tanya Anjar


"Bajay tujuh belasan,"


"Ha..ha..ha..," tawa mereka pun pecah


"Yang penting kan mewah ada hiasannya," ujar Selamet


"Met...Met..ada ada aja lo,"


Xindy tersenyum melihat teman-temannya sangat senang karena bisa naik mobil semewah itu.


"Kita selfie dulu yuk, nanti kita kasih pamerin sama si Tedi, walaupun kita gak dapat kerjaan kita masih bisa naik mobil ini.Ayo Bos Cantik kita Selfie," ajak Radit


"Kalian saja," ujar Xindy , mereka pun Selfie dengan bermacam-macam gaya, norak sih tapi itu menjadi satu kebahagiaan bagi mereka.


"Bos Cantik, kalau boleh kami tau Rico yang Om-om tadi maksud pacarnya Bos Cantik ya ?" tanya Radit

__ADS_1


"Kalau iya pasti dia tajir melintir dong, anak buahnya saja punya mobil mewah kayak gini apa lagi Bos nya bisa kalian bayangin aja sendiri," ujar Anjar.


"Bos Cantik kalau boleh nanti mintain kerjaan ya buat kita sama Pacarnya, siapa tau rejeki," ujar Emon


"Lo tu ya Mon, di kasih hati minta Jantung lo, sudah syukur di kasih naik mobil ini malah minta lebih lo ," ujar Anjar


"Tapi kalau kita di kasih kerjaan lo mau juga kan ?"


"Ya..mau lah, masak rejeki di tolak sih he..he..," ucap Anjar cengengesan


Mobil itu berhenti di sebuah Restorant yang tidak asing bagi mereka.


"Eh Gaess ini kan Restorant tadi," ujar Selamet


"Iya..Mati gue , kalau sampai managernya lihat gue di sini bisa berabe ," ujar Xindy


" Lihat Tu Si Tedy Lagi jaga di depan Restorant." ujar Radit.


"Wiih keren sekali dia pakai seragam seperti itu," ucap Emon


Kaca Mobil di ketuk oleh Joko, Xindy mereka pun kaget di buatnya.


"Om ketemuan nya boleh di tempat lain gak ?" tanya Xindy


"Maaf Nak Xindy, Nyonya Inge sudah menunggu kita di dalam," ujar Joko


Tedi yang meilhatnya langsung mengucek-ngucek matanya karena tidak percaya melihat Xindy dan yang lainnya keluar dari mobil mewah itu.


"Loh Bos Cantik kok di sini lagi, pakai mobil mewah lagi,?" tanya Tedi


"Jangan banyak tanya lo kerja aja yang bener," ujar Xindy lalu masuk ke dalam Restorant itu.


Mereka di tuntun oleh Joko ke sebuah Privat Room yang di dalamnya ada seorang Wanita paruh baya yang masih sangat cantik duduk dengan Elegant di atas Sofa yang ada di sana.


"Nyoya Inge, Non Xindy sudah ada di sini," ujar Joko.


"Joko..saya sudah bilang jangan panggil saya seperti itu," ujar Inge


"Maaf Mbak,"


Inge bangun dari duduknya lalu memeluk Xindy, Xindy kaget dan mematung melihat reaksi Inge yang langsung memeluknya itu.


"Maaf tante..," ucap Xindy


"Jangan panggil tante, panggil Mama ," ujar Inge

__ADS_1


"Maaf Tante, saya tidak bisa. saya tidak mengenal Tante mana mungkin saya memanggil Tante dengan sebutan Mama ," ucap Xindy yang membuat Inge melepaskan pelukannya dan tersenyum padanya.


"Ayo kita duduk dulu sayang," ajak Inge.Xindy hanya mengikuti nya saja.


"Xindy Permata Indah, Kamu adalah permata di hatinya Anak Tante Zain ," ujar Inge


"Maksud tante apa ?, aku gak kenal sama Zain Tante." ujar Xindy


"Maksud Mbak Inge Rico Xindy, nama panjangnya adalah Zain Erico Perdana," ujar Joko


"Jadi Tante beneran Mamanya Rico ?" tanya Xindy gak percaya


"Iya sayang, kamu pasti gak percaya kan Seorang siswa SMA yang berprofesi sebagai tukang Ojek Online Mamanya cantik seperti saya ," ucap Inge Narsis


"Kamu jangan kaget melihat saya ya Sayang, saya memang seperti ini adanya, kalau saya lihat kamu saya jadi Inget saya sewaktu muda dulu," ujar Inge.


"Maaf Tante, saya ingin tau apa yang sebenarnya terjadi sama Rico dan kenapa dia meninggalkan saya tanpa ada kabar berita," tanya Xindy To the Point.


"Panjang ceritanya ," Ucap Inge


"Bisa di perpendek gak Tante, kita-kita udah laper nih," ujar Emon yang membuat Yang lainnya menoyor kepalanya.


"Yeay..lo ya Mon, makanan aja yang lo pikirin," ujar Radit.


"Eh Kalian siapanya Xindy, kok ngikut ke sini?" tanya Inge yang baru menyadari ada orang lain selain Dia , Xindy dan Joko di sana karena terlalu senang dengan adanya Xindy di sana.


"Kita anak Buahnya Bos Cantik Tante," ujar Selamet


"Anak buah ?" tanya Inge


"Mereka teman-temannya Xindy Tante," ujar Xindy


"Ooo jadi kalian teman-temannya Xindy ya, Joko kamu bawa mereka buat makan di luar, saya mau bicara empat mata dengan Xindy," suruh Inge


"Baik Mbak,"


"Oh ya Tante..Teman kita ada satu lagi di luar bekerja sebagai Satpam di Restorant ini, apa boleh kita ajak dia makan bareng," tanya Radit yang memang setia kawan itu.


"Boleh..Joko ajak temannya sekalian ya ,"


"Baik Mbak, saya permisi dulu."


Mereka kemudian keluar dari Privat Room itu lalu menuju ke sebuah meja yang sudah tersaji banyak makanan di sana.


"Waah banyak banget makanannya, Om ini buat kita semua ?" tanya Emon

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2