
"Serah Lu deh, gue mau ke kantin dulu, lo mau ikut gak ?
"Heh Unta ngapain lo ke kantin kan belum Jam Istirahat," ujar Gatot
"Gue laper nih, lo temenin gue yuk Jamblang nanti gue traktir ,"
"Beneran nih, kalau gitu dengan senang hati," ucap Gatot sambil merangkul Juki
"Lepasin gue, bau ketek lu bikin gue mau pingsan tau gak," ujar Juki
"Masak sih, wangi gini lo bilang bau, penciuman lo kali yang bermasalah ,"
"Lo cium aja sendiri, gue gak tahan ,"
Gatot mengangkat keteknya lalu menciumnya, tiba-tiba wajahnya berubah dan ..
Uweek...uweekkk...
Gatot mau muntah mencium bau keteknya sendiri.
"Gila ni bau, bau siapa sih yang nempel di ketek gue ?" ujar Gatot yang membuat semua tertawa.
"Itu memang Asli punya lu dodol, lu gak mandi ya tadi pagi ?" tanya Juki
"Iya sih, gue buru-buru soalnya he..he.." ucapnya cengengesan.
"Bentar gue ambilin parfum gue dulu di tas ,"
"Emangnya lo bawa ?
"Iya buat jaga-jaga aja," ujar Juki lalu menuju ke arah Bangkunya dan mengambil dua botol parfum beda aroma.
"Ini lu semprot saja ini dulu," suruh Juki
"Wiiih lo itu jualan parfum ya Juk, banyak amat botolnya," ujar Rico
"Gue bawa dua karena gue pakainya sesuai Mood gue, kalau mood lagi baik gue pakai yang putih kalau mood Gue lagi jelek gue pakai yang biru biar agak tenang," jelas Juki
"Kalau mood lo biasa saja pasti lo pakai yang hitam deh," ujar Rico
"Bisa jadi sih, tapi gue belum punya yang warnanya hitam, nanti deh gue belinya.Nih Tot lu pilih saja yang mana yang lu suka." ujar Juki
"Lo baek banget sih Juk, makasih ya..!"Ucap Gatot lalu memilih parfum yang warnanya putih
__ADS_1
"Biasa aja kali, dari dulu gue emang baek tau, lu aja yang gak nyadar, tapi ngomobg-ngomong lu memilih parfum yang tepat deh Tot," ucap Juki
"Maksudnya ?
"Lu kan hitem Tot, siapa tau setelah pakai parfum yang warna putih kulit lo jadi ikutan putih ha..ha.."ujar Juki
"Lo itu ngasih parfum hanya untuk ngeledek gue ya,"
"Gue hanya bercanda kok, lu ngambekan aja kayak cewek lagi dapet saja lu Tot, udah pakai saja parfumnya biar bau ketek lo hilang,"
Gatot pun menyemprotkan parfumnya sampai beberapa kali di tubuhnya sehingga wanginya menyeruak di seluruh ruangan itu.Setelah menyemprotkan parfum di tubuhnya mereka berdua hendak pergi ke kantin namun rencana mereka tidak jadi karena Guru sudah memasuki kelas itu.
"Lah gak jadi deh ke kantinnya, malah perut gue laper banget lagi," ucap Juki
"Ini gue ada Roti, lo makan aja dulu," ucap Gatot
"Ternyata lu baek juga ya Tot,"
"Baru nyadar lo ?"
Pelajaran pun kembali di mulai dan mereka mengikutinya dengan penuh semangat.
Xindy sudah kembali dari ruangan Bidari, wajahnya sedikit berubah, Rico melihat perubahan dari wajah Xindy itu.Rasa penasarannya membuat Rico mengirimkan sebuah Chat untuk Xindy.
Xindy melihat kalau Rico menyuruhnya untuk ke toilet, dia menunggu di sana.Xindy pun mengacungkan tangannya .
"Saya pamit ke Toilet sebentar ya pak,"
"Silahkan Xindy," ujar pak Guru.
Xindy pun akhirnya pergi ke toilet sesuai permintaan Rico, Xindy berjalan menuju ke Arah Toilet tapi saat hampir sampai di sana tangannya di tarik oleh seseorang.
Xindy hampir saya memelintir tangan itu tapi sebuah suara menghentikannya.
"Ini aku...sayang.." ucap Rico.Xindy melepaskan tangan Rico dan berjalan menjauhinya.
"Sayang...kamu kenapa sih, aku lihat sejak kamu kembali dari ruangan Bu Bidari wajah kamu berubah sayang," tanya Rico
Xindy menoleh dan menatap lekat ke arah Rico, Xindy mendekat ke arah Rico lalu memegang kedua lengan Rico
"Rico..kamu harus jawab yang jujur sama aku, apa ada yang kamu sembunyikan dari aku tentang identitas kamu ?
"Maksud kamu apa sayang ?" tanya Rico
__ADS_1
"Kamu jawab saja Ric, apa ada yang kamu rahasiain dari aku ?" tanya Xindy
"Kamu ini ngomong apa sih Sayang, kenapa kamu berpikiran begitu sih ?"
"Tadi Bu Bidari bilang ke aku, kamu itu gak seperti yang aku kenal sekarang, kamu adalah orang yang berbeda seperti kelihatannya, aku gak tau maksudnya apa makanya aku nanya sama kamu Ric, tolong jawab yang jujur," ujar Xindy.
Sialan si Bidari, ternyata dia mau cari masalah sama gue,, Batin Rico
"A..aku...
Sebelum Rico menjawabnya suara Telponnya menghentikannya.
"Sebentar ya..aku angkat telpon dulu," ujar Rico.
Rico menjauhi Xindy lalu mengangkat telpon dari Joko.
"Hallo Zain, bu Inge..Bu Inge...
"Ada apa dengan Mama Om ?
"Bu Inge kecelakaan di Surabaya bersama Leo, sekarang Bu Inge sudah di rumah sakit di Jakarta, Kamu segera kembali ke Jakarta Zain," ucap Joko
"Apa...
"Ma..mama..kecelakaan Om..Om pesankan tiket pesawat sekarang juga buat aku, aku akan segera pulang.
Rico berlari tanpa menoleh ke arah Xindy, perasaan campur aduknya membuatnya melupakan Xindy dan hand phonenya kang Rohman yang ada di tas nya.
Rico segera menuju ke Parkiran dan melajukan motornya menuju bandara dengan seragam SMA nya.
Sebelum sampai di Bandara dia singgah di sebuah toko pakaian untuk membeli satu setel pakaian untuknya agar tidak menjadi pusat perhatian di Bandara kalau dia masih memakai baju seragam sekolah.
Pikiran Zain sekarang hanya di penuhi oleh Mamanya sampai-sampai dia melupakan Xindy yang dia tinggalkan di sekolah.
Sementara Xindy masih menunggu Rico di tempat tadi, Karena Rico terlalu lama dia akhirnya menyusul Rico dan yang membuat dia kaget adalah Rico ternyata sudah tidak ada di sana, Xindy mencari-carinya ke mana-mana sehingga air mata menetes di pipinya, namun dia berpikir positif, dia menelpon nomornya Kang Rohman yang ada di Rico tapi telponnya tidak di angkat.
"Rico..kemana sih kamu kenapa telpon aku gak di angkat sih," ucap Xindy yang makin khawatir takut terjadi apa-apa sama Rico.
Xindy bergegas menuju ke kelas tapi dia tidak melihat Rico di sana. Bintang , Juki dan Gatot binggung melihat wajah Xindy yang terlihat gelisah dan terlihat sedih itu, mereka mau menanyakannya ke Xindy namun masih ada Guru di dalam kelas itu, mereka pun menahannya sampai Guru itu keluar dari kelasnya.
Bel Istirahat sudah berbunyi, pak Guru sudah keluar dari kelas itu.Xindy bergegas keluar dari kelas itu dan kembali ke tempat tadi dia ketemuan dengan Rico
Xindy terduduk lemas di sebuah tiang yang berada di sana sambil memeluk kakinya dan menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Bintang dan Juki juga Gatot yang tadi mengejarnya melihat kalau Xindy sedang menangis di depan toilet, mereka pun menghampirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...