Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 76


__ADS_3

Sambungan telpon pun terputus, Devan segera menelpon body guardnya.


"Hallo,, kalian ikuti kemanapun Inge pergi dan pastikan dia pulang dalam keadaan baik-baik saja. Kalian hanya memantau dia dari jauh, jangan sampai Inge tau kalau kalian mengikutinya." titahnya kemudian memutuskan sambungan telponnya.


Inge dan mama Nita sudah siap hendak berangkat ke Mall dengan di antar oleh supir pribadi mama Nita.


Saat sampai di mall, tiba-tiba tas mama Nita di jambret.


Jambreettt....


Nita reflek berteriak saat tasnya di bawa kabur sama jambret itu.


Inge segera mengejar Jambret itu, ketika para Body guard hendak menolongnya ada seorang pemuda yang sudah menangkap jambret itu dan ketika pemuda hendak menghajarnya , drngan sigap jambret itu melepaskan dirunya dari cengkeraman pemuda itu dan Akhirnya jambret itu berhasil melarikan diri.


Inge sudah sampai di depan pemuda tersebut, dia langsung menghajarnya tanpa ampun. tidak ada perlawanan dari pemuda itu, dia hanya menghindari beberapa pukulan yang mengarah ke wajahnya.


" Aduh si neng ini gimana sih,,bukan pemuda itu jambretnya neng, tapi jabretnya sudah kabur, kasian kan si mas nya," ucap seorang ibu-ibu yang dari tadi berada di sana. Seketika Inge bethenti memukul pemuda itu.


"Jadi bukan dia jambretnya ?" tanya Sinta


"Bukan neng,, tadi jambretnya melarikan diri ke arah sana setelah pemuda ini mengambil tasnya," jrlas ibu-ibu itu, Inge merasa tidak enak sama pemuda tersebut.


Mati gue, tetnyata gue salah orang, kira-kira pemuda itu marah gak ya ? malah gue mukulnya kencang banget lagi,, Batin Inge


"Sory..sory, gue salah orang, Lo gak apa-apa kan ?" tanya Inge sambil membolak-balikkan tubuh pemuda tersebut. Senyum terbit di wajah pemuda itu.


"Aduuh.." pemuda itu mengaduh ketika tangan Inge memegang lengan atasnya.


"Kamu kenapa meringis gitu ?" tanya Inge khawatir


"Lengan gue sakit," ucap pemuda itu sambil memegang lengannya. Inge langsung menyingkap lengan baju pemuda itu, ternyata di lengan pemuda itu ada sedikit memar akibat pukulannya tadi.


"Kok bisa gini ya,, padahal tadi gue mukulnya gak kencang-kencang amat," ujarnya


Gila nih cewek, tenaganya luar biasa. Dia mukulnya gak kencang aja bisa kek gini, gimana kencangnya ya,, Batin pemuda itu.


Nita sudah berhasil mengikuti mereka, dia terlihat ngos-ngosan.


"Sayang..kamu gak apa-apa kan ?, kenapa kamu tadi ngejar jambret itu sih ?" tanya Nita membolak-balikan tubuh Inge.


"Kamu kenapa maksain sih sayang, kan kamu belum sembuh benar, mama gak apa-apa kok kehilangan tas itu asalkan kamu tidak kenapa-kenapa," ujarnya lagi. Inge terharu mendengar ucapan Nita, dia berhambur kepelukan Nita.


Heemm..


Suara deheman pemuda itu menyadarkan mereka kalau bukan hanya mereka yang ada di sana.Mereka lalu menoleh kearahnya.


"Mama, inge gak apa-apa kok. Tapi dia yang terluka," ucap Inge sambil menunjuk le arah pemuda itu.

__ADS_1


"Siapa dia sayang ?


"Maaf tante,, ini tas tante," ucap pemuda itu, Nita mengernyitkan keningnya.


"Dia tadi yang menangkap jambretnya," ujar Inge ketika melihat Nita bingung.


"Makasih ya nak sudah menolong kami, terus jambretnya kemana ?" tanya Nita


"Tadi saya kecolongan tante, jadi jambretnya kabur deh," ucap pemuda itu sambil garuk-garuk tengkuknya.


"Gak apa-apa nak, asalkan kamu gak apa-apa," ucap Nita yang membuat Inge cengengesan.


"Tapi dia terluka ma,, tadi Inge gak sengaja mukul dia," ujar Inge


Whaat..gak sengaja dia bilang, bukannya tadi dia memang mukul gue tanpa ampun ya,, Batin Pemuda itu.


"Mana lukanya ?, ini sih harus segera di obati, ayo nak kami bawa ke klinik," ajak Nita setelah melihat memar di lengan pemuda itu.


"Gak Apa-apa kok Tante, nanti juga sembuh sendiri," ucapnya


"Gak apa-apa gimana ?" memar gitu kok, kalau di biarin nanti akan berasa sakitnya," ucap Inge


"Maafin anak tante ya nak, dia memang kalau lagi mukul suka gak bisa berhenti," ucap Nita


"Dont worry tante, saya juga gak apa-apa kok,"


"Kalau itu sih saya mau tante, kebetulan saya juga belum makan nih," ucap Pemuda itu semangat.


"Oh ya Nak, nama kamu siapa ?, masak dari tadi kita ngobrol kita belum kenal sih," tanya Nita.


"Saya Alvian tante, biasa di panggil Alvi," ujarnya sambil mengulurkan tangan ya


"Saya Nita dan ini anak saya Inge," ujar Nita memperkenalkan diri dan Inge kepada Alvian


"Cantik ya tante anaknya," canda Alvi


"Jangan macam-macam loh nak Alvi , inge sudah ada pawangnya," ucap Nita memelototkan matanya, Inge hanya tersenyum melihat mama pacarnya itu.


Ternyata bukan hanya kak Devan yang posesif, tapi mama Nita juga ,,Batin Inge.


"Bercanda kok tante, jadi gak nih di traktirnya," ujar Alvi


"Jadi dong,, ya kan ma ?" ucap Inge, Nita menganngukkan kepalanya. Mereka pun akhirnya masuk ke salah satu restorant yang ada di dalam Mall itu.


"Kalian mau pesan apa ?" tanya Nita


"Nasi goreng seafood," ucap mereka barengan

__ADS_1


"Kok kompak banget sih kalian ?" ucap Nita


"Mungkin jodoh tante," ujar Alvi


"Alvi...!


"Canda kok tan, he..he..


Akhirnya mereka memesan tiga porsi nasi goreng Seafood dan tiga gelas lemon tea.


Setelah pesanan datang, mereka segera menyantap Nasi goreng tersebut. Inge terlihat sangat lahap memakannya, karena memang sudah lama tidak makan nasi goreng, sewaktu sakit Devan tidak membolehkan dia makan yang pedas-pedas.


Acara makan-makan pun sudah selesai, Alvi pamit hendak pergi.


"Tante..Inge..aku pergi dulu ya karena saya ingin melamar pekerjaan," ujarnya


"Kamu lagi cari kerja Nak, kalau boleh tau kamu lulusan Apa ?" tanya Nita


"Kebetulan saya lulusan S2 jurusan Pendidikan tante, dan saya ke Jakarta rencananya hendak melamar sebagai dosen di salah satu universitas yang ada di sini." ujar Alvi


"Kebetulan sekali kalau begitu, gimana kalau kamu ngelamar di Kampus XX, nanti saya bilang sama suami saya agar merekomendasikan kamu mengajar di sana," ujar Nita.


"Gak usah tante,, nanti ngerepotin lagi,"


"Gak ngerepotin kok nak, kamu kan sudah menolong tante, sekarang saatnya tante membalasnya,"


"Ya sudah deh kalau tante maksa, kalau begitu Alvi pamit dulu ya tante,Inge sampai ketemu lagi," ucapnya sambil tersenyum ke arah Nita dan Inge.


Alvi kemudian pergi dari sana, setelah sampai di mobilnya dia mengirim pesan singkat kepada seseorang.


"Target sudah masuk perangkap," Begitulah isi chatnya.


Nita Dan Inge kemudian kembali menuju ke tujuan awalnya mereka ke Mall. Nita membawa Inge ke sebuah toko perhiasan.


"Mama kok kita ke sini sih ?" tanya Inge binggung.


"Iya dong,, mama kan mau beliin kamu perhiasan yang ada di sini," jawab Nita


" Udah kamu jangan Protes , pilih aja yang kamu suka," ucap Nita menarik tangan Inge masuk ke dalan toko tetsebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


miss N😘😘😘


Like...Coment dan Vote ya


Rate bintang lima juga dong 😁😁😁

__ADS_1


Makasih🙏🙏🙏Love U ❤❤❤


__ADS_2