
"Kalau aku jadi Kodok, berarti pangeran Kodok dong ma ," ujar Zain yang membuat Inge semakin kesal
"Iya pangeran Kodok, dan kamu Xindy jangan mau lagi sama Zain karena sudah berubah jadi Kodok ," ujar Inge
"Yach Mama enggak asik ah, Xindy di bawa-bawa."
"Biarin , Mama kesal sama kamu Zain, Mama marah nih ya ," ujar Inge pura-pura ngambek.
"Tuh kan Mas, Mama jadi marah deh, Rayu dong Mamanya agar tidak marah lagi ,"suruh Xindy
"Enggak mau sayang, paling itu akting Mama doang biar aku mendekat dan mama bisa menjewer aku lagi ," ujar Zain
"Gak boleh gitu Dong mas Sama Orang tua, kalau sudah salah ya minta maaf dong," ujar Xindy
"Iya..iya..Mama sayang Zain Minta maaf ya , Zain gak akan begitu lagi deh ," ujar Zain tapi tiba-tiba Zain mengaduh kesakitan.
"Kena kamu," ucap Inge sambil menjewer kuping Zain
"Aduuh...Ma sakit, tu kan sayang, mama aku ini turunan kepiting sukanya Nyapit telinga aw..aw...," ringis Zain karena Inge semakin kencang menjewernya.
"Ha..ha..ha..Sudah dong bercandanya, Yuk Ma kita pergi ke Nikahannya Bintang nanti telat loh ," ajak Xindy
Mereka pun akhirnya pergi dengan satu mobil, para wanita duduk di belakang sedangkan Zain yang menjadi supirnya.
"Sayang duduk depan dong, aku berasa jadi supir nih ," suruh Zain
"Mama enggak ada temannya Dong kalau Xindy duduk di depan ," ujar Inge
"Makanya Mama pergi sama Om Joko saja biar enggak sendiri, lagian Mama ganggu aja sih anaknya mau pacaran ," ujar Zain
"Sudah sayang, Zain jangan di dengarin, kita duduk di belakang saja biar dia jadi supir hari ini, ayo jalan pak Supir ," ujar Inge pada Xindy.
"Mama ih, tega sama anaknya sendiri," ucap Zain lalu mulai melajukan mobilnya dengan wajah kesal.
Inge dan Xindy cekikikan melihat ekspresi Zain seperti itu, sekali-kali Zain harus di kasih pelajaran , pikirnya.
Setelah sekian lama menyetir akhirnya Mereka sampai juga di Hotel tersebut, Zain masuk ke sana dengan menggandeng dua Bidadari tak bersayap di samping kiri dan kananya yang menjadi perhatian para undangan lainnya.
Zain cuek saja ketika para undangan mengodanya karena datang dengan dua wanita sekaligus, ada yang takjub ada pula yang mencemooh karena di kira Zain mempunyai dua istri.
Rike yang melihat tamu Istimewa itu sudah datang dia langsung datang menyambutnya.
__ADS_1
"Hay Jeng, selamat datang di pesta pernikahan anak saya ya Jeng Inge," ucap Rike sambil cepika-cepiki dengan Inge , Rike adalah salah satu teman sosialitanya Inge.
"Iya mbak Rike, terima kasih atas penyambutannya.
"Eh ini siapa ? cantik sekali dan ini pasti Zain Putranya jeng ya ," tanya Rike
"Iya Mbak, ini Zain putra semata wayang saya dan Ini Xindy Calon menantu saya ," ujar Inge memperkenalkan mereka.
Orang-orang yang mencemooh tadi jadi merasa bersalah karena telah mengejek seseorang tanpa tau kebenarannya
"Wah Jeng ini semakin tua semakin cantik saja sih, kalah loh para gadis-gadis jaman sekarang," puji Rike.
"Mbak Rike ini bisa aja deh mujinya, saya tidak secantik itu kok Mbak ,"
"Oh ya Jeng, nak Zain dan calon nya silahkan di cicipi hidangannya ya, Saya mau menyambut tamu yang lain dulu," Ujar Rike
"Baik Mbak, terima kasih ya ," ucap Inge.
"Ma..aku sama Xindy ke sana dulu ya ," ujar Zain
"Loh kok mama di tinggal sendiri sih," ujar Inge.
"Iya..iya..tapi nanti kalau kalian mau pulang jangan Lupain Mama ya ,"
Zain dan Xindy pergi ke tempat Jo dan yang lainnya yang sudah duluan datang sedangkan Inge masih menikmati segelas minuman dingin yang ada di sana.
Ketika sedang berjalan Inge tidak melihat kalau ada air tumpah di depannya, Tiba-tiba dia terpeleset dan hampir saja terjatuh. Sebuah Tangan menahannya sehingga Inge tidak jadi terjatuh di lantai akan tetapi terjatuh dalam pelukan seorang pria.
Inge segera melepaskan pelukan Pria tersebut dan merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan.
"Terima kasih ya sudah menolong saya ," ucap Inge pada Pria tampan bermata biru itu.
"Sama-sama , saya hanya menolong saja, Oh ya anda sendirian saja ?" tanya pria itu
"Tidak saya bersama anak dan menantu saya , Tuh mereka di sana ," tunjuk Inge
"Wow...Anda sudah punya putra sebesar itu dan juga menantu yang cantik, saya tidak menyangka loh," ujar Pria itu.
"Kenapa..anda tidak menyangka kalau saya sudah tua ya , saya juga tidak menyangka kalau saya sudah tua he..he..," ujar Inge
"Bukan begitu, Anda kelihatan masih sangat muda, saya menyangka tadi anda adalah teman keponakan saya yang lagi nikahan itu ,"
__ADS_1
"Oh jadi Yuki itu keponakan anda, berarti anda adiknya mbak Rike dong ," ujar Inge
"Iya saya memang adiknya mbak Rike, saya baru datang dari prancis semalam," ujar Pria itu.
"Oh ya kita sudah bicara banyak tapi belum kenalan, kenalkan saya Reynald biasa di sapa Rey, kalau anda siapa ?" Rey mengulurkan tangannya .
"Saya Inge," ucap Inge sambil menjabat tangan Rey.
"Inge nama yang cantik," ucap Rey, Inge tersenyum mendengar ucapan Rey.
"Katanya Anda datang dengan Anak dan menantu anda, suami anda kemana ?" tanya Rey
"Suami saya ada kok ," ujar Inge
"Di mana dia saya ingin bertemu dan mau mengatakan kepadanya kalau dia sangat beruntung memiliki istri secantik anda Mrs Inge ,"
"Suami saya ada di sini ," ucap Inge sambil menunjuk ke dadanya.
"Maksud anda gimana, saya binggung," Rey menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Walaupun suami saya sudah meninggal tapi dia akan tetap hidup di dalam hati saya sampai kapanpun ," ucap Inge
"Oh maafkan saya yang sudah membuat Anda sedih Mrs Inge,"
"Santai saja Tuan Rey, saya senang kalau anda menanyai tentang suami saya, bagai mana dengan anda sendiri, di mana Istri anda tuan Rey ?" tanya Inge
"Istri ?, Bahkan saya belum punya Istri," ucapnya
"Kali ini saya yang harus bilang Wow..., saya tidak percaya kalau Tuan Rey belum beristri," ucap Inge
"Saya terlalu sibuk bekerja sampai tidak sempat memikirkan menikah, tapi setelah bertemu dengan anda saya jadi kepikiran untuk menikah ," ujar Rey.
"Wah jadi saya menjadi Inspirasi buat tuan Rey ya, Selamat ya kalau begitu Tuan Rey, kalau boleh tahu siapa orang yang beruntung itu ?" tanya Inge
"Orang itu ada di depan saya sekarang," ucapnya
Inge melihat kebelakangnya dan dia tidak mendapati siapa-siapa di sana, dia baru menyadari kalau yang di maksud oleh Rey adalah dirinya.
"Maaf tuan Rey, saya permisi dulu ," ucap Inge dengan wajah memerahnya karena kesal
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1