Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 148


__ADS_3

Devan telah pergi, sekarang hanya tinggal Inge di apartement itu seorang Diri yang masih mengenang kejadian tadi malam sambil senyam -senyum sendiri.


Inge merasa kalau dia sudah cukup berendam di sana, bagian sensitifnya pun sudah agak mendingan, Akhirnya dia bangun dari Batup itu dan memakai handuknya kemudian pergi ke kamar ganti untuk memakai pakaiannya.


Saat dia melewati cermin dia kaget melihat tubuhnya banyak tanda kemerahan di mana-mana


"Kenapa tubuh gue seperti ini sih, apa ini hasil perbuatan kak Devan semalam ?" Inge mengecek di dalam handuknya, dia kembali kaget ketika melihat di sana juga penuh dengan tanda seperti itu.


"Gimana cara ngehilanginnya ya, semua ini gara-gara kak Devan tubuh gue jadi begini, kak Devan harus tanggung jawab," ujar Inge lalu mengambil ponselnya buat menghubungi Devan


"Hallo sayang, ada apa ? kok kamu sudah kangen saja sama suamimu ini," ujar Devan yang membuat Gala dan beberapa teman yang lainnya tersenyum mendengarnya.


"Kak Devan...kamu pokoknya harus tanggung jawab sama perbuatan kamu ini ," ujar Inge


"Kenapa sayang, apa yang terjadi ,apa kamu hamil, masak sih secepat itu ? baru juga dua kali ," ujar Devan yang membuat mereka kembali tersenyum


"Bukan itu kamu lihat foto yang aku kirim di chat, " suruh Inge, Devan langsung membuka Chat dari Inge


"Kamu sudah lihat ," tanya Inge


"Iya sayang kamu terlihat seksi sekali," ucap Devan


"Kak Devan aku gak bercanda loh ," ujar Inge


"Aku juga sayang, "


"Iiiih nyebelin deh, pokoknya aku gak mau tau kamu harus mencari cara agar tanda di tubuhku ini cepat hilang, aku gak mau kalau aku nanti kuliah dalam keadaan seperti ini, kamu mengerti," ujar Inge lalu menutup telponnya


"Galak amat sih istriku ini, tapi aku terlanjur Cinta , "ucap Devan yang membuat Gala tidak sanggup lagi menahan tawanya.


"Ha..ha..hebat sekali istrimu Van, yang bisa membuatmu bucin parah sama dia ," ujar Gala


"Eh jangan salah lo Gal, dia itu sama bucinnya dengan gue ," ujar Devan


"Iya gue percaya kalau kalian itu sama-sama bucin, secara lo kan tampan dan bini lo itu cantik banget dan bahenol lagi," ujar Gala


"Gala lo ralat ucapan lo, gak ada yang boleh memuji istri gue selain gue dan awas lo kalau mengulanginya lagi," tatapan tajam Devan seakan menusuk mata Gala.


"Sorry Van..gue lupa, gue gak akan ngulanginnya lagi," ujar Gala lalu kembali ke meja kerjannya


Dasar Bucin,, Batin Gala

__ADS_1


Devan mengirim sebuah chat buat Dion lalu dia kembali ke pekerjaannya.


Bunyi notif chat masuk di ponsel Dion, Dion segera membacanya ketika dia tau itu chat dari Devan.


"Apa-apaan si Devan ini, dia yang berbuat malah gue yang di repotin," ucap Dion kesal, dia tak tau harus mencarinya di mana apa yang di suruh oleh Devan itu.


"Ada apa sih pagi-pagi tu wajah sudah di tekuk aja," tanya Mika yang baru saja masuk ke ruangan Dion.


"Ini Si Devan minta tolong sama aku buat beliin obat penghilang Kis mark buat Inge dan dia nyuruh kamu buat nganterin buat istrinya itu," ujar Dion


"Wah...ganas juga ya kak Devan, kenapa bukan dia aja yang beli ?" ujar Mika


Aduuh gue jawab apa ya sama Mika, kan Mika gak tau kalau Devan itu atasan Gue,, batin Dion


"Gini sayang, katanya Devan lagi sibuk banget, atasannya memberi tugas pergi survei pasar jadi dia gak sempat belinya dan lagi pula kamu kan mau ketemu juga kan sama Inge ," Alasan Dion


"Emang boleh kalau aku ketemu Inge sekarang ?" tanya Mika antusias


"Ya boleh dong sayang, kamu boleh gak kerja hari ini buat nemenin Inge di Apartementnya,tapi kamu harus nemenin aku buat beli obat itu," ujar Dion


"Kalau itu sih gampang, aku akan ngelakuin apapun buat bisa ketemu Inge ," ujar Mika yang memang sudah kangen sekali sama sahabatnya itu karena sudah seminggu lebih mereka tidak bertemu.


Sampai di Apotik..


"Kalian ini pengantin baru ya ?" tanya penjaga Apotik itu sambil melihat ke arah Mika


"Ya bisa di bilang seperti itu ," jawab Dion, Mika jadi malu karenanya.


"Ini ya mbak obatnya, salepnya di olesi tipis-tipis ya ," ujar penjaga apotik itu, Mika mengambilnya lalu merekapun pergi dari sana.


"Kenapa gak beli online aja sih Pak, aku kan jadi malu di lihatin begitu," ujar Mika


"Emang bisa ?" tanya Dion


"Ya bisa lah pak, sekarang kan banyak tuh aplikasi begituan, tinggal ngetik-ngetik aja beres.


"Kenapa kamu gak bilang dari tadi sih, kan kalau kamu bikang kita kan gak perlo repot harus ke apotiknya langsung," ujar Dion


"Kan bapak yang ngajak saya ke sini,saya pikir kak Devan sudah memesannya tinggal di ambil saja," ujar Mika


"Ya sudah semua sudah terlanjur, hitung-hitung buat belajar buat nanti saat kita nikah," ujar Dion yang membuat Mika semakin malu

__ADS_1


"Kamu kenapa dari tadi menunduk terus sih," tanya Dion


"Aku malu tau gak, penjaga itu tadi berpikir aku yang punya tanda itu, padahal kan kita hanya beli saja kan," ujar Mika


"Oooo jadi ceritanya kamu kecewa bukan kamu yang punya tanda seperti itu,aku mau kok memberikan tanda seperti itu bahkan lebih dari apa yang di lakukan Devan pada Inge," ujar Dion


"Apaan Sih Om ganteng bercanda aja," ucap Mika tambah malu


"Kamu mau bukti," ucap Dion


"Gak...gak...simpan buat nanti aja kalau kita udah nikah ," ujar Mika, memikirkannya saja sudah bergidik seperti itu apalagi melakukannya.


Dion tertawa senang karena sudah berhasil membuat wajah Mika Meroma seperti itu, Mika sangat lucu di matanya saat malu-malu begitu.


Dion pun melajukan mobilnya menuju ke apartementnya Devan untuk mengantarkan kekasihnya itu.


Sampai di sana Dion tidak masuk karena Devan bilang hanya Mika yang boleh masuk ke sana sedangkan Dion tidak Boleh.


"Nanti kalau kamu mau pulang, telpon aku saja ya Sayang," ucap Dion


"Iya..nanti aku hubungi kalau mau pulang, gak mungkin kan aku nginap, pasti akan menganggu mereka," ujar Mika


"Kalau begitu aku balik ke kantor dulu ya..Bye sayang..." ucap Dion, Mika melambaikan tangannya, ketika Dion sudah tak terlihat barulah Mika segera menuju Apartementnya Devan.


Ting nong...ting nong...


Mika membunyikan Belnya


"Siapa sih, apa kak Devan sudah pulang ya buat ngaterin obatnya," ujar Inge lalu mengambil Syal lalu menutupi lehernya yang penuh dengan tanda merah itu.


Inge membuka pintunya ternyata tamu itu adalah Mika


"Ya ampun Nge..lo kenapa ?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ciluuuuk....Ba...🙈


Maafkan miss N yang gak bisa memenuhi keinginan kalian ya readers, miss N hanya bisa Up satu bab karena miss N ini seorang ibu rumah tangga yang banyak kesibukan lainnya, miss N menulis hanya untuk menyalurkan hobby miss N saja agar k3haluan miss N ini tersalurkan..


Jadi maaf sekali lagi kalau karya miss N ini Up nya gak sesuai keinginan Readers...🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2