Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 130


__ADS_3

“Waah ini siapa Kinara, cantik sekali ,” ujar Kanaya sambil memegang tangan Xindy.


“Itu teman aku mbak, namanya Xindy...eh tunggu- tunggu jangan bilang mbak mau menjadikan Xindy sebagai modelnya ?”


“Mau ya Xindy, mbak sudah putus asa mencari model untuk busana Mbak, malah acaranya dua jam lagi mau di mulai, waktunya sudah mepet banget,” ujar Kanaya.


“Mbak Xindy lagi pusing mikirin calon suaminya yang hilang, dan kami sebentar lagi kami juga akan pergi mencarinya lagi, mbak jangan bikin masalah deh,” ujar Kinara


“Nah itu dia, Abi kan pernah bilang kalau kita menolong kesusahan orang lain maka Allah akan memudahkan jalan kita, mungkin dengan dia menolong mbak calon suaminya akan ketemu, mau ya Xindy...,” mohon Kanaya.


Xindy tidak tega melihat Mbak Kanaya memohon seperti itu, apa lagi dia melihat Kanaya sedang hamil, Hati Xindy sangat sensitif apabila di hadapkan dengan hal semacam itu, dia akan cepat merasa iba dan mengiyakannya.


“Baiklah, aku mau jadi model mbak Kanaya,” ucap Xindy


“Tapi Xin...!


“Enggak apa-apa Kinara, barangkali apa yang di bilang sama mbak Kanaya nanti akan kejadian, kalau aku menolongnya pasti Allah akan menolongku,” ucap Xindy


“Beneran kamu mau Xindy...makasih ya Xindy , mbak enggak tahu lagi harus ngomong apa sama kamu, mbak bersyukur bisa bertemu dengan gadis sebaik kamu...makasih banyak ya Xindy ,” ujar Kanaya sambil memeluk Xindy.


“Sama-sama mbak, kita memang wajib tolong menolong dalam kebaikan kan mbak, jadi apa yang harus saya lakukan ,” tanya Xindy


“Kamu tinggal nurut saja sama mereka karena mereka yang akan merubah penampilan kamu,” ujar Kanaya.


Kinara tersenyum, begitu baiknya hati Xindy sehingga membuat dia takjub akan hal itu, padahal Xindy sedang frustasi karena Zain belum ditemukannya akan tetapi dia masih saja mau menolong Kanaya yang kesusahan.


Xindy sudah siap di dandani dengan baju pengantin adat Jawa dengan Konde yang bertengger di kepalanya .


“Waah cantik sekali kamu Xindy, pasti di sana kamu akan jadi Primadonanya nanti,” ucap Kanaya


“Ah mbak bisa saja, aku biasa saja kok, mbak dan mas itu saja yang pintar dandani nya ,”ucap Xindy merendah.


“Beneran kok, kamu itu sangat cantik walaupun tidak di dandani pun sudah cantik, oh ya Kinara, kamu bawa Xindy ke sana ya, mbak siap-siap dulu kalau kamu nunggu mbak pasti akan terlambat, jadi kalian duluan saja ,” ujar Kanaya.


“Baik mbak ,” ucap Kinara lalu mengandeng  tangan Xindy.


“Kinara apa tidak sebaiknya kita menunggu mbak Kanaya dulu ya?"


“Tidak usah, aku dan mbak Kanaya kan mirip, jadi panitianya Enggak akan tahu kalau aku bukan mbak Kanaya,” ucap Kinara.


Benar juga yang di katakan Kinara, mereka kan kembar identik, Xindy tidak menaruh curiga sedikit pun sama Kinara.

__ADS_1


Kinara mulai melajukan mobilnya Xindy, awalnya Xindy yang mau menyetir tapi Kostumnya agak sempit jadi akhirnya Kinara yang menggantikannya.


Ponsel Xindy berbunyi, sebuah panggilan dari Mama Inge masuk ke Ponselnya, dia segera mengangkatnya.


“Assalamuàlaikum Ma!"


“Waàlaikumsalam sayang, Mama mau ngabarin kalau Zain dan Jo sudah pulang, dia nanyain kamu loh, Sepertinya Zain sakit deh sayang,” ujar Inge


“Apa Ma! Mas Zain sakit ?”


“Sepertinya sih begitu, dia kelihatan lemas sekali dan sekarang dia lagi istirahat di kamar,” ujar Inge


“Aku segera pulang Ma ,” ujar Xindy


“Kinara bisakah kita ke Mansion Mas Zain sebentar ,” tanya Xindy


“Sepertinya bisa Xin, kita masih ada waktu setengah jam ,” ujar Kinara lalu melajukan mobilnya menuju ke Mansion Perdana.


Saat mereka sampai di sana terlihat Mansion sangat sepi seperti tidak ada orang.


Xindy turun dari mobil itu lalu menuju ke Pintu utama Mansion, saat dia hendak membukanya dia kaget karena pintu itu sudah terbuka dengan sendirinya dan terlihatlah pemandangan yang sangat indah di depannya.


Zain berdiri di depan Xindy dengan senyum lebarnya, Xindy kaget melihat Zain juga memakai pakaian senada dengan pakaiannya.


“Maaf Xin, aku di paksa melakukan ini sama Mas Zain, kalau tidak aku tidak bisa menikah dengan Mas Jo Karena mas Jo akan di kirim ke Kutub utara olehnya ,” ucap Kinara yang membuat Xindy tertawa karenanya.


“Jadi ini rencana kamu Mas! Kamu tidak mengangkat telpon aku dari pagi dan membuat aku menangis meraung-raung di ruang jenazah yang aku kira kamu yang meninggal hanya untuk ini Mas, tega kamu Mas.” Ucap Xindy mengeluarkan air matanya.


“Tuh kan apa yang Gua takuti terjadi juga,” guman Jo


“Sayang maafkan aku, aku hanya mau membuat kejutan untuk kamu sayang,” ujar Zain


“Woow...Mas aku sangat terkejut ,” ucap Xindy masih terus menangis.


“Sayang!” Zain mau memeluk Xindy


“Berhenti mas, jangan mendekat. Aku butuh waktu sendiri ,” ucap Xindy kemudian berlari menuju ke kamarnya.


“Sayang!"


Zain hendak mengejar Xindy tapi di cegah oleh Inge.

__ADS_1


“Jangan di kejar Zain, Xindy pasti butuh waktu sendiri, biar Mama saja yang bicara padanya,” ucap Inge lalu pergi menyusul Xindy.


“Mas Jo, aku jadi enggak enak sama Xindy, aku merasa bersalah sama dia. Dia sangat terpukul ketika di rumah sakit saat itu, dia mengira kalau Jenazah itu adalah kalian berdua, dia sampai pingsan loh mas, aku juga yang mengetahui kalau kalian masih hidup ikut-ikutan membohonginya,” ucap Kinara lemah


“Aku berdosa sekali padanya, aku harus minta Maaf mas sama Xindy,” ujar Kinara lagi.


“Jangan menyalahkan diri kamu Kinara, kita semua tidak menyangka kalau kejadiannya bakalan seperti ini,” ujar Jo


“Kita serahkan saja sama Tante Inge, semoga Tante Inge bisa membujuknya untuk menikah dengan Zain karena Zain akan sangat terpukul apabila pernikahan ini batal.” Ucap Jo


“Iya Mas, kita Doa kan  saja agar Xindy mau memaafkan Mas Zain ,” ucapnya.


“Semoga ,” ucap Jo.


Sementara Inge sudah berada di depan pintu kamar Xindy, dia mencoba untuk mengetuk pintu.


Tok...


Tok...


"Xindy sayang apa mama boleh masuk ?" tanya Inge


Xindy membuka pintunya, terlihat dia sudah kembali tersenyum.


"Ma silahkan masuk ," ujarnya


"Loh kok kamu enggak kelihatan sedih lagi sih, tadi kamu menangis kan ?" tanya Inge


"Iya sih ma, tadi itu aku beneran nangis loh, aku sangat kaget mendapat kejutan seperti ini dari Mas Zain ," ucap Xindy


"Terus kenapa kamu malah kabur ke kamar, bukannya kamu menikah dengan Zain, Zain sengaja menyiapkan ini semua untuk kamu loh sayang ," ujar Inge


"Xindy tahu ma, tapi Xindy harus memberi mas Zain pelajaran, bisa-bisanya dia mendiamkan aku seharian, aku juga akan mengerjai dia dulu biar kapok ," ucap Xindy dengan serigainya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2