Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 25


__ADS_3

"Lo juga harus tau Rico, ada satu lagi mitos yang harus lo ingat yaitu kalau sampai bianglala nya gak mau jalan lagi maka kita akan terjebak selamanya di atas Bianglala ini ha..ha.., lo itu ada-ada aja deh, segala mitos dipercaya," ucap Xindy sambil tertawa.


ketika Rico dan Xindy tepat berada di Puncak Bianglala nya berhenti , Rico tersenyum.


"Tuh kan kita berjodoh," ujar Rico


"Ini sih bukan berjodoh tapi lampunya mati, tu lihat ke bawah," ujar Xindy , Rico melihat ke bawah sekilas ternyata benar yang di katakan oleh Xindy lampunya benar-benar mati.


"Kok bisa sih ?" tanya Rico


"Jadi Mitos siapa sekarang yang benar ?" ujar Xindy tenang.


"Gimana sih, kita turunnya gimana dong?" tanya Rico


"Ya tinggal Nunggu lampunya nyala," jawab Xindy


"Kalau lampunya gak nyala ?


"Berarti malam ini kita nginap di puncak Bianglala ini," ujar Xindy santai.


Gak bisa gitu dong, gue sudah janji sama ayah lo kalau gue bakalan bawa lo balik sebelum larut malam," ujar Rico yang membuat Xindy tersenyum, dia tidak menyangka kalau Rico mempunyai rasa tanggung jawab yang besar padanya.


"Ya besok tinggal bilang saja sama ayah yang sebenarnya , beres kan ?


Rico makin Khawatir kalau-kalau lampunya benar-benar gak menyala semalaman.


"Sudah jangan cemas, lampunya pasti nyala kok," ucap Xindy sambil mengenggam tangan Rico. Rico membalas mengenggam tangan Xindy


"Xindy permata Indah..di atas Bianglala ini aku akan mengatakan perasaanku padamu, aku tidak menerima penolakan, kalau kamu menolak, aku akan lompat dari sini,"Xindy mengerutkan keningnnya


"Xindy I Love You, apa kamu mau jadi pacar ku ?" tanya Rico


"Bhua..ha..ha.." tawa Xindy pecah


"Loh kok ketawa sih ?" tanya Rico


"Itu pernyataan cinta atau sebuah ancaman sih, " ujar Xindy


"Emangnya aku ada pilihan lain apa ?" ucap Xindy lagi.


"Jadi kamu terima Cinta aku Xindy ?"


"Dari pada kamu nanti lompat dan gentayangin aku, yach lebih baik aku terima," ujar xindy


"Makasih Xindy," ucap Rico lalu memeluk Xindy


Rico melepaskan pelukannya lalu mengecup kening Xindy dan perlahan bibirnya menyentuh bibir Xindy singkat.

__ADS_1


Wajah Xindy merona, itu adalah ciuman pertamanya, begitu pula dengan Rico, ketika Rico hendak menciumnya kembali lampu pun menyala sehingga mereka tidak jadi melakukannya lagi.


Suasana canggung pun melanda mereka Sehingga mereka hanya diam-diaman saja menikmati suasana hatinya masing-masing.


Bianglala nya pun berhenti, Suasana canggung pun masih mengikuti mereka.


"Maaf.." ucap Rico , Tapi Xindy tidak menjawabnya.


"Kamu marah ?" tanya Rico


"Maafkan aku ya Xindy, aku sudah lancang mencium kamu," ujar Rico


"Aku gak tau apa aku harus marah atau pun tidak, ini pertama kalinya buat aku, aku masih shock Rico, lebih baik kita pulang saja," ajak Xindy


Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang, sepanjang jalan tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut Xindy sehingga membuat Rico makin merasa bersalah padanya.


Mereka pun akhirnya sampai juga di rumahnya Xindy, Xindy turun dari motor itu lalu melangkah kedepan tanpa menoleh sedikit pun ke arah Rico.


" Xindy..Tunggu ..!


Xindy menghentikan langkah nya , Dia masih belum menoleh.


"Xindy kalau kamu marah kamu bisa kembalikan ciumanku tadi'" ujar Rico.


Xindy berbalik lalu berjalan mendekati Rico dan..


Xindy mengecup balik bibir Rico sambil tersenyum.


"Kita impas," ujarnya lalu segera berlari masuk ke rumahnya.


Rico tersenyum sambil memegang bibirnya, seakan bibir Xindy masih menempel di sana.


Rico kegirangan lalu melajukan motornya sambil mendendangkan lagi dangdut.


"Jatuh Cinta berjuta rasanya...di cium di kecup di peluk amboy rasanya..." begitulah kita-kira bunyi lagunya.


*


*


Pagi sudah tiba,Inge sudah siap untuk pergi ke Surabaya. Inge menyuruh Leo agar mengantarnya ke Surabaya untuk menyusul Zain karena penasaran gimana sih calon menantunya yang di kejar oleh anaknya itu.


"Leo..kamu harus antar saya ke tempatnya Zain, jangan bilang sama dia kalau saya akan ke sana menemuinya,Kerena besok ulang tahunnya, saya akan membuat kejutan untuknya," ujar Inge


"Tapi Nyonya, nanti saya kena marah sama pak Bos," ujar Leo merasa takut


"Kamu jangan khawatir, Zain gak akan marah sama kamu kok, saya hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada nya secara langsung saja, setelah itu kita langsung pulang." ucap Inge

__ADS_1


"Baiklah Nyonya, saya ikut saja kemauan Nyonya, tapi nanti kalau pak Bos marah Nyonya belain Saya ya," ujar Leo


"Siap..kamu tenang saja, saya akan selalu berada di belakang kamu kok," ujar Inge


Mereka pun berangkat dengan mengunakan mobil, Inge sudah tidak sabar bertemu dengan Zain kerena memang dia sangat kangen sama putranya itu .


Dan yang lebih membuatnya antusias adalah dia akan bertemu dengan gadis yang sudah berhasil mencuri hati putranya itu.


"Kira-kira bagaimana rupa gadis itu ya leo, apa gadis itu cantik ," tanya Inge


"Iya Nyonya, dia sangat cantik , tapi sayang jutek banget dan juga bar-bar," jawab Leo kembali mengingat ketika Xindy memukul dan menendangnya.


"Sepertinya dia akan cocok sama saya Leo , kita sama-sama jago bela diri ,"


Leo mengerutkan keningnnya saat mendengar ucapan Inge.


Apa nyonya Inge kecilnya seperti gadis itu juga ya, kalau iya pasti mereka akan cocok,, Batin Leo


"Leo..kamu tau gak dia kerja apa di sana ?" tanya Inge lagi.


"Nyonya ini bercanda ya, gadis yang di taksir sama pak Bos masih sekolah SMA."


"Apa...!" Leo kaget mendengar teriakan Inge


"Kok bisa Zain menyukai gadis yang masih bau kencur, bakalan lama nih saya punya menantunya?" ujar Inge kecewa


"Saya juga sudah bilang sama pak Bos, tapi Pak Bos sudah menyukainya pada pandangan pertama , gitu katanya," ujar Leo


"Kalau dia sudah cinta berarti saya tidak bisa apa-apa lagi karena sangat sulit buat Zain menyukai seorang gadis, makanya dia sampai sekarang belum menikah, kita harus mendukungnya," ujar Inge


"Iya Nyonya," jawab Leo lalu meneruskan menyetir mobilnya.


Mereka menempuh perjalanan darat selama tiga jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di Kota Surabaya.


Inge Check in dua kamar di sebuah Hotel yang ada di Kota tersebut, satu untuknya dan satu lagi buat Leo.


"Leo lebih baik kita Istirahat dulu, Besok baru kita beraksi ," ujar Inge


"Baik Nyonya," ucap Leo mengambil salah satu kunci kamar Hotel itu.


Inge Pun juga menuju ke kamar nya dan beristirahat.


Tapi saat dia hendak sampai di kamarnya tak sengaja dia bertabrakan dengan seorang Pria paruh baya yang baru keluar dari kamar hotel di depannya.


Bruuukkk...


"Maaf saya tidak senga..ja..Inge...!

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2