
"Oh ini tempatnya, tapi apa spesialnya ?" tanya Xindy
Zain mematikan mesin mobilnya, seketika menjadi gelap gulita.
"Pak Bos...apa pak Bos masih di sini," tanya Xindy sambil meraba-raba sebelahnya karena memang keadaan sangat gelap sehingga membuatnya sedikit takut.
"Iya Indah aku masih di sini, aku tidak akan pernah meninggalkanmu," ucap Zain lalu menggenggam tangan Xindy.
"Coba lihat ke depan ," suruh Zain
Xindy melihat ke depan mobil itu, perlahan ada satu titik cahaya yang berasal dari balik pohon namun lama kelamaan cahaya itu semakin banyak dan membuat pohon itu menjadi semakin terang.
"Woow...Indah sekali," ucap Xindy melihat keindahan yang tak pernah dia lihat sebelumnya itu.
"Pak Bos kenapa pak Bos bisa tau ada tempat seindah ini, apa pak Bos pernah ke sini sebelumnya ?"
"Dulu aku sering ke sini setelah Papa ku meninggal kerena tempat ini adalah jalan menuju ke makam Papa ku, kapan-kapan aku akan mengajakmu dan mengenalkanmu padanya sebagai calon istriku," ujar Zain
"Memangnya aku pernah bilang kalau aku mau sama pak Bos ?
"Kamu harus mau, kalau kamu tidak mau aku akan..." Jari Xindy menempel di bibirnya Zain.
"Jangan katakan apa-apa lagi Zain, aku mau walaupun kamu tidak mengingatku, walaupun kamu tidak mengingat kenangan kita dulu, aku mau walaupun kamu bukanlah Riko ku yang dulu tapi kamu adalah orang yang sama yang membuat jantung ini hanya berdetak untukmu, I Love You Zain ," ucap Xindy
Zain kaget mendengar pernyataan cinta dari Xindy, namun dia sangat bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, dan dia juga sangat senang karena dia sudah mendapatkan hati Xindy dan mengalahkan Jo.
"Aku juga sangat mencintaimu Indah," ucap Zain
"Pak Bos ayo turun sini," teriak Indah yang sedari tadi sudah berada di luar mobil itu.
Zain tersentak karena semua itu hanya halusinasinya saja, Xindi terlihat berlari menghampiri pohon yang di penuhi kunang-kunang itu.
Zain pun turun juga dari mobil lalu berjalan menuju ke arah Xindy.
"Indah sekali..., aku baru tau loh ada tempat seindah ini di sini, aku pikir cuma di kampung saja yang ada kunang-kunangnya," ujar Xindy
"Eh jangan salah, walaupun di Jakarta banyak polusi tapi masih ada beberapa tempat seperti ini," ucap Zain
"Kok pak Bos bisa tau sih ada tempat seindah ini ?"Zain senang mendapatkan pertanyaan dari Xindy begitu karena tadi dia juga membayangkannya juga dan itu begitu berarti masih ada kesempatan buatnya mengulang adegan di dalam halisinasinya tadi.
__ADS_1
"Dulu aku sering ke sini karena ini adalah jalan menuju ke Makam Papa aku, nanti kapan-kapan aku akan mengajak kamu ke sana dan mengenalkan kamu pada papa ku sebagai calon Istriku.
"Oooo...jadi pak Bos sering ke sini ya, pantesan saja Pak Bos bisa tau ada tempat sebagus ini, kapan-kapan aku akan ajak Teras juga deh ke sini, mereka pasti senang ,," ujar Xindy
"Teras ? siapa teras ?"
"Teras itu Tedi, Emon, Radit, Anjar dan Selamet," ucap Xindy yang membuat Zain tertawa namun di dalam hatinya kesal karena Xindy malah memberi jawabannya berbeda denga yang ada di halusinasinya.
Kesempatan mendengar pernyataan cinta dari Xindy buyar seketika. Tapi melihat Xindy bahagia seperti itu membuat hati Zain sangat bahagia.
Zain tadi berencana akan menembak Xindy di sini akan tetapi melihatnya bahagia seperti itu dia tidak mau merusak suasana hati Xindy dengan pernyataan cintanya itu, biarlah semuanya mengalir apa adanya seperti air sungai yang mengalir.
"Pak Bos pulang yuk, ini sudah larut loh ," ajak Xindy
"Iya ya..kok gak berasa sudah jam sebelas saja, kalau begitu ayok pulang," ajaknya
Mereka pun segera masuk ke Mobil dan Zain segera melajukan mobilnya itu.
Pak Bos berhenti...!!!
Xindy berteriak tiba-tiba.
Ciiiiiittttt....
"Ada apa sih Indah, kamu tau gak kalau kita bisa celaka tadi," ucap Zain
"Maaf Pak Bos ,"
"Memangnya ada apa sih Indah ?
"Ada pasar malam pak Bos," ucap Xindy sambil menunjuk ke arah Pasar malam tersebut berharap Zain mengingatnya.
Zain mengerutkan keningnya mendengar ucapan Xindy itu.
"Emangnya ada apa dengan pasar malam, kamu mau ke sana ?" tanya Zain, Xindy kembali kecewa karena Zain ternyata tidak mengingatnya.
"Kalau boleh sih ," ujar Xindy lemah
"Kenapa tidak...Ayuk...," ajak Zain lalu membelokkan mobilnya ke sana. Zain membuka pintu mobilnya dan turun, Xindy pun melalukan hal yang sama. Mereka segera menuju ke sana.
__ADS_1
"Pak Bos beli tiketnya dulu sana ," Suruh Xindy
"Dimana ?" tanya Zain binggung
"Itu di sana, di dalam stand yang mirip Box itu loh," ujar Xindy
"Ooo tunggu sebentar ya, jangan kemana-mana loh, ini rame banget soalnya ," ujar Zain, Xindy mengangguk.
Setelah membeli tiket Zain segera menuju ke tempat Xindy menunggunya.
"Terus kemana lagi," tanya Zain
"Pak Bos maunya naik wahana apa ?" tanya Xindy
Zain melihat ke seluruh wahana Namun tak satupun wahana yang mau dia naiki kerena merasa ngeri dengan wahana-wahana tersebut. Dia akhirnya melihat ada Rumah Hantu, dia berpikir kalau Xindy akan ketakutan apabila melihat Hantu, ini kesempatan buat dirinya agar Xindy memeluknya.
"Gimana kalau kita masuk ke situ saja, sepertinya seru ," ujar Zain
"Yakin pak Bos mau masuk ke sana, nanti malah ketakutan lagi," ujar Xindy
"Gak akan , yang ada kamu yang ketakutan," ujar Zain
"Kalau seorang gadis yang ketakutan itu biasa pak Bos tapi kalau pak Bos yang ketakutan apa gak bakalan malu tuh muka," ujar Xindy
"Enggak bakalan deh aku takut, ayo kita ke sana ," ajak Zain menarik tangan Xindy.
"Eit..tunggu dulu, kalau sampai pak Bos ketakutan berarti aku yang akan pilih wahana mana saja yang akan kita naiki selanjutnya, gimana ?" tanya Xindy
Zain berpikir sejenak, Dia akhirnya mengangukkan kepalanya tanda setuju, karena menurutnya itu tidak bakalan terjadi, mana mungkin dia akan takut dengan hantu bohong-bohongan seperti itu.
Setelah memberikan tiketnya kepada petugas mereka mulai melangkahkan kakinya pelan-pelan ke dalam rumah Hantu tersebut, awalnya Xindy berteriak untuk memancing Zain agar dia takut, namun Zain masih biasa saja dan berjalan santai di sana, sampai di pertengahan perjalanan, Xindy melepaskan tangannya dan bersembunyi dari Zain.
Zain masih saja berjalan tanpa melihat Xindy di sampingnya. Tapi perlahan-lahan Zain merasa aneh karena Teriakan Xindy tidak menggema lagi di sampingnya.
"Indah..In...dah.." Zain kaget karena Xindy sudah tidak ada lagi di sampingnya, Dia panik dan mulai mencari-cari Xindy tapi dia tidak menemukannya juga sehingga dia histeris.
Di saat itu Xindy keluar dengan memakai topeng Genderuwo dan mengagetkan Zain.
"Uwaaaa....
__ADS_1
"Aaaaaa,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...