
Kuliah hari ini telah selesai..
Inge bergegas menuju Cafe depan kampus utk mulai kerja, karena buru-buru dia tidak melihat ada sebuah motor menuju kearahnya,dan
Braaakkkk....
Motor itu menabraknya dan Inge terpental ke jalan
Senyum terbit di wajah seseorang yg bersembunyi dan memperhatikan kejadian itu
"mampus lo!!, ucapnya sambil menyerigai
semua yang melihat kejadian itu langsung bergegas menolongnya
Saat itu Devan sedang berada di parkiran hendak pulang, dia melihat kearah jalan banyak orang yg berkerumun di sana
Diapun bertanya kepada salah seorang Mahasiswa yg tadi habis dari sana
"Ada apa rame2 di sana?? tanya Devan
"Katanya ada yg ketabrak motor, seorang cewek! Orangnya cantik lagi,,kasian kali dia",jawab pemuda itu
Devan mau pergi tapi perasaannya mengatakan dia harus menghampiri tempat itu
Perlahan Devan pun menuju ke sana,,semakin dekat semakin perasaanya tidak menentu,,
dia membelah kerumunan itu
netranya menangkap sosok seorang gadis yg terkulai lemah dengan darah di sekujur tubuhnya
deggg....
Jantung Devan berpacu ketika melihat pakaian yang di pakai oleh gadis itu
dia segera berhambur kearahnya
"Inge!!Bangun Nge,,jangan tinggalin aku Nge",teriaknya
Semua yg melihat kejadian itu tak percaya melihat seorang king of campus menangisi seorang gadis.
"siapa gadis itu? bisa-bisanya membuat devan menangis seperti itu", banyak pertanyaan yg timbul di kepala mereka
Devan langsung membopong Inge dan membawanya ke mobilnya, teman-teman Devan yg melihatnya dari kejauhan segera memhampirinya.
"Ada apa Bro", tanya Edo kaget melihat Devan penuh dengan darah
"Jangan banyak tanya,,cepat lo nyetir, kita bawa Inge kerumah sakit",ucapnya sambil menyerahkan kunci mobilnya ke tangan Edo,,lalu segera memasukkan Inge ke dalam jok belakang mobil dan dia juga masuk kesana
Dia menaruh kepala inge di pahanya,
Air mata devan terus mengalir
"Inge!! kamu harus bertahan Nge,,jangan tinggalin gue,,gue gak tau gimana gimana nasib gue tanpa lo", ucapnya sambil terus menggoyan-goyangkan tubuh Inge
__ADS_1
"Gue gak nyangka!! begitu besar cinta devan ke gadis itu,gue fikir dia hanya bercanda klw dia mencintainya.Tapi gue sekarang yakin klw devan memang serius", guman Edo
Mobil Devan melaju menuju rumah sakit terdekat diikuti dengan mobilnya Elang
Sampai rumah sakit Devan segera membopong Inge dan menaruhnya di brankar
"Dokter!! Suster!! tolong...",teriaknya
Suster langsung membawa Inge kedalam ruang ICU,,dan Dokter pun mengikutinya
"Maaf!! kalian silahkan tunggu diluar ,,biar dokter memeriksa pasiennya", ucap Suster yg melihat Devan mau ikut masuk kedalam
Devan dan teman-teman nya menunggu di luar ruangan ICU,terlihat sekali wajah Devan sangat khawatir.Dia mondar mandir di depan ruangan itu
Dokter pun keluar dari ruangan itu, Devan dan teman-temannya langsung menghampirinya
"Dok!! gimana keadaannya dok?",tanya Devan
"Dia kehabisan banyak darah dan harus segera di lakukan Transpusi darah secepatnya,kita membutuhkan 3 botol darah,,tapi stok darah di rumah sakit ini cuma ada 2 botol", ucap Dokter itu
"Golongan darahnya apa dok?" tanya Devan cepat
"AB +", jawab Dokter
"Kalian!!! Ada yg darahnya AB + gak?" tanya Devan pada teman-temannya
mereka menggeleng, Devan frustasi. Tiba-tiba dia teringat sama mamanya
"oh iya!! Mama kan darahnya AB+", ucapnya
"Assalamuàlaikun Van!! tumben kamu nelpon?" tanya Mamanya
"Waàlaikum salam Ma!! Mama harus tolongin Devan", pinta Devan
Mendengar suara anaknya yg terdengar khawatir Bu Nita langsung bertanya
"Memang ada apa Van? apa yg terjadi,,kok suaramu terdengar khawatir gitu", tanya Bu Nita
"Teman Devan kecelakaan ma! dia membutuhkan transpusi darah secepatnya dan stok darah AB+ dirumah sakit ini tidak cukup Ma! Mama mau kan nolongin devan?" ucapnya dengan suara serak
"Kenapa suara Devan seperti habis menangis ya? sepertinya temannya ini sangat berharga buat dia, dia gak biasanya seperti ini ", Batin Bu Nita yg sangat tau sifat dan watak anaknya itu
"Ma...Mama masih mendengar Devan kan??" tanya Devan
Bu Nita tersadar..
"Eh,,iya nak mama dengar kok, kamu dirumah sakit mana biar mama ke sana", tanya Bu Nita
"Dirumah sakit X Ma",jawabya
"Baiklah Mama akan segera ke sana",ucap Bu Nita
Sambungan telpon terputus,,sebelum Bu Nita berangkat dia menelpon suaminya terlebih dahulu
__ADS_1
"Assalamuàlaikum Pa!!"
"Waàlaikum salam ma!!, ada apa Mama nelpon Papa, kangen ya??"goda Pak Bondan
"Mama mau bilang ke Papa kalau Mama mau kerumah sakit, Devan butuh bantuan mama", ujarnya
"Devan kenapa Ma? kenapa dia di rumah sakit?" tanya Pak Bondan terkejut
"Nanti Mama jelasin,,mama buru-buru, klw Papa gak sibuk Papa nyusul Mama ya ke rumah sakit X", ucap Bu Nita segera memutuskan sambungan telponnya
Pak Bondan yang merasa khawatir dengan keadaan Devan segera menyusul ke rumah sakit.
Bu Nita sudah sampai di rumah sakit X,,saat berada di lobi dia bertemu dengan suaminya yang sudah sampai juga.Mereka segera menuju ICU karena Devan tadi memberitahukannya kalau dia ada di depan ruangan itu.
Bu Nita dan Pak Pondan melihat Devan dan teman-temannya sedang duduk di kursi tunggu di depan ruang ICU. Mereka melihat penampilan Devan sangan amburadul, bajunya di penuhi dengan darah dan matanya agak membengkak seperti habis menangis.
Devan yg melihat Mama dan Papanya langsung menghampirinya, lalu segera memeluk bu nita
Devan menangis di pelukan Mamanya itu
Teman-teman Devan yang melihat Devan seperti itu terkejut, ternyata Devan yg mereka kenal punya sisi lain yang mereka gak tau
"Ma! tolongin Devan Ma!! donorin darah utk teman Devan ma", seketika Bu Nita kaget melihat Devan menangis, benar dugaannya tadi kalau Devan menangis
"Udah!! jangan cengeng,,mama mau kok mendonorkan darah mama untuk temanmu",ucap Bu Nita
"Beneran Ma?",tanya Devan senang
Bu Nita mengangguk, lalu mereka segera menemui dokter untuk mengambil darah Bu Nita.
Dokter kembali masuk untuk memeriksa keadaan Inge, dia sudah melewati masa kritisnya. Dokter segera keluar dari ruangan itu untuk mengabarkan berita baik itu untuk keluarganya.
"Keluarga dari pasien yg bernama Inge!!" panggil Dokter itu
Devan dan teman-teman serta Bu Nita dan suaminya segera bangkit, keadaan Devan sekarang sudah terlihat segar karena tadi dia sudah membersihkan dirinya dan mengganti bajunya.
"Gimana keadaan teman saya dok??",tanya Devan
"Alhamdulillah pasien sudah melewati masa kritisnya,,tapi dia belum sadarkan diri", jelas Dokter itu
"Alhamdulillah..." ucap mereka
"Kira-kira kapan Inge akan sadar Dok?", tanya Bu Nita
"Saya belum bisa memastikannya karena pendarahan di kepalanya sangat banyak, kita doàkan saja semoga pasien bisa cepat sadar",ujar Dokter itu
"Apa kami boleh melihatnya Dok?", tanya Devan
"Bisa,,tapi cuma dua orang saja yg boleh masuk dan bisa di lakukan bergantian. Baiklah saya tinggal dulu masih ada pesien yg perlu di periksa",ucap Dokter sambil pergi dari sana
"Baik Dokter,,silahkan", ucap Bu Nita
Tanpa berkata apa-aps Devan segera masuk ke dalam ruangan itu
__ADS_1
"Jenapa sih dia masih hidup??,,kenapa gak mampus aja tu orang", ucap seseseorang dari balik persembunyiannya
Bersambung...