Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 29


__ADS_3

"Xindy lo kenapa ?" tanya Gatot


Xindy tidak menjawab, dia masih menundukkan wajahnya di atas lutut nya.


Bintang mengode kepada Gatot dan Juki tidak menanyakan apa-apa padanya lagi.


"Tot lo panggil Rangga, kamal Dan Andi suruh mereka kemari ," suruh Bintang, Gatot pun segera melakukan apa yang di suruh oleh Bintang.


Tak lama kemudian Gatot dan tiga sahabat lainnya sudah berada di sana. Rangga perlahan mulai duduk di samping Xindy dan yang lain mengikutinya.


"Xindy..segala masalah kalau di bagikan dengan sahabat pasti akan terasa lebih Ringan, gue tidak memaksa lo buat cerita tapi kita sebagai sahabat lo pasti akan merasa sedih melihat lo seperti ini," ujar Rangga


Xindy mulai menengadah dan menatap sahabat-sahabatnya itu, matanya yang sembab menandakan kalau Xindy sedang bersedih yang teramat sangat.


Xindy memeluk Rangga, sehingga membuat yang lainnya iri padanya, tapi mereka pun gak bisa berbuat apa-apa karena itu Xindy sendiri yang melakukannya.


"Ga..Rico Ga...! " ucap Xindy dengan isak tangisnya.


Rangga melepaskan pelukannya dan memegang kedua lengan Xindy.


"Rico kenapa Xin, apa Rico menyakiti lo ?" tanya Rangga , Xindy tidak menjawab.


"Ngomong sama Kita Xindy, kalau sampai dia menyakiti lo gue orang pertama tang akan memberi pelajaran padanya." ujar Rangga


"Bukan..tapi Rico hilang Ga." ujar Xindy lalu kembali memeluk Rangga.


"Hilang...hilang gimana maksud lo ?" tanya Juki


"Iya..bukannya tadi dia ke toilet ya ?" ujar Gatot


"Iya..tadi dia memang ke Toilet tapi sesudah dia menerima telpon dari seseorang dia pergi dan gue gak tau di mana dia sekarang dan tasnya pun masih di kelas," ujar Xindy yang masih terisak

__ADS_1


"Maksud lo Rico di culik gitu ?, ha..ha..ada-ada aja lo Xin, siapa yang mau nyulik kang Ojol kayak dia sih, kalau Rangga di culik baru gue percaya," ucap Bintang


"Huss..lo kalau ngomong gak di saring dulu Tang, lo gak kasian sama Xindy dia sepertinya merasa kehilangan banget, lo gak lihat wajahnya sedih gitu," ujar Kamal


"Iya..iya..Ngapain sih Xin lo tangisi dia, dia kan bukan siapa-siapa lo kan ?


"Dia itu pacar gue Bintang hu..hu..." ujar Xindy meninggi dan makin keras menangisnya, Bintang bagai di hantam batu besar di kepalanya mendengar ucapan Xindy itu.


Kamal memegang Bintang agar dia tidak ambruk karena dengan melihat wajah Bintang dia tau kalau Bintang itu sangat Shock mendengar ucapan Xindy itu.


"Sejak kapan kalian jadian, kenapa Lo gak cerita sama kita," ujar Andi


"Kalian harus bantu gue buat nyari di mana Rico sekarang," ujar Xindy


"Kalau dia mencintai Lo pasti dia akan kembali pada Lo Xin, lo jangan khawatirin dia, dia pasti punya alasan pergi dari sekolah hari ini," ujar Rangga


"Iya Xin, kita semua yakin kalau Rico bakalan balik lagi ke sini, palingan dia hanya pergi sebentar saja," ujar Gatot menambahi.


"Xin..Xindy..ayo kita ke kantin, lo harus makan dulu agar gak kelaparan dan sakit, biar nanti kalau Rico datang lo gak kelihatan pucat." ujar Andi


"Gue gak nafsu makan, kalian saja ke kantin ya, gue mau masuk kelas saja," Xindy bangkit lalu berjalan menuju ke arah kelasnya.


"Xindy...Xindy tunggu..!


Xindy tidak mengubrisnya, dia terus saja berjalan tanpa menoleh lagi kebelakang.


"Jangan di paksa, lo kayak gak kenal Xindy aja , semakin di paksa semakin dia tidak mau," ujar Rangga.


"Ya sudah kita aja yang ke kantin, nanti kita beliin makanan saja buat dia ," ajak Juki


Mereka semua pergi ke kantin tapi tidak dengan Bintang, dia terlalu kaget dan sedih karena Xindy sudah resmi pacaran dengan Rico.

__ADS_1


"Apa sih lebihnya Rico sampai Xindy menerimanya sebagai pacar, gue akuin dia itu tampan, baik, bisa membuat Xindy tertawa..Aaaghhh...Dia memang lebih segalanya dari gue, gue harus ikhlaskan Xindy bersamanya tapi kalau dia sedikit saja menyakiti Xindy, gue berjanji akan merebut Xindy dati tangannya," guman Bintang.


*


*


Zain sekarang sudah duduk di samping Inge yang sedang sekarat, Air mata jatuh di pipi seorang Zain yang tegar namun melihat mama nya yang sedang berjuang untuk hidupnya itu membuat Zain semakin merasa sedih, dia takut mamanya juga akan meninggalkannya seperti papanya tiga tahun yang lalu.


"Apa anda keluarganya Bu Inge ? " tanya seorang Dokter yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.


"Iya Dok, apa ada perkembangan terbaru dari Mama saya Dok ?" tanya Zain


"Maafkan kami pak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Ibu Anda masih belum sadarkan diri sampai sekarang padahal dia hanya mengalami lecet-lecet kecil saja di tubuhnya, Para tim Dokter juga bingung kenapa Bu Inge masih saja Pingsan," ujar Dokter itu


"Dokter ini gimana sih, kenapa para Dokter tidak bisa men Diaqnosa apa yang sebenarnya terjadi pada Mama saya hah, kalau begini caranya saya akan membawa Mama saya ke Luar Negeri," ucap Zain Lalu mengambil Ponselnya lalu menghubungi Om Joko.


"Om siapkan Jet Pribadi kita untuk terbang ke Luar Negeri," ujar Zain


"Untuk apa Zain, Mama kamu kan masih sakit, kenapa kamu maj melakukan perjalanan keluar Negeri ?" tanya Joko


"Justru itu Om, saya akan membawa Mama saya berobat di sana, Jadi Om lakukan saja apa yang saya suruh dan satu hal lagi, om Handle perusahaan selama saya berada di sana ," ujar Zain


"Baik lah Zain, saya akan segera melakukannya." ujar Joko, Zain memutuskan sambungan telponnya.


Siang itu juga Zain terbang ke Luar Negeri untuk membawa mama nya berobat di sana. Di dalam pesawat Zain baru Ingat kalau Dia sudah meninggalkan Xindy tanpa memberi tahukannya apa yang sebenarnya terjadi.


Zain hendak mengambil Ponselnya, tapi dia baru Ingat kalau dia sekarang sedang berada di Pesawat, Ponselnya lagi di Non aktifkan agar tidak merusak Jaringan radar pesawat itu.


"Bagaimana ini, Xindy pasti kebingungan mencari gue, sialll...kenapa gue sampai melupakannya sih, nanti saja gue urus Xindy kalau sudah sampai di Tujuan dan yang penting sekarang adalah Mama gue sembuh dulu," ujar Zain lalu kembali duduk di samping Ibunya.


Sementara Xindy masih saja menanti Zain alias Rico kembali pada nya, walaupun dia tidak mengetahui di mana Rico berada sekarang dia yakin kalau suatu saat Rico akan kembali padanya dan kembali membuat hari-hatinya kembali berwarna.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2