Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 63


__ADS_3

Zain kaget dan pingsan, Xindy tertawa terbahak-bahak, namun dia akhirnya sadar kalau tidak ada pergerakan dari Zain, akhirnya malah dia yang panik dan takut kalau Zain kenapa-napa.


"Ada apa Neng ?" tanya Orang di sampingnya


"Sepertinya pacar saya ping...


Aaaaaaa...


Bug...


Xindy reflek memukul sosok di belakangnya karena kaget melihat sosok itu ternyata salah satu dari hantu yang berwajah seram yang ada di sana.


"Aaaa.. kok aku di pukul sih Neng ?" ucap Sosok itu.


"Habisnya mas ngagetin sih, ngapain main nongol tiba-tiba, kan aku jadi reflek," ujar Xindy


"Tadi aku lihat kalau Eneng panik, jadi aku samperin saja takut ada yang serius ," ujar mas-mas itu.


"Iya nih Mas, sepertinya pacar saya pingsan karena kaget." ucap Xindy


"Ooo kalau gitu minggir neng, biar aku yang bangunin," ujar sosok itu.


Xindy menepi, Sosok itu terlihat memegang keteknya lalu menciumkan ke hidung Zain.


Seketika hidung Zain bersin-bersin, Zain akhirnya sadar namun ketika melihat sosok di hadapannya dia hampir pingsan kembali namun Xindy segera memberitahukannya kalau sosok itu hanyalah Hantu palsu dan akhirnya Xindy memapah Zain keluar dari rumah hantu tersebut.


"Ha..ha..ha..Jadi aku menang dong pak Bos ha..ha..," ucap Xindy


"Senang ya melihat aku menderita," ujar Zain ngambek


"Sudah gak usah pakek ngambek segala, gak ngaruh sama aku. Sekarang aku akan pilihkan wahana yang akan kita naiki ya ," ujar Xindy semangat


"Kita pulang aja yuk, aku lelah," ucap Zain


"No..no..no..enak saja, pak Bos harus ngasih kesempatan buat aku memilih Wahananya, tadi kan Pak Bos sudah milih, sekarang giliran aku ya,"


"Kira-kira wahana apa ya ?? Gimana kalau yang itu," tunjuk Xindy ke arah Wahana kora-kora.


"Jangan yang itu ya, aku takut kayaknya," ujar Zain jujur


"Ha..ha..ha..jadi pak Bos takut ? Cemen banget sih ha..ha..," ledek Xindy


"Aku bukannya takut tapi ngeri ,"Ucap Zain

__ADS_1


"Itu sih sama saja Pak Bos, satu emak satu bapak tuh, terus kita naik wahana apa dong yang Pak bos gak takut ," tanya Xindy


"Gimana kalau yang itu ," ucap Zain menunjuk ke arah Biang lala yang jalannya pelan.


Xindy tadi juga mau mengusulkan mereka naik wahana itu namun Zain sudah menunjuknya.


"Oke ayok...


Mereka memberikan dua tiket kepada penjaganya lalu menaikinya.


Di saat Wahana itu berjalan, setetes air mata jatuh di pipi Xindy karena kenangan bersama Rico kembali terbayang di kepalanya.


Perlahan tapi pasti Wahana itu mulai berjalan. Zain melihat Xindy menangis langsung bertanya padanya.


"Indah kenapa kamu menangis ," tanya Zain


"Aku teringat masa-masa SMA dulu pak Bos,.aku pernah sekali naik Wahana ini bersama orang spesial di hati aku. Katanya kalau naik Biang lala itu banyak Mitosnya," ujar Xindy


"Iya aku juga pernah mendengarnya kalau sepasang Kekasih mengucapkan janji sucu dan saling berciuman di puncak Bianglala ini Cintanya akan abadi , Kamu ingin mencobanya ?" tanya Zain


"Kita kan bukan sepasang kekasih pak Bos, kita hanya Atasan dan bawahan saja,"


"Indah mulai sekarang kamu adalah kekasihku, kalau kamu tidak mau aku akan melompat," Ucap Zain sama persis seperti yang pernah di ucapkan oleh Rico pada Xindy dulu.


Xindy tersenyum kecut kerena dia tidak mau kecewa lagi dengan harapan yang tak pasti.


"Loh kok berhenti sih ," ucap Xindy, namun tidak ada sahutan dari Zain.


"Aaagghhh...


Teriakan Zain mengagetkan Xindy, Dia segera menghidupkan senter di ponselnya terlihat Zain memegang kepalanya sambil berteriak sangat kencang.


"Pak Bos kenapa ?...Tolong..tolong...," Xindy semakin panik melihat Keadaan Zain yang hampir tak sadarkan diri itu. Namun tak lama keadaan Zain kembali membaik.


"I Love You Xindy Permata Indah ," ucap Zain dengan nafas ngos-ngosan, Sebuah senyum muncul di bibirnya persis ketika dia mengucapkannya pertama kali kata-kata itu di atas Bianglala yang ada di Kampung Xindy.


Tes...


Air mata Xindy menetes


"Kenapa kamu menangis sayang, aku di sini selalu akan berada di sisimu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi," ucap Zain sambil menyapu air mata Xindy dengan jarinya


"Zain kamu sudah mengingat aku, kamu sudah mengingat semuanya ? " Tanya Xindy tidak percaya.

__ADS_1


"Iya sayang, maafkan aku sudah melupakan mu, maafkan aku sudah melupakan kenangan Indah kita, tapi sekarang aku sudah mengingat semuanya, jangan menangis lagi, kan aku sudah pernah Janji kalau aku tidak akan membiarkan setetes air mata pun jatuh di pipi Indahmu ini," ucap Zain sambil membelai Pipi Xindy, Xindy memejamkan matanya meresapi belaian Zain.


Zain menatap lekat wajah Cantik Xindy, perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah Xindy lalu ..


Cup...


Kecupan Singkat mendarat di Bibir Xindy yang membuat mata Xindy membola, ketika Zain ingin menciumnya kembali, Listrik pun kembali menyala dan Bianglalanya kembali berjalan.


Mereka pun tertawa bersama, Zain kemudian membawa Xindy ke dalam pelukannya hingga Bianglala itu mendarat sempurna, Mereka pun turun dari sana.


"Gimana apa kita lanjutin naik wahana nya ?" tanya Zain


Krukk..kruuukkk..


Bunyi suara perut Xindy terdengar, Xindy cengengesan melihat ke arah Zain.


"Sayang kamu lapar ?" tanya Zain, Xindy mengangguk


"Yuk kita makan dulu, kamu mau makan apa ?"Tanya Zain


"Bakso bakar enak kali ya, yang di goreng juga enak kayaknya, eh sekalian yang di rebus ya ," ujar Xindy yang membuat Zain ternganga, bagaimana bisa tubuh sekecil itu bisa menghabiskan makanan sebanyak itu pikirnya.


"Kenapa ? kebanyakan ya he..he.. ," tanya Xindy


"Enggak kok sayang, itu wajar untuk pertumbuhan kamu," ujar Zain yang membuat Xindy tertawa.


Zain pun memesankan semua makanan yang di pesan oleh kekasihnya itu dan tak lama kemudian makanan itu sudah datang.


"Waah...jum kita makan ," ujar Xindy lalu segera melahap makanan itu, Zain hanya tersenyum melihat kekasihnya itu.


Tak lama makanan itu sudah ludes di lahap oleh Xindy, Zain hanya memperhatikannya saja, terasa sangat lama sekali dia tidak melihat Xindy sebahagia itu.


"Yaah habis..," ujar Xindy


"Mau nambah lagi ?" tanya Zain


"Enggak..sudah cukup kok, kita pulang yuk Pak Bos," ujar Xindy


"Sayang kok masih panggil pak Bos sih, panggil sayang dong, kan kamu sebentar lagi akan menjadi Nyonya Zain Eriko Perdana," ujar Zain, pipi Xindy merona mendengar penuturan Zain.


"Yuk sayang kita pulang," ujar Xindy masih kaku


"Kamu harus biasakan ya sayang, ayo kita pulang dan memberi kejutan pada Mama," ajak Zain

__ADS_1


Mereka pun akhirnya pulang dengan hati bahagia, Xindy merasa bersyukur akhirnya Zain mengingat semua kenangan bersama nya, dan Zain pun demikian, Mulai sekarang dia berjanji tidak akan pernah meninggalkan Xindy sendirian lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2