Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 117


__ADS_3

"Assalamuàlaikum..!!


"Waàlaikum Salam..


"Eh Kinara sudah pulang, sudah selesai ngelayatnya ?" tanya Kanaya, perut Kanaya sudah kelihatan membuncit, dia sudah hamil 5 bulan.


"Enggak jadi Mbak ngelayatnya ," ujar Kinara lalu salim sama Kanaya


Loh kenapa enggak jadi, Eh ada Jonathan Juga ya..Ayo masuk Jo, kebetulan Mbak baru siap bikin pisang goreng ," ujar Kanaya


"Wiih enak nih mbak, kebetulan juga aku lagi lapar he..he..," ujar Jo


Kinara dan Jo masuk ke rumah lalu duduk di Sofa.


"Abi mana mbak ?" tanya Kinara


"Oh Abi lagi mengisi pengajian di kampung sebelah, Oh ya tadi kamu bilang enggak jadi maksudnya apa sih Kinar ?" tanya Kanaya


"Kagak jadi karena orangnya hidup lagi," ucap Kinara sambil mencomot pisang Goreng yang ada di atas meja.


"Maksud kamu apa sih Kinar, mbak jadi binggung deh," ucap Kanaya


"Mas Kamu saja yang jelasin, aku takut sama ancaman kamu tadi ," ujar Kinara


"Maaf nih mbak sebelumnya , tapi ini sangat rahasia karena Bos saya sangat melarang menceritakannya kepada orang lain, jadi kalau saya menceritakan sama Mbak , mbak harus janji akan merahasiakannya ya Mbak ," ujar Jo, dia tidak enak kalau merahasiakan itu dari kembaran calon Istrinya itu, lagi pula dia yakin kalau Kanaya tidak akan membeberkan kepada orang lain mengenai itu.


"Begini mbak, Teman kita itu mengalami kecelakaan bersama calon suaminya dan sudah di nyatakan meninggal sama Dokter tapi di saat jenazahnya sudah sampai di rumah malah matanya kembali terbuka alias hidup lagi ," cerita Jo.


"Iya Mbak, aku orang yang pertama melihatnya, matanya melotot ke arah aku mbak ," ujar Kinara


"Waah sepertinya dia mengalami mati Suri," ujar Kanaya


"Aku juga mengiranya seperti Itu mbak, tapi enggak tahu deh apa benar atau tidak," ujar Kinara


"Abi pernah bilang, kalau orang yang pernah mengalami mati Suri itu akan mempunyai kelebihan ," ujar Kanaya .


"Aku juga bilang begitu mbak sama mas Jo," Jo semakin merasa ngeri di buatnya, dia berdoa agar Xindy bukan mati Suri karena dia takut akan selalu di gangguin sama Xindy yang usil.

__ADS_1


"Kenapa wajah kamu Pucat gitu Jo?" tanya Kanaya


"Pasti Mas Jo lagi membayangkan kalau Xindy mempunyai kelebihan itu mbak, dia takut Xindy akan selalu mengaggunya karena menurut dia Xindy itu usil orangnya," jelas Kinara


"Waah kamu harus hati-hati tuh Jo, kalau memang benar Dia mengalami mati Suri kemungkinan akan mempunyai kelebihan, yach paling kurang bisa melihat makhluk yang tak kasat mata gitu." Kanaya semakin menambah-nambahkan.


"Sudah Ah jangan ngomongin itu terus, aku permisi dulu ya mbak,"


"Eh gak di makan nih pisang gorengnya, enak Loh Mas Jo ," ujar Kinara


"Karena kalian ngomongin itu aku jadi enggak nafsu makan, aku permisi dulu ya Mbak ," ujar Jo lalu pergi dari sana.


Kinara dan Kanaya saling berpandangan, setelah Jo pergi mereka tertawa terbahak-bahak karena melihat ekspresi Jo yang begitu.


"Memangnya benar ya kalau Jo itu takut sama teman kamu itu, memangnya teman kamu itu jahil banget ya ," tanya Kanaya


"Aku sih enggak begitu tahu mbak karena aku belum lama mengenal Xindy, tapi menurut penglihatanku sih yang di katakan Mas Jo itu benar deh Mbak ," ucap Kinara


"Kalau begitu bakalan seru tuh nanti kalau teman kamu itu sudah mempunyai kelebihan," ujar Kanaya


*


*


Seminggu sudah berlalu, hari ini adalah hari pernikahan Bintang yang di selenggarakan di salah satu Hotel ternama di Jakarta.


Di Mansion Perdana, Xindy sudah siap dengan setelan Gaun berwarna hitam dengan pernak pernil berwarna gold di bagian dadanya yang membuat gaun itu sangat Indah dengan di padu dengan riasan yang natural membuat Xindy bak seorang putri hari itu.


Zain Sudah menunggu kekasihnya itu turun dari kamarnya, dia juga sudah sangat tampan dengan kemeja berwarna Gold yang di padu dengan celana dan Jas berwarna hitam yang membuatnya semakin tampan dan menawan.


Xindy turun dari tangga dengan perlahan, Zain Sangat takjub melihat kecantikan Xindy yang sangat sempurna menurutnya itu sampai-sampai matanya tidak bisa teralihkan lagi dari dirinya.


Xindy tersenyum ke arah Zain, Zain semakin terpesona saja melihatnya.


"Ayo berangkat ," ajak Xindy


"Kita tidak usah pergi saja ya sayang, aku takut nanti di sana semua pria memandangi kamu ," ujar Zain

__ADS_1


"Terus ngapain kita pakai baju ini dong kalau enggak jadi pergi," tanya Xindy


"Kita ke kamar saja yuk ," ucap Zain, Tiba-tiba saja sebuah tangan menjewer telinganya.


"Aduh ma..sakit..,"


"Kamu semakin nakal ya Zain, sepertinya kejedot kemarin belum bisa mengeluarkan otak mesum kamu ini ya ," ujar Inge


"Kalau aku dekat-dekat dengan Xindy pasti Otak Mesum aku muncul lagi ma walaupun sudah kejedot seribu kali pun akan tetap balik lagi ," ujar Zain


"Makanya kamu segera nikahin Xindy biar otak mesum kamu ini hilang," ujar Inge


"Ini juga mau Zain nikahin, bila perlu setelah Bintang Ijab Qabul kita Ijab Qabul juga ya sayang," ujar Zain


"Katanya malu kalau kepalanya masih begini," ujar Xindi sambil mengelus kepala Zain yang masih di perban tapi perbannya sudah kecil tidak seperti seminggu yang lalu perbannya memenuhi kepalanya.


"Iya sih sayang, kita Ijab Qabul aja dulu nanti setelah sembuh baru deh ngadain resepsinya ," ujar Zain


"Enggak ah, aku enggak mau. Aku maunya Ijab Qabul dan resepsinya di hari yang sama biar afdhol gitu ," ujar Xindy


"Ya sudah deh kalau itu mau kamu, aku ikut saja. Tapi jangan menghindar ya kalau otak mesum aku tiba-tiba muncul saat aku berada di dekat kamu ," ujar Zain


"Kalau itu Mama yang akan memisahkan kalian untuk beberapa hari sebelum menikah, dan kamu Xindy kalau kemana-mana haru sama Mama sampai tidur pun kamu harus sama mama, mama enggak percaya sama Zain ," ujar Inge


"Mama kejam amat sih sama anak sendiri, tapi hari ini boleh ya aku pergi ke pestanya berdua saja sama Xindy ya..ya.. ," ucap Zain sambil menunjukan Puppy eyes nya.


"Tidak Boleh, Mama harus bersama kalian ,"


"Yach mama enggak asik deh, pak Ustadz pernah mengatakan kalau kalau seorang pria dan seorang wanita tidak boleh berdua-duaan karena yang ketiganya adalah ...


"Kamu ngatain mama Setan Zain ?" ujar Inge


"Zain enggak ngatain mama Kok, itu mama sendiri yang bilang loh ," ujar Zain menghindar dari amukan Mamanya.


"Zain...Awas kamu ya...mama sambit jadi kodok nanti ,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2