
"Dev...ini semua kamu yang nyiapin ?" Ucap Cathrin gak percaya
"Iya..kamu suka ?
"Aku suka banget Dev," Cathrin duduk di pinggir Ranjang itu, dia sangat senang sekali melihat dekor kamar itu, kamar itu di sulap menjadi sangat indah tidak seperti kamar-kamar hotel lainnya.
"Ini belum seberapa," ujar Devan kemudian dia membuka tirai dan terlihatlah sebuah meja yang berisi makanan dihiasi dengan lilin yang membuat hati Cathrin alias Angel semakin bahagia melihatnya.
"Dev...Aku bahagia..bahagia sekali sayang," Cathrin ingin mencium Devan tapi Devan malah berjalan ke arah meja itu sehingga Cathrin tida sempat menciumnya.
"Kita makan dulu yuk Ket," ajak Devan, Dia terlihat menarik kursi buat Cathrin, Cathrin semakin senang dengan perlakuan Devan itu, dia seperti seorang putri yang di perlakukan romantis oleh pangerannya.
Inge..kalau lo lihat ini pasti lo akan pingsan, gue sangat bahagia di perlakukan suami lo seperti ini,, Batin Angel
Devan menuangkan minuman ke dalam gelas Cathrin dan juga ke dalam gelasnya, mereka pun bersulang untuk kebahagiaan yang sebentar lagi akan mereka rasakan.
Cathrin alias Angel meminum habis minuman itu tapi tidak dengan Devan, Devan tersenyum lalu meletakkan minumannya.
Sesaat Cathrin merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya, dia merasakan panas di seluruh tubuhnya.
"Dev apa AC ruangan ini gak nyala ya ," tanya Cathrin
"Nyala kok ," ujar Devan
"Tapi kenapa tubuh aku panas gini ya ,"
"Karena lo minum obat perangsang tadi," ucap Devan Dingin
"Apa...Lo menjebak gue ?
"Ini kan yang lo mau, lo mau agar gue menyentuh lo, tapi Sorry gue gak akan menyentuh wanita lain selain istri gue," Ucap Devan
"Dev...kenapa lo lakuin ini ke gue, bukannya lo itu sangat menyukai gue ya ," ujar Cathrin
"Jaga omongan lo, Gue gak pernah menyukai wanita lain selain Istri gue, Inge adalah satu-satunya wanita yang gue cintai, dan jangan pernah lo berpikir gue akan mencintai lo Angel..," ujar Devan yang membuat Angel kaget karena Devan mengetahui kalau dia itu adalah Angel.
"Devan...gue sangat mencintai lo Devan, kenapa lo ngelakuin ini ke gue," Angel mulai tidak bisa mengontrol dirinya, tubuhnya semakin memanas, Devan melihat kalau obat perangsang yang Angel minum sudah bereaksi, dua langsung memanggil dua orang gigolo berbadan besar untuk masuk ke sana.
"Kalian urus dia, lakukan saja apa yang kalian inginkan padanya, Buat dia menyesal sudah dilahirkan ke dunia ini," ucap Devan memberikan segepok uang kepada dua gigolo tersebut.
"Devan..Brengsek lo Devan...gue gak akan membiarkan kalian bahagia, Aaghhh..." teriak Angel akan tetapi Devan tidak memperdulikannya, Dia terus saja berjalan meninggalkan Hotel itu.
Devan melajukan mobilnya menuju ke Rumah sakit di mana tempat Inge masih di rawat, Sesampainya di sana dia langsung menuju ke Ke lantai Dua di mana ruangan Inge berada, tadi dia sempat menelpon Dion agar Inge di pindahkan ke ruangan VVIP yang berada di lantai dua itu.
__ADS_1
Devan perlahan membuka pintu ruangan itu, dia melihat kalau Inge masih tertidur pulas, dan Mika yang juga tertidur di Sofa dengan Dion yang duduk di sebuah kursi sambil memainkan ponselnya.
"Lo sudah balik Van ?" tanya Dion
"Iya.."jawabnya
"Apa yang lo lakuin sama Angel Van ?
"Gue buat dia menyesal telah lahir kedunia ini, seeenaknya saja dia menyakiti istri gue, itu balasan yang setimpal buat dia," ujar Devan lalu mengambil kursi dan duduk di samping Brankar Inge
Devan membelai wajah Inge, Inge tidak terlihat pucat lagi, wajahnya sudah seperti biasanya.
"Dion apa Inge sudah sadar ?" tanya Devan
"Tadi setelah lo pergi dia sempat sadar dan menanyakan lo di mana ,"
"Terus kalian jawab apa ?
"Kita bilang sama dia kalau lo lagi ke kantor sebentar karena ada pekerjaan yang harus lo kerjain," ujar Dion
"Terus reaksinya gimana ?
"Dia kesal, dia bilang gini, nanti dia akan kasih hukuman buat lo," Devan tersenyum bukan karena omongan Dion tapi dia senang karena saat sadar yang pertama kali Inge tanyakan adalah keberadaannya.
"Gak mau ," Devan terkejut mendengar jawaban Inge
"Loh sayang kamu sudah sadar ?" Tanya Devan senang
"Iya..tapi aku gak mau dekat-dekat sama kamu selama seminggu ," ujar Inge
"Loh kenapa Sayang ?
"Kamu masih tanya kenapa, aku terbaring lemah di sini sedangkan kamu masih memikirkan kerjaan, sungguh teganya dirimu padaku ," ucap Inge dramatis
"Kalau begitu aku pergi lagi saja ," ucap Devan pura-pura mau pergi, Inge memegang tangan Devan
"Jangan..."
"Katanya kamu gak mau dekat-dekat sama aku, lebih baik aku pergi saja,"ujar Devan
"Gak boleh, kalau kamu pergi..aku pingsan lagi nih ," ancam Inge
"Ha..ha..sayang emangnya pingsan bisa di rencanakan ," ujar Devan tertawa, Dion juga ikut tertawa.
__ADS_1
"Ish kak Devan..nyebelin deh ,"
"Lagian kamu ini ada-ada saja, sebentar-bentar kok maunya Pingsan ,"
"Aku pingsan beneran nih ya.." ujar Inge lalu berakting pingsan
"Dion lo berbalik..." suruh Devan, Dion pun melakukan apa yang di suruh Devan
Devan ******* bibir Inge dengan buasnya sehingga Inge mengeluarkan suara-suara yang membuat Mika terbangun
"Ya..Ampun..kalian ini gak ada tempat lain buat mesra-mesraan ya, ini tu rumah sakit tau," ujar Mika kaget melihat adegan itu lagi, itu lagi...
Dion beranjak dari duduknya lalu menuju ke arah Mika dan mengendongnya lalu membawanya keluar dari sana.
"Om ganteng turunin aku, ngapain sih om ganteng bawa aku keluar, mereka jadi leluasa kan begitu lagi."
"Udah jangan berisik, kita gak usah ganggu mereka," ujar Dion
"Tapi kan mareka ummmppphh..." Dion mencium Bibir Mika lama sehingga Mika sontak menutup matanya.
Ehemmm..
Dehem seseorang di belakang mereka, mereka pun kaget lalu melepaskan ciumannya.
"Dasar anak muda jaman sekarang, gak tau tempat kalau mau mesra-mesraan ," ujar seorang kakek-kakek tua yang sedang berjalan-jalan mengunakan kursi Rodanya di depan ruangan itu.
"Om ganteng sih, jadi terciduk kan," ujar Mika
"Kita cari tempat lain yuk, nanggung nih ," ujar Dion
"Ogah...halalin dulu dong," ujar Mika lalu pergi dari sana, Dion mengejarnya dan mereka pun akhirnya pergi dari rumah sakit itu.
Di saat Dion dan Mika keluar tadi, Devan segera mengunci ruangan itu.
"Loh kok pintunya di kunci sih ?" tanya Inge
"Aku ingin melanjutkan yang kemaren sayang," ujar Devan
"Kak Devan jangan macam-macam deh, ini kan rumah sakit ,"
"Emang kenapa kalau rumah sakit, kan sama saja ,"
"Tapi..." belum sempat Inge mengajukan protesnya Devan sudah menerkamnya dan terjadilah apa yang terjadi...Silahkan bayangkan sendiri 😁😁
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...