
"Waah ternyata lo sudah bucin sama gue ya," ujar Yuki
"Lo ngomong apa sih, gue ngomong begitu karena gak mau saja cowok seperti dia jadi pasangan lo," ngeles Bintang
"Terus cowok seperti apa yang bisa jadi pasangan gue ?"
"Ya lebih kurang seperti gue ," ucap Bintang keceplosan, Bintang segera meralat kata-katanya
"Tapi asal lo tau ya gue gak mau sama gadis bar-bar kayak lo..lo jauh dari tipe gue ," ujar Bintang.
"Masak...yang bener..?" Yuki mulai tersenyum menyerigai.
Bintang bergidik saat melihat senyum Yuki, perasaannya mendadak tidak enak. Yuki mulai bangun dari duduknya lalu medekati Bintang, Bintang yang melihat gelagat tidak enak dari Yuki mulai mundur.
"Mau apa lo ?" tanya Bintang gemetaran akan tetapi Yuki masih saya berjalan mendekat ke arahnya.
"Selangkah lagi lo maju gue cium nih ," ujar Bintang
"Mau nyium ??" ucap Yuki dengan nada genitnya dan terus mendekat. Sejengkal lagi hidung Yuki akan bertemu dengan hidung Bintang.
"Berhenti...!!!
Teriak Bintang sambil memejamkan matanya yang membuat Tawa Yuki dan teman-temannya pecah.
"Yuki sepertinya pacar lo baru pertama merasakan pacaran, pasti bibirnya masih perjaka tuh ," ucap Tama masih tertawa
"Iya bener tuh sepertinya lo orang yang beruntung bisa ngerasain bibirnya itu, kalau gue jadi lo udah langsung gue sambar tu bibir," ujar Kiki dengan tatapan genitnya.
"Gue bukan lo Ki, Bibir lo sudah lama gak perawan, sedangkan gue masih tersegel tau, gue mau nanti kalau gue menikah semuanya masih perawan untuk gue serahkan ke pria yang beruntung yang bisa menikahi gue," ujar Yuki lalu pindah dari hadapan Bintang.
Deg...
Jantung Bintang berpacu mendengar ucapan Yuki itu. Dia mulai membuka perlahan-lahan matanya karena hembusan nafas Yuki sudah tidak terasa di wajahnya.
Apa bener yang gue dengar tadi ?, mana mungkin cewek bar-bar seperti dia bibirnya masih perawan, mustahil,, batin Bintang
"Kenapa lo natap gue seperti itu, gak percaya kalau bibir gue masih perawan, apa mau mencobanya ?" tanya Yuki kembali menyerigai.
"kagak..kagak..gue percaya kok sama lo ," ucap Bintang.
"Ha..ha..ha..bodoh sekali Lo Bintang, kalau gue udah gue samber tu bibir si Yuki," ucap Dimas yang membuat tatapan membunuh Yuki mengarah ke arahnya.
"Gak kok Yuk, peace..✌✌"
"Gue mau Dong Dimas di sambar bibirnya..," ujar Kiki
"Kalau lo sih gue yang ogah...jijay gue sama lo ," ujar Dimas yang membuat Kiki mulutnya manyun karena kesal.
"Sepertinya lo harus oplas dulu bibir lo Ki biar Dimasnya mau ," ujar Tama
Pletak...
__ADS_1
Dimas malah menjitak kepala Tama.
"Sakit tau Dim, gue kan hanya nyaranin aja," ujar Tama
"Tapi lo jangan bawa-bawa nama gue dodol, walau dia rubah bagaimana pun gue tetap gak akan selera tau gak ," ujar Dimas.
"Yuk kita cabut," ajak Yuki pada Bintang
"Kemana ?
"Udah ikut aja, nanti juga tau sendiri,"
"Lo mandi gak sih, kok sebentar saja sudah selesai ," tanya Bintang
"Iya gue mandi, tapi cuma muka gue aja he..he..,"
"Ish jorok amat lo,"
"Tapi lo tetap suka kan ," goda Yuki sambil menaiki mobil Bintang dan duduk di balik kemudinya.
Iya sih, ish mikir apa sih gue..amit..amit..gue suka sama dia, mending gue sama kambing dari pada sama dia,, Batin Bintang lalu juga naik ke mobilnya.
" Kita mau kemana sih ?"
"Kita Have Fun...Yuhu...," ucap Yuki lalu melajukan mobil itu.
*
*
Xindy Sedang duduk di lapangan beserta Mahasiswa-Mahasiswi lainnya. Peluh mengalir di keningnya karena matahari hari ini sangatlah terik.
"Aduuh...gue kebelet lagi, gimana ini ," gumannya.
"Lo kenapa kok gelisah gitu?" tanya seorang cewek yang duduk di samping Xindy
"Gue kebelet nih, sudah gak tahan," ucap Xindy
"Sudah pergi saja ke toilet, nanti kalau ada pengabsenan gue bantu jawab ," ujarnya
"Bener ya, makasih loh sebelumnya ," ucap Xindy, cewek itu pun mengangguk sambil tersenyum.
Xindy pun segera menuju ke Toilet, namun saat dia berlari ke sana dia tidak sengaja menabrak seorang Cowok yang sangat Familiar wajahnya.
"Xindy...Lo kuliah di sini juga ?" tanya Bintang
"Loh Bintang..Lo kok di sini sih ?" bukannya menjawab pertanyaan Bintang Xindy malah balik bertanya.
"Gue pindah kuliah ke sini, Gue gak nyangka ternyata lo kuliah di sini juga ," ujar Bintang senang.
"Tang..gue sudah gak tahan,"
__ADS_1
"Gak tahan kenapa lo ?"
"Gak tahan mau boker...," ujar Xindy sambil berlari menuju ke Toilet.
"Ha..ha..ha..Xindy..Xindy...kebiasaan lo gak pernah berubah ya, selalu saja kocak, gue jadi tambah semangat nih kuliah di sini karena ada Lo," ucapnya lalu pergi ke Lapangan, karena Dia di masukin oleh Yuki sebagai salah satu anggota panitia kegiatan Ospek di sana.
Dari gudang tua yang merupakan Bengkelnya Yuki ternyata Bintang langsung di bawa oleh Yuki ke Kampus, dan Bintang langsung menjadi Idola Kampus karena ketampanannnya itu, Karena mereka juga menghormati Yuki yang juga sangat populer di kampus itu.
"Hei..Tang, kok lo senyam-senyum begitu sih, dapet jackpot lo ya ?" tanya Yuki yang dari tadi memperhatikan Bintang yang baru balik dari toilet senyam-senyum sendiri.
"Dia kesambet seran Toilet kampus kali," ujar Nando.
"Gue gak kenapa-napa kok, ini gimana nih, kita langsung mulai saja acaranya ?" tanya Bintang.
"Iya..kita nunggu Arman dulu, dia ketua panitianya," ujar Yuki.
"Ooo jadi si kampret itu ketuanya, kalau tau gitu tadi gue gak mau masuk ke Panitia ini, bakalan ngelunjak tuh Si Arman, pasti dia sudah merencanakan sesuatu ," ucap Bintang
"Lo jangan suudzon kenapa, Arman itu baik loh orangnya, tapi agak sedikit temprament sih," ujar Yuki.
Dari kejauhan Nampak Arman sedang berjalan ke sana dengan gagahnya, datar tanpa ekspresi yang membuat Mahasiswa-mahasiswa baru bergidik melihat wajahnya yang bengis itu.
"Oke..sekarang sudah bisa di mulai ," ujar Yuki
"Selamat pagi semuanya .." Nando memulai acaranya
"Pagi kak..!!
"Nah hari ini adalah hari pengenalan lingkungan Kampus tercinta kita ini, sebelum di mulai kita akan memperkenalkan diri dulu, kira-kira ada yang kenal gak sama kita-kita di sini ?
"Kenal kak...
"Kalau sudah kenal berarti tidak usah ada perkenalan lagi ya,"
"Ha..ha..ha..
Semuanya pada tertawa.
"Diam..., siapa yang suruh ketawa," bentak Arman, keadaan seketika hening.
"Oke baik lah, karena sesi perkenalan panitia di batalkan sekarang kita Absend dulu ," ujar Dimas lalu mulai menyebutkan satu persatu nama-nama mahasiswa baru.
Sampai akhirnya nama Xindy di sebut.
"Xindy permata Indah ..
"Ada kak ..!
"Liora Anderson .."
"Ada kak..!
__ADS_1
Orang yang sama kembali mengangkat tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...