Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 68


__ADS_3

Sementara Elang dan Nia masih terdiam di dalam mobil itu, Elang terlihat gelisah seperti ada sesuatu yang ingin di tanyakan sama Nia tetapi dia takut Nia tersinggung.


Nia juga melihat kegelisahan Elang, tapi dia tifak berani menanyakannya. suasana di dalam mobil masih hening, hanya suara deru mobil yang terdengar.


"Kak Elang..


"Nia..


ucap mereka bersamaan.


"Kamu aja dulu," ucap Elang


"Kak Elang aja yang duluan," ucap Nia


"Ladies fisrt," Nia mengalah lalu dia mulai bertanya


"Aku cuma mau nanya kenapa wajah Kak Elang gelisah begitu ?"


Hufff...


Elang menghembus nafas kasar, Dia perlahan menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Nia merasa heran kenapa tiba-tiba saja menghentikan mobilnya di sana.


"Kak Elang kenapa kita berhenti di sini ?


" Aku mau menanyakan sesuatu padamu, tapi kamu harus janji menjawabnya dengan jujur," ucap Elang serius.


"Kak Elang mau nanya apa ?


" Nia apa kamu menyukai Edo ?" tanya Elang sambil menatap mata Nia, Nia kaget mendengar pertanyaan yang di lontarkan Elang.


"Mengapa kak Elang menanyakan itu ?"


"Jawab saja pertanyaanku, aku bisa melihat bagaimana tatapanmu kepadanya," ucap Elang lemah, Nia menundukkan kepalanya, dia tak tau harus jawab apa.


"Aku hanya ingin memastikannya, agar aku bisa mundur, jujur aku memang menyukai kamu akan tetapi aku tidak bisa memaksakan perasaaanku ke kamu jika kamunya sendiri menyukai orang lain,"


Nia menarik nafas dan menghembuskannya pelan, dia juga tak tau perasaannya yang sebenarnya kepada Edo .


"Kak Elang,, aku pun tak tau arti perasaan apa ini, aku sedih kalau kak Edo cuek sama Aku, aku gak suka kalau kak Edo dekat sama wanita lain, aku sakit saat mengetahui kalau kak Edo terluka," Elang memalingkan wajahnya dari Nia, dia merasa sakit ketika mendengar penuturan Nia.


"Aku juga gak tau apa aku mencintai kak Edo atau enggak, dan walaupun ini benar yang namanya cinta, aku gak akan melangkah lebih jauh lagi karena aku takut sakit untuk yang kedua kalinya," ujarnya lemah, Elang melihat ke arah Nia ketika mendengar ucapan Nia.

__ADS_1


"Kamu pernah di sakiti ?" tanya Elang penasaran


"Tidak,, akan tetapi aku tersakiti sendiri, karena aku mencintai seseorang yang bahkan tidak melihat sedikitpun padaku, sampai akhirnya orang itu punya kekasih. aku takut itu akan terjadi lagi untuk yang kedua kalinya."


" Apa kamu tidak ingin memperjuangkan cintamu pada Edo, Aku yakin kalau kamu mencintainya, aku akan membantumu untuk mendapatkannya," ujar Elang merasa sedih di kala melihat wajah sedih Nia


" Aku juga yakin kalau sebenarnya Edo ada perasaan sama Kamu, akan tetapi egonya sangat tinggi, jadi dia menepiskan perasaannya," tambahnya


"Apa itu benar kak ? tanya Nia, Elang mengangguk.


"Kamu hanya perlu membangkitkan perasaannya kembali,"


"Gimana Caranya ? " tanya Nia sumbringah, Elang membisikkan sesuatu di telinga Nia, Nia menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan tersenyum bahagia.


Biarlah aku yang mundur asalkan kamu selalu tersenyum , aku akan berusaha semampuku untuk menyatukan kalian dan Aku Ikhlas asalkan kalian bisa bersama,, Batin Elang


Sementara Edo terlihat uring-uringan melihat Elang menghentikan mobilnya di sana.


"Bro,,kalau lo mau berhenti ya berhenti aja," Ujar Andi yang melihat perubahan wajah Edo


"Siapa yang mau berhenti sih," ucapnya masih gengsi sambil menambah kecepatan mobilnya.


🌹🌹🌹


Nita sedang bejalan- jalan di sebuah taman, tiba-tiba dia mendengar suara tangis bayi di balik semak-semak yang ada di taman tersebut, Dia kemudian mencari-cari keberadaan bayi itu.


Di sana sangat sepi,tak terlihat seorang pun yang melintas di sana.ketika dia menyibak semak-semak itu Dia melihat seorang wanita muda membelakanginya dengan mengendong seorang bayi.


"Maaf,, apa tadi itu suara bayi kamu ?" tanya Nita, wanita itu tidak menjawab. Nita kemudian memegang bahu wanita itu dan wanita itu pun berbalik sambil tersenyum kearahnya, Nita melihat wajah wanita itu sangat mirip dengannya waktu muda dan bayi yang di gendongnya mirip sama putrinya Annisa.


"Annisa..." teriaknya, Nita terbangun dari tidurnya


"Huff..., ternyata hanya mimpi," nafas Nita naik turun, jantungnya berdebar kencang. Dia kemudian mengambil segelas air putih lalu menegaknya sampai habis.


"Pertanda apa ini ?, kenapa Rasanya Aku dekat sekali dengan Annisa," gumannya


Bondan yang lagi berada di ruang kerjanya, segera menuju ke kamarnya ketika mendengar teriakan Nita. Di kamar Bondan melihat kalau istrinya sedang menangis sambil menatap foto Annisa sewaktu bayi.


"Mama !" panggil Bondan, Nita yang melihat suaminya langsung berhambur ke arahnya dan memeluk suaminya itu dengan erat sambil menangis tersedu-sedu.


Bondan membelai lembut rambut istrinya, Dia merasa kembali ke 22 tahun yang lalu ketika itu istrinya sangat terpukul tat kala kehilangan putri yang sangat di cintainya itu.

__ADS_1


Ketika merasakan tangis Nita mulai mereda, Bondan melepaskan pelukannya dan menyapu air mata Nita kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut. Nita sudah terlihat sedikit lebih tenang.


"Mama kenapa menangis ?" perlahan Bondan mulai bertanya kepada istrinya.


"Pa,, mama mimpi ketemu sama Annisa pa, apa ini pertanda kalau putri kita masih hidup pa," ucapnya terbata-bata karena masih tersisa isak tangisnya.


Bondan menangkup kedua pipi Nita dengan lembut dan tersenyum ke arah istrinya itu.


"Ma,, mimpi itu hanya bunga tidur, kita tidak tau apakah putri kita masih hidup atau sudah tiada dan kalau memang Annisa masih hidup dia mungkin sudah menjadi gadis yang tangguh seperti mama. Mama jangan khawatir, berdoàlah semoga Allah memberikan petunjuknya pada kita kalau memang Annisa masih ada," ujar Bondan menenangkan hati istrinya.


Bondan kembali memeluk istrinya itu, seketika Nita teringat sama Devan yang tadi pagi pergi dengan wajah gelisahnya.


"Pa tolong telpon Devan ya, mama khawatir sama dia karena tadi pagi dia pergi dengan wajah gelisahnya memikirkan calon mantu kita," ujar Nita. Bondan segera menelpon Devan dan menghidupkan speakernya.


Devan yang melihat panggilan telpon dari papanya langsung mengangkatnya.


"Assalamuàlaikum Pa !"


"Waàlaikumsalam Van, kamu sekarang ada di mana ?" tanya Bondan


"Devan di rumah sakit Pa,"


"Siapa yang sakit van ?" tanya Nita khawatir


"Calon mantu mama," ujarnya sambil melirik ke arah Inge, wajah Inge merona mendengar ucapan Devan ke mamanya.


" Dia sakit apa ? Mama dan Papa ke sana ya Van," ujar Nita


"Gak usah Ma,, besok juga dia sudah bisa pulang kok, dan besok mama dan papa siap-siap saja kedatangan calon mantu," ujar Devan


"Loh kok dadakan sih Van, dia kan masih sakit biarkan saja dia istirahat dulu biar sembuh benar."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


miss N😘😘😘


Like ,,Coment dan Vote ya


Rate bintang lima juga 😁😁😁


Makasih🙏🙏🙏 Love U All ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2