
"Emang gak boleh ya ?" tanya Inge dengan wajah cemberutnya
"Bukan begitu sayang, aku gak mau saja kamu kelamaan nunggu aku kerja, nanti kamu malah bosan lagi,"
"Aku gak bosan kok sayang, apa lagi aku lihatin wajah kamu yang tampan itu pasti aku betah lama-lama di sini," ujar Inge
"iih so sweet banget sih istri lo Van, coba saja masih ada stok wanita seperti istri lo satu aja lagi buat gue, pasti gue merasa orang paling bahagia di dunia ini, atau istri lo aja buat gue Van ," ujar Gala
"Gala lo pilih tangan kiri apa tangan kanan ?"
"Buat apa Van ?" tanya Gala binggung
"Kalau lo pilih tangan kiri masuk rumah sakit kalau lo pilih tangan kanan masuk kuburan, kira-kira lo mau yang mana ?
"Gak Deh Van makasih, istri lo buat lo aja deh, biar gue cari cewek lain saja,"ucap Gala sedikit takut.
"Sayang jangan gitu dong, dia jadi ketakutan gitu kan ," ujar Inge sambil membelai wajah Devan
Devan kembali berubah seperti kucing yang haus akan belaian, Gala yang melihatnya jadi kesal.
Tadi saja kayak harimau kehilangan anaknya, nah sekarang kayak kucing manja, dasar bucin akut,, Batin Gala.
"Oh ya sayang kamu duduk di sana dulu gih, aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu," Inge pun mengikuti kemauan Devan, dia duduk di sofa yang tak jauh dari meja kerjanya Devan.
Meta yang tak sengaja melihat ada Inge di kantor itu langsung masuk ke sana.
"Eh ada gembel rupanya, mau ngapain lo ke sini ?
"Emang apa urusannya sama lo," entah kenapa Inge kalau bertemu dengan Meta selalu naik darah, mau di gampar saja rasanya.
"Eh di tanya baik -baik malah nyolot, memang ya kalau orang kismin memang begitu gak tau etika," ucap Meta semakin membuat Inge marah, Devan yang melihatnya langsung menuju ke arah Istrinya itu.
"Sayang jangan di ladeni dianya, sebaiknya kita makan saja yuk," ajak Devan merangkul Inge.
"Kamu memang bisa deh membuat aku tenang sayang, kalau enggak sudah aku pindahin moncongnya itu ke kakinya.
"Ha..ha..bener tuh sayang, tapi gak ada gunanya juga kita ladeni orang gak tau diri seperti dia, lebih baik kita makan saja yuk, kamu masak apa hari ini sayang ?" tanya Devan
__ADS_1
"Oh ya sayang, ini aku masak semuanya khusus buat kamu,"
"iih makanan kampung, lihat ini aku bawa makanan dari Restorant mewah khusus buat pacar tercinta aku, gak kayak kalian makan makanan sampah ha..ha..," ejek Meta, Inge jadi berang, dia beranjak dari duduknya hendak menampar Meta tapi Devan menghalanginya.
"Sudah sayang, biarkan saja dia mengejek kita, suatu saat dia akan kena karmanya," ucap Devan lalu membawa Inge duduk kembali di sampingnya
"Kalau orang susah memang selalu seperti itu ngomongnya, sebaiknya gue pergi saja dari sini dari pada berada di dekat-dekat orang susah nanti ketularan susah ha..ha..," ucap Meta lalu pergi dari sana.
"Eeeuhhh pengen gue tampol mulut berbisa nya itu, kesel aku. Kalau bukan kamu yang nahan tadi sudah aku bikin jadi perkedel dia," ucap Inge kesal
"Sudahlah sayang, jangan bikin kotor tangan kamu dengan menghajarnya, lebih baik kamu simpan tenaga kamu buat nanti malam,"
"Emang nanti malam ada apa ?" tanya Inge masih belum ngeh maksud Devan
"Kita main kuda-kudaan," bisik Devan yang membuat wajah Inge merona
"iiih..kak Devan genit deh, udah yuk kita makan saja, aku makin lapar gara-gara mak lampir itu."
Mereka pun akhirnya makan, hampir setengah makanan yang di bawa oleh Inge mereka habiskan.
"Eh Van bagi dong makanannya, gue mau juga kali," ucap Gala
"Kalau punya pacar sih maunya gitu, tapi kan lo tau sendiri gue Jomblo, mana ada yang bisa gue suruh buat bawain makanan buat gue," ujarnya
"Sudah sayang, di bagi saja kenapa sedikit buat dia, kan makanan ini banyak, lagian kamu gak lihat badan dia kayak kurang Gizi itu, kasihan kan," ujar Inge
"Ha..ha..kamu benar sayang, kasihan amat sih hidup lo Gala, sudah Jomblo di katain Kurang Gizi lagi sama Istri gue,"
"Teganya dirimu adik cantik, tapi gak apa-apa deh kalau kamu yang ngatain, aku anggap itu adalah perhatianmu padaku," ucap Gala
"Lebay lo, udah sini kita makan bareng," ajak Devan
Dari luar ruangan itu terlihat Andi dan Edo mau menuju ke kantin kantor, tapi Andi melihat kalau Devan sedang makan bersama inge dan temannya.
"Eh Do, sepertinya mereka lagi pesta tuh, kita samperin yuk," ajak Andi
"Iya..ya..kita ke sana saja, kan bisa ngirit uang makan siang hari ini," Mereka melangkah masuk ke dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Wiiih kayaknya lagi ngadain pesta nih, siapa yang ulang tahun Van ?
"Kalian rupanya, ngagetin saja sih, ngapain kalian di sini," tanya Inge
"Waduh teganya kakak ipar kita yang satu ini, bukannya ngajakin makan malah nanyain ngapain di sini, sungguh ter..la..lu," ucap Edo
"Gimana sayang, apa kita ngajakin mereka makan bareng kita," tanya Inge
"Gak usah, mereka ganggu kemesraan kita saja," ucap Devan Dingin
"Lah dia kok boleh sih Van, kenapa kita tidak boleh ?"
"Dia itu sudah kami anggap bayangan, jadi berasa gak ada orang," ujar Devan datar
"Teganya dirimu Van..Van..aku segede gini lo anggap bayangan , sungguh teganya..dirimu..teganya..teganya...teganya... hooo..pada diriku.
Gala akhirnya menyanyikan lagu bang Meggy itu, sontak mereka semua tertawa.
"Boleh lah Van, masakan istri lo kan enak banget, boleh ya kita cicipin sedikit saja," Edo menelan Salivanya melihat makanan itu.
"Lo kan punya Nia Do, lo suruh saja dia bawain makanan buat lo,"
"Iya...Do, gue kan gak punya pacar Van, gue boleh kan makan bareng kalian?" tanya Andi
"Sudah-sudah..kalian jangan dengarkan kak Devan, ayo gabung sini kita makan bareng, ini makanannya banyak loh," ajak Inge.
"Sayang ...
"Gak apa-apa sayang, biar mereka makan bareng kita,"
"Baik lah kalau begitu, kalian makan sana kita sudah selesai, ayo sayang kita istirahat di sana," ajak Devan
"Yach gak seru dong, tapi gak apa-apa deh yang penting makan, ayo Ndi kita sikat," ujar Edo langsung menyerbu makanan itu.
" Ada apa ini, kenapa kantor sudah seperti tempat piknik hah " sebuah suara mengagetkan mereka. Mereka sontak menoleh ke arah sumber suara itu.
"Gawat..ada pak Sapta, gimana ini ?"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...