
"Iya awalnya Om akan langsung pulang ke Jakarta, tapi Om baru Ingat kalau ada beberapa berkas yang harus kamu tanda-tangani," ujar Joko lalu mengambil beberapa berkas di tasnya lalu menyerahkan nya kepada Arvan.
Arvan membaca sekilas berkas-berkas itu lalu menanda tanganinya, Oh ya Om kalau sudah aku mau pulang dulu," ujar Zain
"Tunggu Zain, apa kamu gak mu tau siapa dia ?" ujar Joko kepada Zain
"Gak..aku buru-buru," ujar Zain
"Ha..ha..ha..dia memang mirip sekali sama Devan Jok, gak pernah mau tau urusan orang," ujar Pria itu, Zain menghentikan langkahnya dan mengernyitkan keningnya karena pria itu menyebut nama papanya.
Zain kembali berbalik dan duduk di tempatnya tadi.
"Katanya gak mau tau, kok balik ?" tanya Joko
"Aku penasaran Om, siapa sih bapak ini kenapa dia tau tentang papa," ujar Zain
"Ha..ha..ha..memang dia benar-benar anaknya Devan dan Inge...ha..ha..," ujar Pria itu lagi
"Bapak siapa sih, kok sepertinya bapak kenal betul sama Papa dan mama aku ?" tanya Zain
"Kenalkan aku Elang salah satu sahabat dari Papa dan mama kamu," ujar Elang
"Ooo jadi Om adalah Om Elang, Mama pernah cerita tentang sahabat-sahabatnya papa dulu di Kampus, katanya ada empat orang Om Andi, Om Edo, Tante Luna dan Om Elang," ujar Zain
"Itu benar Zain, kita semua adalah sahabat yang tak terpisahkan ketika di Kampus, hanya saja setelah menikah Om tinggal di sini dan membuka sebuah Bengkel modifikasi mobil, Yaah..hanya kecil-kecikan sih, kalau sempat kamu mampir ya," ujar Elang lalu menyerahkan kartu namanya.
"Wiiih ini sih bukan kecil-kecilan Om, ini bengkel besar loh aku pernah sekali lewat di sana," ujar Zain
"Om salut sama kamu Zain, demi mengejar cinta kamu rela menjadi tukang Ojek Online dan jadi anak SMA kembali, itu yang membuat kamu lebih maju selangkah dari papa kamu dulu," ujar Elang
Zain melihat ke arah Joko, Joko hanya cengengesan.
"Ha..ha..ha..Kamu semakin Mirip sama Devan Zain, tatapan mata kamu bisa menakuti semua orang," ujar Elang
"Oh ya..kalau sempat kamu mampir ya ke Bengkel Om, kalau begitu Om pamit dulu, tadi Istri Om nyuruh beli makanan di Restorant ini kerena malas Masak katanya, Duluan Ya Zain," ujar Elang lalu pergi dari sana.
__ADS_1
"Sepertinya Om Joko mau aku potong gajinya ya, mulutnya lemes banget," ucap Zain Dingin
"Jangan bawa-bawa gaji dong Zain, maaf deh, abisnya dia maksa Om untuk menceritakan tentang kamu, ya Om cerita saja, kan dia hanya mengetahuinya tentang ini saja, Om pikir setelah cerita siapa tau dia bisa bantu kelancaran PDKT kamu itu," ujar Joko
"Apapun alasannya, om gak boleh begitu lagi," Ujar Zain masih dingin lalu pergi dari sana.
"Serem amat sih si Zain, jadi ngeri. Ini mulut emang gak bisa di jaga sih, jadi marah kan Si Zain nya," ucap Joko sambil memukul pelan mulutnya.
*
*
Hari begitu cepat berlalu, hari ini Xindy sudah kembali ke sekolah. Keadaan Ayahnya sudah membaik setelah menjalani Operasi dan sekarang sudah kembali bekerja.
Hubungannya dengan Zain pun sudah akrab, Zain sering ke rumahnya hanya sekedar untuk makan di sana. Seperti yang di lakukannya hari ini, pagi-pagi sekali Zain sudah berada di Rumah Xindy tentunya dengan seragam sekolahnya untuk menjemput Xindy.
Setelah menyiapkan makanan untuk sarapan mereka, Xindy bergegas mandi dan memakai seragam sekolahnya. di saat dia keluar dari kamarnya terlihat sudah Ada Zain di sana yang sedang bersenda gurau dengab Ayahnya sambil sarapan.
"Enak ya..numpang sarapan mulu," canda Xindy.
"Ya enak dong, Habisnya enak sih masakan kamu, dan lagi pula gratis juga he..he..," ucapnya cengengesan.
"Yach tega banget sih, lihat tu Yah..Xindy tega sama calon suaminya ini," ngadu Zain manja ke Ayahnya Xindy. dia memang sudah akrab dengan Ayahnya Xindy.Xindy memelototkan matanya mendengar ucapan Rico
"Ha..ha..ha..jangan bertengkar terus, Xindy jangan begitu sama calon menantu ayah," canda Damar membuat Xindy semakin memelototkan matanya.
"Tu ayah aja mau kalau aku jadi calon suamimu ini," tambah Rico
"Ayah iiih..Kita ini masih kecil tau, Dan kamu Rico..jangan macam-macam ya..awaas saja kamu nanti," ancam Xindy dengan wajah meronanya
"Dia malu tuh yah, sepertinya dia mau nih sama Rico,"
"Apaan sih Ric, diam gak..kalau gak mau gue sumpal mulut lo pakai ini," ujar Xindy sambil memperlihatkan Tahu goreng ke arah Rico.
"Tu kan yah, kejam banget si Xindy nya, tapi aku tetap cinta kok," ujar Rico
__ADS_1
"Rico...." Xindy mengejar Rico dengan tahu goreng di tangannya.Rico pun lari sehingga adegan kejar-kejaran pun terjadi.
"Sudah..sudah..kalian berangkat sana, nanti telat loh sekolahnya," suruh Damar.
"Iya ayah, kita pamit dulu ya," ucap Xindy lalu salim sama ayahnya, Rico pun melakukan hal yang sama dengannya.
Mereka pun akhirnya pergi ke sekolah, ketika hampir sampai ke sekolah Rico menghentikan motornya.
"Loh kenapa berhenti ?" tanya Xindy
"Gue mau nagih janji lo," ujar Zain
"Janji yang mana ?" tanya Xindy
"Itu yang lo bilang mau jalan sama gue waktu itu, Ayah lo kan sudah sembuh ni, jadi gue mau lo jalan sama gue," ujar Zain
"Lo atur saja, kapan pun gue ikut aja," ujar Xindy tak menolaknya.
"Beneran ?, oke besok kan Weekend, kita jalan ya, janji harus di tepati," ujar Rico
"Iya..iya..ayo cepat bawa motornya kita udah mau telat nih," ujar Xindy
"Iya..iya..cakon Istri ku, jangan marah-marah deh, jantung calon suamimu ini lemah," ujar Rico yang mendapat cubitan di pinggangnya.
Awwww...
"Iiih Rico..jangan bercanda lagi deh, ayo cepat kita pergi, nanti beneran telat tau,"
"Iya...iya..," Rico melajukan motornya lagi, benar saja mereka hampir saja telat dan Pak satpam hampir menutup pintu gerbang nya.
"Pak..pak..tunggu kita belum masuk," ujar Rico, Pak Satpam menghentikan sesaat kemudian Rico dan Xindy pun masuk ke dalam sekolah itu. Mereka di sambut oleh Juragan Kambing yang sudah dari tadi was-was menunggu kedatangan mereka.
"Heh Ric, lo bawa kemana Yayang gue kok telat sih," ucap Bintang
"Enak saja yayang lo, Xindy itu calon Istri gue tau," ujar Zain
__ADS_1
"Ha..ha..ha..Calon Istri lo, mana mau dia sama lo," ujar Bintang
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...