Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
Eps 75


__ADS_3

Devan akhirnya masuk kuliah lagi karena sekarang adalah semester terakhir mereka untuk mencapai Title S2 nya. Pengajuan Tesis pun telah selesai.


Hari ini Devan sudah berada di Base Camp nya, Dia merasa lelah akibat selama semalaman dia mengerjakan Tesis nya sendiri. karena beberapa hari belakangan ini dia harus menjaga Inge di rumah sakit sehingga dia tidak sempat untuk mencari Referensi untuk Tesisnya.


Dia tertidur di atas Singgasananya, tak lama kemudian teman-temannya datang dan segera menghempaskan diri mereka di sofa yang ada di sana.


"Edo.. lo mau magang di mana ?" tanya Andi


"Gue rencananya mau magang di perusahaan yang gue Impi-impikan, Perdana Corperation," ucapnya sambil mengeja nama Perusahaan tersebut.


"Kok lo sama sih sama gue Do ? gue juga berencana magang di sana, Gue mau bakat gue sebagai Ahli IT propesional di akui oleh perusahaan besar itu dan orangtua gue pasti bangga apabila gue keterima di sana," ujarnya semangat karena sudah ada teman kalau dia keterima magang di sana.


"Lo gimana Lang ?" tanya Andi.


"Perusahaan itu bukan Ranah Gue, kalian kan tau kalau gue suka ngotak ngatik dan memodifikasi mobil, jadi gue berencana akan membangun sebuah Bengkel Modifikasi mobil sendiri, yah..hitung-hitung menguji kemampuan gue dalam bidang itu. walaupun sebenarnya gue kuliahnya di management Bisniss sih, gue yakin usaha gue akan besar nantinya" ujar Elang.


"Terus kenapa lo kuliahnya bukan di teknik mesin malah Di Management Bisniss ?" tanya Edo


"Itu semua kemauan Bokap Gue, dia mau kalau gue bisa nerusin Perusahaan keluarga nantinya, padahal batin gue tersiksa saat bakat terpendam gue tidak bisa gue salurkan," ujarnya


"Apa gak apa-apa kalau lo bikin bengkel sendiri sedangkan Bokap lo menginginkan lo untuk bekerja di Perusahaannya," tanya Andi


"Itu yang lagi gue pikirin sekarang, bagaimana gue bisa membujuk Bokap gue agar memberi Izin gue untuk membangun usaha gue sendiri, karena itu yang gue inginkan sekarang, ini adalah kesempatan gue untuk menyalurkan bakat gue itu.Kalau soal perusahaan, gue bisa merintis usaha sekaligus menjalankan perusahaan keluarga gue juga, jadi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui he..he..,"


Devan masih menyimak percakapan teman-temannya itu, dia hanya pura-pura tidur saja, padahal tadi dia sudah terbangun karena kedatangan mereka.


"Kalian baru datang ?" tanya Devan seolah-olah baru bangun dari tidurnya.


"Eh My King kita ternyata sudah bangun," ujar Andi


"Kalian lagi ngomongin apa sih, kok serius banget?" tanya Devan


"Ini..kita lagi membahas mau magang dimana setelah ini," ujar Edo


"Lo akan magang dimana Van ?" tanya Edo


"Lo kayak gak tau aja Do, Devan kan akan magang di hatinya Inge ha...ha..ha.." gurau Elang sambil tertawa.

__ADS_1


"Tumben lo cerdas," ucap Devan tersenyum mendengar gurauan Elang.


"Jadi bener lo akan Maried sama Inge ?" tanya Andi


"Yach seperti itulah kira-kira, kan tujuan hidup gue sekarang adalah Inge," ujar Devan mantap


"Lo gak kerja gitu ? lo mau ngasih makan apa sama Inge nantinya," ujar Edo karena dia tau gimana susahnya kehidupan kalangan bawah.


"Lo lupa ya Do, Devan kan anak Orang kaya, harta orang tuanya gak akan habis tujuh turunan. Gak seperti kita kalau gak kerja ya gak makan," Ucap Andi


Andi memang bukan orang kaya tetapi nasibnya lebih mujur dari nasib sahabatnya Edo, dia masih mempunyai keluarga lengkap dan juga keluarganya mempunyai usaha kuliner terlaris di Jakarta sehingga dia dapat melanjutkan kuliahnya di kampus Elite itu.


"Lo salah besar Ndi.. gue juga tidak mau memamfaatkan kekayaan keluarga gue untuk menghidupi Inge nantinya, gue juga punya usaha yang kalian semua gak tau," ujar Devan membuat mereka melongo, setahu mereka Devan gak pernah bekerja ataupun mempunyai usaha sendiri.


"Yang bener lo Van ?" lo pesugihan ya, lo kan selalu bareng kita, kalau gak di kampus ya di apartement, kapan Lo kerjanya ?" tanya Andi heran


"Ha...ha...ha..hari gini masih ada yang pesugihan, ini udah jaman modern bro, gak ada lagi yang kek gituan," ucap Devan


"Mungkin lo mau mulai buka usaha kali ya, karena lo kan mau nikah sama Inge," ucap Elang


"Tebakan kalian semuanya meleset, yang pastinya kalau kalian tau siapa gue sebenarnya kalian pasti kaget, tapi belum saat nya kalian tau tentang pekerjaan gue," ujarnya


"Atau jangan-jangan Devan Mafia," ucap Edo yang membuat Devan menoyor kepalanya.


"Emang gue ada tampang Mafia gitu ?


"Siapa tau bro, biasanya mafia di Film-Film itu tampan-tampan loh, ya kayak lo gini," ujar Edo


"Dasar...korban Film lo Do," ujar Andi


Ha...ha...ha...


Mereka semua tertawa, tapi tak lama kemudian ponsel Devan berdering. Terlihat nama "Calon Istri" tertera di layar ponselnya, Devan menaruh jarinya di bibirnya seolah menyuruh sahabat-sahabatnya itu untuk diam.


"Assalamuàlaikim calon istriku, ada apa sayang nelpon calon suamimu ini," ujarnya manja, tingkahnya membuat tawa Edo,Andi dan Elang seketika pecah.


Devan Akhirnya keluar dari ruangan itu karena tidak ingin sahabat-sahabatnya itu mengganggunya, Dia melangkah menuju ke taman belakang kampus, sampai disana dia langsung berbaring di atas ayunan dimana dia sering tiduran di sana bersama Inge.

__ADS_1


"Honey ! Di sana ada mereka ya ?"


"Gak Honey, tadi itu hanya suara kodok bersahutan aja, ada apa nih Baby nelpon ?" tanya Devan. Inge tertawa mendengar ucapan Devan, jelas -jelas tadi dia mendengar kalau ada suara tawa Elang, Andi dan Edo disana.


"Sekarang kak Devan lagi berada di mana ?"


"Calon suamimu ini lagi berayun di ayunan cinta kita Baby," ujarnya


"Kak Devan lebay deh, gombalnya kebanyakan," ucap Inge sambil tertawa.


"Aku gak gombal sayang,, memang bener kan kalau ayunan ini saksi cinta kita," ucap Devan


"Iya..iya, oh ya Honey.. Tadi mama minta di temenin sama aku ke mall, katanya ada yang pengen di beli,"


"Kalian pergi berdua saja ?" tanya Devan


"Iya,, nanti di antar pak supir," ucapnya


"Ya sudah, kamu hati-hati ya sayang.. jangan terlalu kecapean, kamu kan belum sembuh benar," ucap Devan


"Iya Honey, kami cuma sebentar kok ke Mall nya. Kamu jangan khawatir ya, kalau begitu aku tutup dulu telponnya ya Honey,"


"Iya Baby, I Love You..ummmah," ucap Devan sambil cium jauh.


"I Love You too Honey...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


miss N😘😘😘


miss N minta maaf ya kalau pemaparan miss N tentang perkuliahan tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya, karena miss N ini cuma lulusan SMA, jadi miss N tidak tau menau soal kuliah itu seperti apa. miss N cuma nulis sesuai pandangan miss N saja.


Jadi tolong di maklumi ya Readers


Dan jangan lupa Like...Coment dan Vote ya


Di Rate bintang lima juga dong😁😁😁

__ADS_1


Makasih🙏🙏🙏Love U All❤❤❤


__ADS_2