Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 118


__ADS_3

Inge mengayuh sepedanya menyusuri kebun teh di lereng bukit itu, ketika dia hampir sampai di rumah besar milik orang tuanya dulu netranya melihat beberapa mobil yang sepertinya sangat familiar baginya sedang keluar dari ruamah itu.


"Itu kan mobilnya Kak Devan, tapi gak mungkin ah, gak mungkin dia ke sini, dia kan gak tau kalau kampung aku di sini, mungkin cuma mirip aja kali ya," ucapnya lalu kembali melanjutkan mengayuh sepedanya menuju rumah bi Ijah.


Sementara Devan sudah di bawa ke ruang ICU, dia sudah di tangani oleh beberapa Dokter. Tak lama kemudian pintu ruangan itu terbuka dan keluarlah seorang dokter dari sana.


Mereka semua langsung menghampiri dokter tersebut.


"Dok gimana keadaan anak saya Dok ?" tanya Nita


"Keadaannya sudah stabil, luka di kepalanya tidak terlalu besar hanya saja darah yang keluar sangat banyak sehingga membuatnya tidak sadarkan diri, Tapi Ibu gak usah khawatir lukanya gak parah kok," ucap Dokter itu


"Apa kami boleh menengoknya Dok?" tabya Nita


"Boleh tapi satu orang saja, nanti setelah di pindahkan ke ruang rawat baru boleh semuanya." ucap Dokter itu


"Kalau begitu saya permisi dulu ya, masih ada pasien lain yang menunggu saya," ucap Dokter itu.


"Iya Dok, makasih ya," ujar Nita lalu dia masuk buat menengoki putranya itu dan Dokter itu pun pergi dari sana.


Semua bernafas lega mendengarnya, namun masih ada yang menganjal di benak semuanya, kenapa Devan bisa terluka seperti itu.


"Sebenarnya apa sih yang terjadi ," tanya Bondan setelah mereka kembali duduk di kursi tunggu.


"Lo aja yang cerita," ujar Elang sama Andi


"Lo aja," ucap Andi, Bondan mengernyitkan keningnya melihat mereka tingkah mereka yang memcurigakan itu.


"Gue aja," ucap Mika.


"Om Bondan sebelum aku cerita aku mau nanya dulu sama Om, apa om punya anak selain Kak Devan ?" tanya Mika


Bondan kaget mendengar pertanyaan Mika itu.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu ?" tanya Bondan


"Om jawab saja dulu, nanti aku jelasin," Bondan menghela nafasnya kasar.


"Iya..Om dan tante punya seoarang putri yang sudah lama hilang dan sampai sekarang om gak tau keberadaannya, entah masih hidup atau sudah tiada om juga gak tau, Emang ada apa sih sebenarnya ?" ujarnya dengan raut sedih.

__ADS_1


" Nah itu dia masalahnya om, menurut informasi dari Bi Ijah, Inge itu adalah anak om dan tante, tapi kami belum tau juga kepastiannya." ujar Mika, Bondan kaget mendengar ucapan Mika.


" Dan kak Devan gak terima kalau mereka adek kakak makanya kak Devan jadi kek gitu " tambah Mika lagi.


"Jadi Inge adalah Annisa ," tanya Bondan sumbringah.


"Nita harus tau soal ini, dia pasti sangat bahagia," ucap Bondan


"Om...terus gimana nasib kak Devan ?" tanya Mika


"Nanti om jelasin, yang penting sekarang Nita harus tau dulu kenyataannya," ujarnya Lalu masuk ke ruangan itu untuk menemui istrinya.


"Lah..malah pergi, gimana dengan nasib kisah cintanya kak Devan sama Inge ya ?" ujar Mika.


"udah kita tunggu aja dulu mereka keluar, nanti kita tanyain lagi sama mereka." ujar Andi.


Di dalam ruangan Devan, suami istri itu saling berpelukan bahagia dengan air mata mengalir di pipi keduanya.


"Pa..mama gak nyangka kalau putri kita berada sangat dekat dengan kita ya pa, Mama bahagia banget pa Annisa akhirnya kembali," ujar Nita


"Iya ma, pantesan saja sifatnya mirip sekali dengan mama waktu muda dulu ternyata dia Annisa ya ma," ucap Bondan


"Mama mau ketemu sama Annisa pa, mama kangen sekali dengan dia, " ujar Nita.


"Iya pa, kita tunggu Devan sadar dulu baru kita ceritakan semua padanya," ucap Nita sambil membelai kepala putranya itu.


Beberapa Suster masuk ke ruangan itu dan membawa brankar Devan menuju ke ruang rawat VIP yang ada di Lantai dua. Mereka kemudian mengikutinya sampai ke sana.


Berbagai pertanyaan masih menganjal di kepala teman-temannya Devan, tapi mereka sungkan untuk bertanya pada Bondan dan Nita, tapi tidak dengan Mika yang dengan gamblangnya langsung bertanya kepada Bondan.


"Om Bondan, gimana dengan Janji Om kalau Om mau cerita semuannya pada kami, dan gimana nasib kisah cinta mereka Om ?" Tanya Mika, Bondan tersenyum mendengar ucapan Mika tersebut.


"Kalian tenang saja ya, apa yang kalian pikirkan tidak akan terjadi kok, nanti kalau Devan sudah sadar Om akan ceritakan semuanya," ucap Bondan yang membuat mereka semakin penasaran di buatnya.


Tangan Devan terlihat bergerak, Nita segera menggenggam tangan putranya itu.


"Pa..Devan sudah sadar pa," ujar Nita, semuanya menghampiri Devan yang mulai mengerjap-ngerjapkan matanya dan akhirnya membuka sempurna.


"Aku di mana ?" tanya Devan

__ADS_1


"Kamu di rumah sakit sayang," ujar Nita


"Inge di mana ma ?" tanya Devan


"Inge ada kok, kamu tenang saja ya Van," ucap Nita


"Ma aku ingin bertemu dengan Inge ma, aku ingin segera menikahinya," ucap Devan


"Iya sayang, makanya kamu sembuh dulu baru nanti bisa menikahinya," sahabat-sahabat Devan melongo mendengar ucapan Nita tersebut, makin penasaran aja mereka di buatnya.


"Tapi ma mereka bilang kalau Inge itu Annisa ma, mereka bohong kan ma," ucap Devan manja


"Mereka gak bohong sayang , Inge memang Annisa," jawab Nita lagi


"Jadi Inge itu beneran Annisa ?, gak...gak mungkin ma, Devan gak mau kalau sampai Devan tidak bisa menikahi Inge, Devan cinta banget sama dia ma, bilang kalau mama bohong sama Devan," ucapnya Histeris hendak bangkit dari brankarnya tapi kepalanya serasa berputar akhirnya dia terbaring lagi di sana.


"Sayang kamu tenang aja, kamu pasti bisa menikah dengan Inge kok," ucap Bondan yang membuat mereka melongo termasuk Devan.


Bondan dan Nita tersenyum


"Maksud papa Apa ?" tanya Devan


"Kamu sama Annisa itu bukan saudara kandung," ujar Bondan


"Apa...!" ucap mereka barengan. Mereka berdua tersenyum melihat Ekspresi Devan dan teman-temannya.


"Maksud Om apa, apa Inge itu bukan anak Om, atau malah kak Devan yang bukan Anak Om," ujar Mika


"Kamu benar sekali Mika, Devan memang bukan anak kandung Om, dia adalah anak Delon sahabat Om ," ujar Bondan


"Maafkan mama dan Papa ya Van, kamu harus mengetahuinya sekarang, awalnya mama Dan papa juga sudah sejak lama ingin memberitahukan padamu tentang ini, namun kami belum siap kehilangan kamu nak, makanya kami berencana tidak memberitahukan kamu dalam waktu dekat," ujar Bondan


"Kenapa Pa, Ma, kenapa kalian gak jujur sama Devan ?" ujar Devan


" Kami tidak mau kamu celaka nak, kalau sampai orang tau kalau kamu itu adalah anaknya Delon, karena...?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karena apa hayoo...penasaran gak sih...

__ADS_1


miss N juga he..he..


Makanya like dan Coment yang banyak ya biar miss N Up lagi...


__ADS_2