Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 40


__ADS_3

"Gimana Dok hasil pemeriksaannya", tanya Devan


"Ini adalah Hal yang sangat langka, Menurut pemeriksaan citiscan terlihat kalau keadaan pasien baik - baik saja, mungkin trauma yg di alaminya membuatnya melupakan sebagian ingatannya, dan kenapa pasien cuma melupakan anda , ini bisa terjadi karena pasien memang tidak mau mengingat apa yg berhubungan dengan anda pak Devan ", ucap dokter menjelaskan


"Jadi gimana Dok cara mengembalikan Ingatan Inge terhadap saya? "tanya devan


"Anda harus mengingatkan pasien kenangannya bersama anda, mungkin dengan cara itu ingatan pasien akan kembali pulih", saran Dokter


"Baik pak Devan, saya tinggal dulu masih banyak pasien yg menunggu saya", ujar Dokter


"Baik, silahkan dok", ucapnya lemah


Dokter sebenarnya merasa kasihan pada Devan, bisa - bisanya kekasihnya itu mengerjainya,tapi Dokter itu tidak bisa berbuat apa - apa karena mungkin dengan menyenangkan hati pasiennya itu dia akan lebih cepat sembuh dari sakitnya


Mika mendorong kursi roda yg diduduki Inge keluar dari ruangan itu, Devan yang melihatnya langsung mengambil alih mendorong kursi roda itu


Inge tidak komentar apa - apa sampai kursi roda sampai di lantai 5 dan masuk keruangan rawat Inge


Devan membopong Inge dan merebahkan tubuh Inge di brankar


"Sayang, kamu mau makan buah? biar aku kupasin ya",tanya devan sambil mengupas apel yg tersedia di sana


"kamu sebenarnya siapa sich", tanya Inge


Mendengar pertanyaan Inge, timbul Ide di benak Devan


"Aku calon suamimu", ucapnya lembut


Uhuuk..uhuuuk..


Mika yg mendengar ucapan devan tersedak,, dia lalu dengan cepat minum air

__ADS_1


"Kamu kenapa Mika? kenapa kamu bisa batuk kayak gitu? " tanya Inge


"enggak kok Nge,,gue tadi tersedak biji jeruk" bohong Mika


"Mika, apa bener yang dikatakan oleh dia kalau Dia adalah calon suamiku?, tanya Inge pada Mika


Mika binggung,Devan menatap tajam ke arah Mika,,Mika bergidik


"Iya", jawab Mika singkat


Inge pun memeluk Devan, Devan kaget tiba - tiba di peluk sama Inge, Bunyi detak jantungnya pun bagai tabuhan genderang


Inge merasakan detak jantung Devan yg lebih


cepat dari biasanya itu, Mika mengarahkan wajahnya ke arah lain agar tidak melihat adegan itu


"Waduuh, mata polosku jadi ternoda,jiwa jombloku meronta - ronta", ucapnya


"Kalau kamu adalah calon suamiku,aku biasanya memanggilmu apa?" tanya Inge di sela - sela makan buahnya


"Kamu memanggilku Honey dan aku memanggil kamu Baby", jawab Devan ngasal


"Honey,,sepertinya aku pengen makan bubur ayam yg ada di dekat kampus XX deh,mau gak kamu beliin buat aku",pinta Inge


Raut wajah senang terpancar di wajah Devan ketika Inge memanggilnya seperti itu, gak sia - sia dia mengaku sebagai calon suaminya Inge


"Baik lah Baby,,apa sih yang gak buat kamu", ucap Devan segera mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi


"Mika,, titip Inge ya ", ucapnya dan segera keluar dari ruangan itu


Setelah bayangan Devan menghilang dibalik pintu Mika langsung menhampiri Inge yg tertawa terbahak - bahak, Inge tak dapat lagi menahan tawanya

__ADS_1


"Gila lo Nge,, sampai segitunya lo ngerjain kak Devan", ucap Mika


"Lo liat gak tadi, wajahnya kesenangan saat gue panggil dia Honey", ucap Inge masih belum berhenti tertawa


"Pakek ngaku - ngaku calon suami gue lagi,dan tau gak lo, saat gue peluk dia suara detak jantungnya itu cepat banget kayak suara kuda lari",ucap Inge lagi


"Lo bahagia banget ya ngerjain Kak Devan kayak gitu, kok gue jadi kasian sama dia ya? " ujar Mika


Tanpa mereka sadari ada seseorang yg mendengar obrolan mereka, dia adalah Devan.


Tadi Devan sebenarnya sudah mau pergi membeli bubur buat Inge,tapi saat dia sadar kalau dia lupa membawa hpnya dia balik lagi,dan saat dia mau membuka pintu ruangan itu dia tak sengaja mendengar obrolan Inge dan mika


"jadi sebenarnya lo pura - pura Amnesia,,oke Gue akan mengikuti permainan lo,, gue gak akan pernah ngelepasin lo Inge", batin Devan lalu segera pergi dari sana tanpa memgambil hpnya


🌹🌹🌹


Pagi ini Nia sudah siap menuju kampusnya, dia memakai baju yg kemarin di belinya bersama Mika di Mall dan memakai riasan tipis - tipis, Nia sudah sedikit pintar berdandan karena tadi malam dia sudah menonton tutorial di hpnya


Tadi malam Nia sudah menerima chat dari Mika kalau Inge sudah siuman, rencananya nanti selesai ngampus dia akan ke rumah sakit


Sesudah semuanya kelihatan perfect, Nia pun turun ke bawah menuju ruang makan,disana terlihat Dion yg sudah menunggunya untuk sarapan


"Nia,,kamu cantik banget hari ini",ucap Dion memuji adiknya


"Makasih,aku memang selalu cantik kok kakakku yg ganteng", ucap Nia manja


"Eh sejak kapan kamu jadi berubah narsis kayak gini ? tanya Dion melihat sikap adiknya yg seperti itu


"Semenjak aku kenal sama Ibu Peri ", jawab Nia sambil makan sarapannya


"Siapa ya ibu peri itu,,aku makin penasaran karena dia bisa merubah Nia menjadi cantik dan juga bisa merubah sikap Nia yang tadinya pendiam jadi periang seperti ini,, aku harus berterima kasih padanya" , batin Dion

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2