Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 10


__ADS_3

Xindy masih tidak bergeming, Ekspresi datarnya membuat nyali Rico sedikit ciut di buatnya.


Tapi bukan Rico namanya yang tidak bisa mengatasinya. Rico berjalan ke arah tempat duduk di samping Xindy dengan tatapan matanya tak lepas dari Xindy, Xindy kembali membaca bukunya.


"Hai..aku Rico, salam kenal ya, nama kamu Siapa ?" tanya Rico mengulurkan tangannya hendak bersalaman.


Xindy menoleh ke arahnya sekilas, lalu kembali Fokus ke Bukunya, Rico cengengesan lalu dia menghadap ke depan.


"Jutek banget sih dia, Gimana gue bisa naklukin hatinya kalau seperti ini," guman Zain


Ya..Rico adalah Zain Erico Perdana, dia bela-belain menyamar sebagai anak SMA untuk mendekati Xindy.


"Oh ya anak-anak, gimana apa kalian semua bawa apa yang ibu suruh kemarin ?" tanya Bu Septi


"Bawa Bu..!


"Oke..sekarang kita akan bentuk beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari lima orang, kalian harus memilih siapa saja yang Menjadi Anggota kelompok kalian.


Semua Gaduh, para ciwi-ciwi langsung bergegas ke arah Rico sehingga meja Rico di penuhi sama mereka.


Bintang, Gatot dan Juki berjalan menuju ke arah Xindy, Xindy masih saja membaca bukunya tanpa beranjak sedikitpun.


"Gimana ini, kita hanya berempat saja, pasti yang lain tidak mau satu Tim sama Kita," ujar Gatot.


Terdengar suara-suara sumbang di samping meja Xindy.


"Rico..mau ya jadi anggota tim kita," ujar Selfi


"Gak boleh, dia akan jadi anggota tim gue, ucap Rahel


"Tim gue..." ucap Selfie lagi


"Tim Gue.." ujar Rahel gak mau ngalah.


"Maaf teman-teman, saya sudah punya tim," ucap Rico, Rico berjalan ke arah Xindy.


"Saya boleh gak masuk tim kalian ?" tanya Rico


"Gak Boleh ," ucap Bintang yang membuat Kamal dan Gatot menoleh ke arahnya binggung.


"Lo ngomong apa sih Tang, kita kekurangan satu anggota tim, lo malah nolak dia," ujar Gatot


"Soalnya gak boleh ada yang melebihi kegantengan gue di Tim ini," ucap Bintang Narsis

__ADS_1


"Yeay..itu sih sudah jelas gantengan Rico dari pada Lu" ujar Juki menoyor kepala Bintang


"Boleh kok..ayo duduk," ucap Gatot yang membuat Rico tersenyum senang.


"Hai..salam kenal ya, gue boleh tau nama kalian gak ?" ujar Rico


"Boleh Dong, kenalin Gue Gatot yang super manis dan menenangkan kayak Coklat hangat," ucap Gatot menyalami Rico


"Gue Juki, asli turunan Arab," ujar Juki menyalaminya juga


Bintang masih dengan tatapan tidak sukanya menatap ke arah Rico


"Gue Bintang," ucapnya tanpa menyalami Rico, Rico hanya tersenyum menanggapinya.


Rico mengarahkan tatapannya ke arah Xindy, akan tetapi Xindy masih saja fokus dengan bacaannya, Rico menghela nafasnya.


"Kalau itu namanya Xindy, dia satu-satunya princess di hati kami semua," ujar Gatot


"Xin udahan dong bacanya, mana Jangkrik punya kita," tanya Juki, Xindy mengambil kaleng di dalam Tas nya lalu menyerahkannya kepada Juki.


"Oke anak-anak, kita sekarang langsung ke Lab ya, jangan lupa bawa Jangkrik kalian," ujar Bu Septi lalu keluar dari ruang kelas itu.


Mereka sudah siap dengan pakaian khusus untuk melakukan penelitian di Lab.


"Eh Rico...bantuin dong, malah asik ngelamun aja lu," ujar Juki


" Sini gue yang lihat," ujar Rico mengambil alih Microscop itu, Xindy mundur karena Rico berada tepat di depannya dan menghadap ke arahnya.


"Apaan sih lo ?" ujar Xindy


"Waah ternyata lo bisa ngomong juga, gue kira lo bisu," ujar Rico, Xindy mendelik kesal.


Rico membalikkan badannya menghadap Microscop itu dan mulai menjelaskan apa yang dia lihat, Bintang segera menuliskan di sebiah buku apa yang di katakan oleh Rico itu.


Ternyata dia pintar juga ya, Ah mikir apa sih gue,, Batin Xindy


Penelitian mereka sudah selesai, sekarang tinggal mempersentasikannya kepada Bu septi.


"Xindy lo aja yang persentasi ya, gue kan sudah meneliti nih, sekarang giliran lo," suruh Rico


"Gue aja," ucap Bintang


"Eh Tang, emang lu bisa, nanti lo beser lagi," ujar Juki

__ADS_1


"Iya Juk, lebih baik jangan deh, nanti lo malu-maluin tim kita," ujar Gatot


"Tumben Tom And Jerry akur," ucap Xindy lalu mengambil buku di tangan Bintang dan membacanya sekilas.


"Sekarang Giliran Tim D yang mempersentasikan hasil penelitian ke depan," suruh Bu Septi


Xindy bangun tanpa membawa bukunya sehingga membuat teman-temannya heran.


"Xindy...ini bukunya kelupaan," ujar Bintang tapi Xindy tidak mengubrisnya.


Xindy mulai mempersentasikan semuanya yang di tuliskan oleh Bintang tadi tanpa meninggalkan satu kata pun, Rico ternganga melihatnya, dia sangat kagum akan Ketepatan Ingatan Xindy, menurutnya itu hal yang luar biasa yang pernah dia temui.


Tepuk tangan menggema, akan tetapi hanya berasal dari tim nya saja, yang lainnya pada males memberi Aplus pada Xindy karena memang mereka tidak menyukainya.


Bu Septi pun terkesan dengan persentasi tim nya Xindy, dia langsung memberi nilai A buat Tim mereka sehingga membuat suasana Gaduh di dalam kelas itu.


"Loh Ibu Septi kok pilih kasih sih, apa karena di Tim mereka ada anak baru makanya Ibu memberikan nilai A pada mereka." ujar Selfi tak suka.


"Kalau mau Protes, perbaiki dulu persentasi kalian, baru nanti kalian boleh langsung protes di ruangan saya," ucap Bu Septi yang membuat semua bungkam, Bu septi memang terkenal kejam di sekolah itu sehingga tidak ada satupun siswa yang berani sama dia.


Pelajaran pertama telah usai, saatnya Istirahat, beberapa orang Siswi segera menhhampiri Rico dan mengajaknya ke Kantin, tapi pandangan Rico hanya tertuju ke arah Xindy


Xindy melenggang keluar dari Kelasnya di ikuti sama Body guardnya pastinya yang tak lain adalah Bintang, Juki dan Gatot, di luar kelas itu sudah menunggu Kamal, Andi dan Rangga.


"Hai Gaess..kok nunggu di sini sih, kenapa gak nunggu di kantin aja," ujar Xindy


"Kita-kita kangen sama lo Xin, jadi kita nunggu di sini aja," ujar Kamal.


"Hari ini kita gak usah makan di kantin ya, gue ada bawa bekal banyak dari rumah nih, kita piknik di bawah pohon mangga yuk," ajak Rangga


"Wiih...makan besar nih, Rangga kalau bawa bekal pasti banyak, secara anak pemilik Restorant besar sih," ucap Gatot


"Ayo kalau begitu," ujar Xindy


Rico memperhatikan interaksi diantara mereka, Xindy bisa tersenyum lepas bersama mereka tapi kenapa dengannya dia terlihat Jutek sekali.


Bermacam pertanyaan timbul di benaknya.


"Maaf teman-teman, saya permisi Ke Toilet dulu ya," ucap Rico


"Yach Rico, gak jadi nih kita ke kantinnya," ucap Selfi


"Maaf sekali lagi ya, saya kebelet banget nih," alasan Rico padahal dia mau mengikuti Xindy dan teman-temannya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2