
"Dari pada di sini gak bisa ngapa-ngapain juga kan,lebih baik kita pulang dan bisa bekerja di kantor," ujar Devan
"Gue yang kerja di kantor, sedangkan elo enak-enakan di Apartement," ujar Dion menumpahkan unek-uneknya
"Gue juga akan kembali ke kantor," ujar Devan yang membiat Dion terkejut
"Lo mau membuka identitas lo Yang sebenarnya Van ?" tanya Dion
"Tidak secepat itu, gue akan kembali ke kantor sebagai karyawan dan menjadi salah satu dari Tim pemasaran, Lo faham kan apa maksud gue ?" ujar Devan
"Lo.cerdas Van, tapi apa gak apa-apa kalau lo bekerja seperti itu, secara lo kan Big Bos di perusahaan itu," ujar Dion
"Ini Demi kelangsungan Perusahaan gue juga Dion, gue akan menyelidiki sendiri kecurangan di bagian pemasaran itu dan satu hal lagi jangan perlakukan gue berbeda dari yang lain karena itu akan membuat yang lainnya curiga," ujar Devan
"Oke..gue ikut saja rencana lo Van," ujar Dion
"Dan tadi gue lupa, Andi dan Edo juga akan melamar di Perdana Corperation, terima mereka dan tempatkan mereka di tempat yang sesuai dengan kemampuan mereka," Suruh Devan.
"Baik Bos ," ucap Dion sambil memberi hormat kepada Devan
"Lebay lo Don, sudah lo ganti baju sana dan bilang pada semuanya agar bersiap-siap ,siang ini kita akan balik ke Jakarta," ujar Devan
Dion segera melaksanakan perintah Dari Devan itu, dia segera mengganti bajunya lalu memberitahukan ke semuannya agar mereka bersiap-siap buat balik ke Jakarta nanti.
Devan juga pergi ke kamarnya, Saat Dia masuk ke sana, dia melihat Inge duduk di depan Cermin sambil menyisir rambutnya yang panjang, Devan segera menghampiri Inge dan memeluknya dari belakang.
"Sayang...jangan gini dong ah, Aku lagi nyisir ini," ujar Inge
"Bentar aja sayang, Aku kangen sama Kamu," ujar Devan lalu mencium tengkuk Inge sehingga Inge merinding.
"Jangan gini kak Devan, geli tau ," ujar Inge sambil menahan geli, Devan tidak memperdulikannya dia terus saja mengendus tengkuk Inge.
"Ha..ha..kak Devan..udah..ha..ha..," Inge gak sanggup lagi menahan tawanya. Devan menghetikan aksinya itu tapi masih tetap memeluk Inge.
"Sayang.." bisik Devan
"Mmmm" jawab Inge
"Hari ini kita balik ke Jakarta ya," Inge kaget lalu berbalik ke arah Devan
__ADS_1
"Kenapa dadakan Sayang ?" tanya Inge keberatan karena dia masih ingin berada di sana.
"Aku harus menyelesaikan sesuatu di sana, Aku akan kembali ke Kantor," ucap Devan
"Maksud kamu ke Perusahaan Perdana Corperation gitu ?" tanya Inge, Devan mengangguk
"Apa kamu yakin sayang , apa itu gak terlalu berbahaya ?" tanya Inge
"Gak kok sayang, lagian aku kembali ke sana bukan sebagai Mr DP, tapi sebagai staf pemasaran ," ujar Devan
"Loh kok begitu, bukankah kamu pemilik perusahaannya ya ," ujar Inge
"Dion Bilang ada sesuatu yang Janggal di bagian pemasaran, Kurvanya menurun drastis dan banyak lagi kejanggalan-kejanggalan lainnya yang membuat perusahaan merugi," ujarnya
"Terus kamu mau menyelidikinya sendiri gitu ?"
"Yap..kamu pinter juga sayang, kamu memang jeli sekali pantesan semua anggota Herois Busters membanggakan kamu kemarin," ujar Devan
"Kamu bertemu dengan mereka semua Sayang, Aku jadi kangen Sama mereka, jadi pengen reunian," ujar Inge
"Boleh, tapi jangan sekarang ya sayang..nanti kalau semua masalah di Perusahaan selesai aku Janji akan membawa kamu bertemu dengan mereka," ujar Devan
"Iya sayang..apa sih yang gak buat kamu ,"
Devan mengecup bibir Inge Lembut, Akhirnya kecupan itu berubah menjadi ******* yang memanas, Inge pun sudah bisa mengimbangi aksi Devan itu.
Tiba-tiba Inge melepaskan Ciuman Devan karena tangan Devan sudah tidak terkondisikan lagi.
"Sayang..jangan mulai lagi deh, nanti kamu yang tersiksa sendiri ," ucap Inge, Devan pun akhirnya melepaskan tangannya di tubuh Inge ketika menyadari Si Jeki sudah mulai berdiri.
" Tuh kan...bangun," ucap Inge ketika melihat ke arah bagian bawahnya Devan.
"Gimana dong ?" tanya Devan
"Kamu sih bandel, rasain aja sendiri, aku mau siap-siap dulu kan kita mau pulang ke Jakarta ," ujar Inge lalu menuju ke kamar Ganti.
"Yach harus mandi lagi deh untuk menenangkan Si Jeki, Jeki..Jeki..kamu yang sabar ya, nanti juga kamu akan pulang ke rumah yang nyaman," ujar Devan bergegas ke kamar mandi untuk menenangkan Si Jeki.
Inge cekikikan sendiri melihat Suaminya yang seperti itu, dia juga merasa kasihan pada Devan.
__ADS_1
"Kasian kak Devan, Sudah nikah tapi belum bisa MP, tapi bagus deh gue datang bulan, hitung-hitung buat mempersiapkan diri buat MP nanti, kan nikahnya juga dadakan gini," ujar Inge
Dia pun Akhirnya memasukkan pakaian-pakaiannya ke dalam Koper karena Bi Ijah telah membawakan semua baju-bajunya ke sana.Inge sudah siap, dia bergegas keluar dari sana karena tidak mau nanti Devan khilaf lagi.
"Sayang...aku tunggu di bawah ya ," ujarnya akan tetapi Devan tidak mendengarnya dan Dia terus melanjutkan mandinya dan akhirnya si Jeki jinak juga.
Devan sudah selesai Mandi dan menenangkan Si Jeki, Dia kemudian keluar dari sana.
"Sayang...ambilin Baju aku dong," suruhnya
"Sayang..!" karena gak ada sahutan dari Inge Devan kemudian melangkah menuju kamar ganti akan tetapi Inge tidak ada di sana.
"Kemana dia, Ah mungkin dia sudah ke Bawah," ucap Devan
Akhirnya Dia memakai pakaiannya , Dia sudah terlihat tampan dengan kaos dan Jeans serta jaket yang dulunya di simpan oleh Inge yang sempat di ambil dari Rumah Bi Ijah.
Devan Turun dengan gagahnya, Di Bawah terlihat semuanya sudah menunggunya di sana dan mereka kelihatan sudah siap semua termasuk Bondan Dan Nita juga.
"Kok lama Sih Van ?" tanya Elang
"Lo kayak gak tau aja, tu Rambut masih basah kali," ujar Andi
"Apa siang-siang begini kalian juga masih indehoy," ujar Elang
"Gimana mau Indehoy, Inge nya lagi datang bulan," ucap Dion keceplosan, Devan menatap dingin ke arah Dion , Dion menutup mulutnya.
"Ni mulut bandel banget sih, gak lihat apa Devan kayak mau nerkam gitu," guman Dion sambil memukul-mukul mulutnya
"Ha..ha..ha..jadi ucapan gue kejadian ya, memang ya mulut gue ini keramat," ujar Elang
"Keramat pala lo,, lo masih ada urusan sama gue," ucap Devan Dingin lalu mengandeng tangan Inge dan membawanya ke mobil.Elang menelan Salivanya mendengar ucapan Devan itu.
"Hayo lo, lo sih punya mulut gak bisa di jaga, awas kena amukan Devan lo,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai..hai..hai..
mohon dukungannya ya di CS Aku yang Judulnya : CINTA BEDA DUNIA
__ADS_1
Makasih🙏🙏🙏