Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 152


__ADS_3

"Inge...Inge lagi di culik saja masih mikirin makanan," guman Devan yang membuat pasukan ninjanya tersenyum


"Pokoknya aku gak mau tau ya sayang, kalau kamu gak bawa pesanan aku kamu gak usah ke mari," ujar Inge yang membuat Devan geleng-geleng kepalanya.


"Kamu sekarang ada di mana ?" tanya Devan


"Jadi kamu belum menemukan tempat di mana aku di sekap ya, kamu ngapain aja sih, kok sampai saat ini kamu belum menemukan tempat ini," ujar Inge


"Aku sudah menemukan tempatnya sayang, tapi sepertinya di sana banyak di buat jebakan deh, makanya aku dan pasukan Ninja lagi mengatur strategi buat masuk ke sana," ujar Devan


"Gak usah kelamaan ke sininya, nanti aku keburu mati kelaparan, ayo cepat kemari kalau gak dua minggu kamu gak aku kasih jatah,"


"Jangan dong sayang, kasian si Jeki kalau begitu," ujar Devan yang membuat Tawa pasukan Ninjanya pecah.


"Diam kalian," ujar Devan yang membuat semuanya terdiam


"Udah dulu ya sayang sepertinya ada yang datang," ujar Inge lalu memutuskan sambungan telponnya.


Inge mematikan ponsel itu, lalu menyimpannya di sakunya.


Sementara Devan makin khawatir dengan Istrinya itu saat mendengar ucapannya tadi.


"Gimana Bos, apa langsung kita serang saja mereka ?" tanya ketua dari Ninja itu


"Jangan dulu, beberapa dari kalian balik ke kota dan beli Pizza 2 Box, Burger 3 dan spaghety tiga porsi, dan jangan lupa minumnya," suruh Devan


"Buat apa Bos, apa kita akan pesta ?" tanya mereka


"Pesta apanya, itu semua buat istri saya,"


"Apa gak keburu Bos, apa Bos gak takut kalau terjadi apa-apa sama istri Bos,"


"Saya lebih takut kalau dia ngambek, sudah jangan banyak tanya, cepat lakukan apa yang saya suruh," ujar Devan lalu kembali menelpon nomor tadi, tapi nomornya sudah tidak aktif.


"Kenapa Mati sih, apa batrenya Habis ya ," guman Devan


Tak lama kemudian para Ninja yang di utus untuk membeli makanan buat Inge sudah datang, mereka pun akhirnya kembali menuju gedung tempat Inge di sekap.


Di Perusahaan...


Andi dan Tata sedang mencoba meng Hack semua komputer yang ada di Perusahaan albert seperti yang di arahkan oleh Dion, namun beberapa kali mereka hendak menembus pertahanan Perusahaan Albert namun belum berhasil juga.

__ADS_1


"Ini terlalu sulit pak Dion, pertahanannya terlalu sulit di tembus," ujar Andi


"Ayo kalian coba lagi," ujar Dion


Mereka pun mencobanya lagi namun kembali gagal


Aaahhh " Andi mengacak-ngacak rambutnya Frustasi


"Nasib..nasib giliran dapat tugas pertama kok susah bener yak," ujar Andi lalu menghempaskan tubuhnya di Sofa.


"Coba kalian kerjakan lagi sampai bisa, saya gak mau tau, ini permintaan Langsung dari Mr DP," ujar Dion


"Lagian Mr DP ada-ada aja sih, pakek suruh memanipulasi Kurva saham segala,sudah bagus sahammnya melonjak naik malah di suruh turunin," ujar Andi


"Kalian jangan banyak Protes, setiap perintah dari Mr DP wajib dilaksanakan, kalau gak mau di pecat," ujar Dion


"Iya..iya..kita akan coba lagi," ucap Andi lalu kembali berkutat dengan Laptopnya.


"Yes berhasil..kita berhasil ngehack semua Komputer perusahaan itu," ucap Andi sambil bertos Ria bersama Tata.


"Gimana dengan Kurva Sahamnya apa sudah berubah posisinya," tanya Dion


"Kalau soal itu Sepertinya kita butuh bantuan seseorang deh Pak," ucap Tata yang membuat Andi dan Dion melihat ke arahnya.


"Ntar juga Pak Dion tau," ujar Tata lalu menelpon seseorang.


"Mbak bisa ke Perusahaan sebentar gak,"


"Oke aku tunggu ya Mbak ," ujar Tata kemudian memutuskan sambungan telponnya.


"Lo hubungi siapa sih Ta ?" tanya Andi


"Kepo...udah kerjain lagi kerjaan lo, jangan banyak omong,"


"Lo kalau begitu jadi tambah imut tau gak Ta ," ujar Andi


Pletak...


Tata menjitak kepala Andi sehingga Andi meringis ke sakitan. Dion hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat mereka.


Tak lama kemudian pintu ruangan Itu di ketuk dari luar, Tata segera membukanya, tampak seorang wanita cantik masuk ke sana.

__ADS_1


"Sarah...!" Dion kaget melihat yang datang itu adalah manager Cafenya Devan


"Kok lo di sini ?" tanya Dion lagi


"Tata yang manggil saya pak Dion ," jawab Sarah dengan senyumnya yang manis


"Ta..apa yang mesti mbak kerjain nih," Tata menjelaskan apa yang di inginkan oleh Dion.


Setelah mendengar penjelasan dari Tata Sarah mulai mengetik-ngetik di Laptopnya Tata.Jari jemarinya sangat lihai mememajnkan benda itu.


Sudah setengah jam berlalu sampai-sampai Andi ngantuk dan tertidur tapi tidak dengan Dion, dia memperhatikan apa yang di lakukan oleh Sarah.


Dion merasa takjub dengan keahlian Sarah itu dan pada akhirnya Sarah menekan Enter di Laptopnya dan mulai membunyikan otot-otot jarinya.


"Selesai...Ta, tugas Mbak sudah selesai, bilang sama pak Bos suruh transfer ya ," ujar Sarah, Dion mulai melihat Laptop Tata, dia kaget katika melihat hasil kerja Sarah yang sempurna itu.


"Gue gak nyangka lo Ahli dalam bidang ini Sar ," ujar Dion


"Kenapa lo gak kerja di sini saja, kenapa juga lo malah bekerja jadi manager Cafe," Ujar Dion


"Saya sudah pensiun pak Dion, pak Bos lebih mengetahui segalanya ," ujar Sarah lalu pamit pergi dari sana


"Ta siapa sih dia sebenarnya ," tanya Dion ke Tata, Tata menggidikkan bahunya.


Di Perusahaannya Albert mendapat laporan dari Orang kepercayaannya kalau Saham Perdana Corperation merosot jatuh, Kabar itu membuatnya tertawa penuh kemenangan.


"Devan..Devan..lo memang jenius dan bisa gue andalin, Tapi lo salah sudah percaya sama gue," ujar Albert


"Saatnya gue ke Gedung penyekapan, gue sudah gak sabar ingin menikmati tubuh sexy Istri lo,, Devan...Devan...lo itu terlalu naif," ucap Albert kemudian mulai beranjak dan pergi ke sana dengan pengawalan yang ketat.


Devan sudah sampai di gedung penyekapan, menurut Pantauannya Gedung itu di pasang banyak Ranjau di sekelilingnya dan akses utama masuk ke gedung itu hanya melewati jalur utama yang di jaga ketat oleh preman-preman berbadan besar dan bersenjata lengkap.


"Kalian menyebar di semua sisi, bunuh siapa saja yang melintas, kali ini kita tidak memberi Ampun pada mereka," ujar Devan.


"Ini gimana bos," tanya salah seorang dari mereka sambil mengangkat makanan yang ada di tangannya.


Devan berpikir kalau itu tidak di bawa nanti Istrinya makin marah, dia tidak mau gak dapat jatah dua minggu seperti ancaman dari istrinya itu.


"Itu taruh di situ saja, nanti biar saya yang membawanya, kalian laksanakan tugas kalian dengan baik dan beri kode seperti biasa kalau area itu sudah steril," ujarnya, Mereka pun kemudian menyebar ke semua sudut yang ada di gedung itu.


Tak butuh waktu lama kode dari salah seorang Ninja pun terlihat, Devan mulai beraksi...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2