Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 44


__ADS_3

Gimana pak Bos enak kan masakan aku ?" tanya Xindy


Lumayan ," jawab Zain Singkat sambil mengelap mulutnya.


Lumayan kok sampai gak bersisa gitu," ledek Xindy


"Sudah jangan bawel, gue mau kembali bekerja," ujar Zain hendak pergi


"Makasih ya Pak Bos sudah masakin aku," ujar Xindy meledek Zain.


Zain tersenyum tanpa menoleh kearah Xindy lalu dia melangkah menuju ke ruangannya.


Sampai Di ruangannya entah mengapa Zain malah gak konsen bekerja, selalu teringat di saat Xindy tersenyum padanya, meledeknya bahkan mengancamnya. Semua bayangan itu seakan gak mau pergi dari kepalanya.


"Ada apa sama gue, kenapa Indah selalu saja ada di pikiran gue, ada apa ini ," ucapnya


"Aaaaggghhh Indah pergi lo dari kepala gue..."Teriak Zain sambil memukul-mukul kepalanya.


Gubrak...


"Ya pak Bos, Pak Bos manggil aku ?" tanya Xindy yang sudah ada di depan pintu itu, Zain kaget.


"Siapa yang manggil lo sih, pergi sana," Marah Zain


"Tadi manggil gini...Indaah...., Gitu pak Bos manggilnya," ujar Xindy meniru teriakan Zain tadi.


"Lo salah dengar kali," ujar Zain tersenyum


"Tuh kan kalau senyum begitu pak Bos tambah tampan deh," ucap Xindy


"Pergi lo ganggu gue kerja aja," usir Zain Padahal wajahnya mulai memerah mendengar pujian Xindy tadi


"Iya..iya..galak amat sih, ntar Tampannya hilang loh ," ujar Xindy lalu keluar dari sana.


"Dasar si Indah bisa-bisanya dia ngomong begitu tadi, kok wajahku panas ya mendengar ucapannya tadi , tapi kok aku suka ya," ucap Zain sambil tersenyum.


Di Pantry Xindy malah kesal sama Zain.


"Kenapa Rico berubah ya, jadi galak, cerewet, dan suka marah-marah gak jelas, aku kangen Rico yang lembut, perhatian dan Humoris, Kapan masa-masa itu kembali lagi ya," ujar Xindy meneteskan air matanya.


"Aku harus sabar menghadapi Rico yang sekarang, aku gak akan pernah menyerah dan akan terus berusaha membuat dia mengingat kembali sama aku," ujarnya menyemagati dirinya sendiri.


*

__ADS_1


*


"Joko bagaimana perkembangan Zain sekarang?" tanya Inge


"Sepertinya Tuan Zain berubah Mbak, dia sering marah-marah gak jelas tapi hanya sama Non Xindy saja, kalau sama yang lainnya sama seperti dulu," ujar Joko


"Hebat Xindy bisa membuat Zain mood nya naik turun, ya sudah kamu antarkan saya ke makamnya Mas Devan saya ingin memberitahukan padanya kalau kita akan mendapatkan menantu yang sama sepertiku," ujar Inge


"Ayo Mbak,"


Mereka pun akhirnya pergi ke makamnya Devan.


"Mas Devan aku datang lagi loh, kamu gak bosan kan kalau aku sering-sering ke sini, ya pasti enggak lah , kamu pasti senang kalau aku sering ke sini kan." ujar Inge sambil menaruh sebuket bunga di batu Nisannya Devan.


"Mas Devan, Putra kita Masih dalam masa pemulihan, dia melupakan Kekasihnya, kamu tau gak kalau aku sudah menemukan Xindy pacarnya Zain dan mungkin sebentar lagi kita akan punya Mantu, kamu pasti senang kan sayang, aku sangat bahagia loh, kalau kamu masih ada di sini bersamaku aku makin tambah bahagia," ujar Inge sambil meneteskan air matanya.


"Sayang udahan dulu ya kita bersuanya, kapan-kapan aku akan ke sini dengan calon mantu kita gak sama Joko terus -terusan , kamu pasti bosan kan lihat wajah dia terus, tenang saja sayang nanti kalau Zain sudah sembuh aku akan datang ke sini sama Menantu dan cucu kita," ujar Inge sambil mengelus batu nisan itu.


Lah kok aku sih, aku gak salah apa-apa loh, mbak Inge memang kejam,, batin Joko


"Mbak katanya udahan , kok masih duduk sih, ayo kita Pergi." ajak Joko


"Diam Kamu Joko, tuh kan sayang dia memang resek pengen sekali dia memisahkan kita, kalau kamu mau kamu pecat saja dia," ujar Inge lagi


"Joko..ngomong sekali lagi beneran tak pecat kamu," ujar Inge


Joko menutup mulutnya dengan tangannya agar gak bicara lagi.


"Sudah yuk Jok kita pulang saja, hari juga sudah mau sore nih," ajak Inge


Lah tadi gak mau pergi sampai ngancam-ngancam mecat aku segala, sekarang malah ngajak pulang, memang Mbak Inge gak bisa di tebak orangnya,,batin Joko.


Joko tidak banyak bicara lagi karena takut makin salah, dia hanya menuruti saja kemauan Inge.


"Joko..kita gak usah pulang dulu, kita mampir ke kantor sebentar yuk,"


"Mau ngapain sih Mbak ke kantor ?"


"Aku kangen sama Xindy, gimana ya nasib dia di sana, pasti dia sedih di marah-marahi sama Zain terus,"


"Tenang saja Mbak, Non Xindy itu tahan banting, Jangankan di marah-marahi, dulu Ayahnya sekarat saja dia masih bisa berpikir jernih, aku salut loh sama Non Xindy Mbak, dia itu tegar sekali, kehidupannya selalu saja dalam kesedihan tapi dia masih bisa tersenyum," ujar Joko


"Iya Jok, dia itu sangat persis denganku, tapi bedanya aku mendapatkan Mas Devan dengan cara yang mudah tapi dia harus berjuang mendapatkan cintanya kembali," ujar Inge

__ADS_1


Tak terasa mereka sudah sampai di Perusahaan Perdana Corperation. Inge turun dari mobilnya dan melangkah ke dalam Kantor itu di ikuti oleh Joko di belakangnya.


Semua Karyawan menunduk ketika melihatnya, tidak ada yang berani menatap Inge secara langsung.


Inge langsung menuju ke Lantai 23 ke tempat ruangan Putranya.


"Eh Ibu Bos, apa kabar Ibu Bos, " ujar Leni


"Zain nya ada ?" tanya Inge


"Ada Ibu Bos, silahkan masuk," ujar Leni


"Gak perlu kamu suruh pun saya juga akan masuk," ucap Inge dingin, Inge tau kalau Leni menyukai Zain, namun dia tidak suka sama Leni yang menurutnya mirip penjilat itu. Bajunya juga selalu kurang bahan.


iiihhh resek banget sih Ibu Bos, kalau Dia bukan ibunya Pak Zain gue males kali baik-baikin dia,, batin Leni.


"Leni suruh OG membuatkan minuman buat saya," suruh Inge


"Biar saya saja yang membuatkan minumannya Ibu Bos," ujar Leni


"Gak usah, Joko bilang ada OG baru di Lantai ini, suruh dia saja," ujar Inge


"Baik Ibu Bos," Leni langsung menuju ke Pantry.


"Heh Gembel, lo di suruh buatin Minum sama calon mertua gue tuh," suruh Leni


"Kok nyuruh gue sih, itu kan calon mertua lo, lo aja yang bikin," ujar Xindy


"Tapi dia maunya lo yang buatin," ujar Leni


"Berarti dia calon mertua gue dong," ujar Xindy


"Lo Mimpi jangan ketinggian deh, mana mau Zain sama Lo yang dekil gini, selera dia tu kayak gue," ujar Leni


"Ya sudah Ambil saja kalau dia mau, tapi sepertinya dia itu gak berselera deh sama gadis seperti lo, secara body lo kayak Triplex gitu Kutilang ha..ha..ha..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai..hai..mampir yuk di Novel terbaru aku...


Judulnya : Dendam sang Pewaris


mampir ya..jangan lupa dukungannya 😊😊

__ADS_1


__ADS_2