Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 86


__ADS_3

" Gimana kalau kita ngerjain mereka ?" ujar Inge semangat


"Tapi gimana caranya ?" tanya Devan


"Aku punya Ide," ucap Inge sambil membisikkan sesuatu di telinga Devan dan mereka pun tersenyum menyerigai.


" Honey , kayaknya kelas udah mau di mulai deh, aku pergi dulu ya," ucap Inge seraya beranjak dari pembaringannya akan tetapi tangan Devan menahannya.


"Ada apa lagi sih Honey, jangan macam-macam deh ini aku udah telat nih," ujar inge


"Isi daya dulu dong," ucap Devan manja sambil menunjuk pipinya.


"Bener nih ya cuma pipi doang," Devan menganggukkan kepalanya. Inge segera mencium Devan tapi sebelum bibirnya sampai di pipinya Devan, Devan segera mengarahkan bibirnya ke bibir Inge dan mengecupnya lembut. Inge segera melepaskan ciuman itu dan memberengut kesal kemudian pergi dari sana, Devan tertawa penuh kemenangan.


Inge segera menuju ke ruangan kelasnya, disana Nia sudah menunggunya dengan wajah cemas karena Inge belum juga masuk kelas .


Senyum terbit di wajahnya ketika Inge sudah nampak dari kejauhan.


"Inge kemana aja sih kamu ? tadi pak Alvi pesan kalau tugasnya segera di kumpulkan dan nanti waktu istirahat segera di kasihkan ke dia," ujar Nia


"Udah jangan bawel, gue tadi habis ngisi daya dulu," ujar Inge sambil duduk di tempatnya


"Ngisi daya ? maksud kamu apa ?" Inge menaruh telunjuk di bibirnya dan mengode kalau Dosen sudah masuk ke ruangan itu. Nia pun kembali ke tempat duduknya,Pelajaran pun akhirnya di mulai.


Devan sudah masuk ke ruang kelasnya dan duduk di tempatnya, Teman-teman Devan segera menghampirinya.


"Devan..kemana aja sih Lo tadi ? kita sudah nunggu lo dari tadi tau gak," tanya Elang. Devan tidak menjawabnya , dia masih saja senyum-senyum sendiri.


"Kenapa sih lo senyam-senyum begitu, kayak orang gila aja lo," ucap Elang lagi.


"Lo kayak gak tau Devan aja Lang, pasti dia habis berduaan sama Inge," ucap Andi


"Heem...Tadi berduaan sama The king of Campus, nanti waktu istirahat udah Janjian sama Dosen. Enak banget sih jadi si Inge," ujar Mela.


"Maksud lo apa ?" bentak Andi geram mendengar apa yang Mela katakan.


"Ya Iyalah, Dia kan gadis penggoda, semua cowok di godanya, Awalnya Bisma setelah itu Devan, dan sekarang malah Pak Alvi yang di godanya," ucap Nora, Devan mengepalkan tangannya. melihat itu Mela tersenyum karena Devan mulai terpancing dengan omongan mereka.


"Jaga omongan lo kalau lo gak mau Devan marah," ujar Edo

__ADS_1


"Ngapain gue jaga omongan karena memang yang gue katakan ini kenyataannya kok, kalau gak percaya lihat saja sendiri di kantornya Pak Alvi," ujar Mela


Devan beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari sana. Teman-temannya segera mengejarnya.


Di kelasnya Inge sedang mengumpulkan tugas para mahasiswa untuk di kasihkan ke Pak Alvi, setelah selesai Inge segera menuju ke ruangan Pak Alvi. Sampai di sana dia segera mengetuk pintu ruangan itu.


Tok..tok..


"Masuk," ucap Alvian dari dalam ruangan itu


Inge pun masuk dan melihat kalau Alvi sedang berdiri di depan mejanya seperti sudah sengaja menunggunya, Dia tersenyum manis ke arah Inge. Inge segera menuju ke arahnya,tapi tiba-tiba lantainya jadi licin dan dia terpeleset , saat itu Alvi segera menangkap tangannya dan menarik Inge ke arahnya dan akhirnya Inge berada dalam pelukannya dengan posisi Alvian di bawah Inge.


Pada saat itu juga pintu ruangan itu terbuka dan muncullah Devan dengan wajah merah menahan marah melihat adegan tersebut. Edo, Andi dan Elang juga ternganga melihatnya.


"Inge...!


Inge kaget begitu pula dengan Alvi mendengar teriakan Devan, Inge segera melepaskan tangannya di tubuh Alvi dan segera bangkit dari sana.


"Honey..aku bisa jelasin, ini tidak seperti yang kamu pikirkan," ucap Inge dengan wajah cemasnya.


"Kurang ajar," ucap Devan sambil memukul Alvian dengan membabi buta. Alvi tidak tinggal diam dia juga memukul Devan tapi Devan lebih unggul dan kembali memukulnya sehingga membuat Alvi tidak berdaya.


Devan menghentikan pukulannya karna memang Alvi sudah terkapar tidak berdaya, Teman-temannya tak ada yang berani melerai mereka. mereka dari tadi hanya menjadi penonton saja.


"Kamu membela dia ? jangan-jangan kamu memang ada hubungan sama dia hah," bentak Devan.


"Kak Devan dengar dulu penjelasan aku," ucap Inge


"Cukup..aku gak mau dengar apa-apa lagi dari kamu, mulai sekarang aku gak mau melihatmu lagi, dan kalian jangan ikutin gue, gue mau menenangkan diri," ucap Devan segera pergi dari sana, Inge segera mengejarnya.


Senyum terbit dari bibir Alvian, dia puas sudah membuat hubungan Inge dan Devan menjadi Retak walaupun wajahnya sekarang babak belur begitu.


Teman-teman Devan segera pergi dari sana, mereka tidak berani mengejar Devan.


Di taman belakang kampus, Inge sedang mencari-cari keberadaan Devan, sebuah tangan menariknya dan membawa Inge dalam pelukannya, Inge mau memberontak.


"Biar seperti ini dulu sebentar saja, aku ingin menghapus bau tubuh si brengsek itu dari tubuhmu," ucap Devan sambil memeluk erat Tubuh Inge. Inge menurut saja, dia membenamkan wajahnya di dada Devan. Inge merasakan detak jantung Devan berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Honey, jantung kamu kok berdetak kencang banget sih," ucap Inge. Devan tersenyum mendengar ucapan Inge tersebut, Dia kemudian melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Begitulah Baby kalau aku berada di dekat kamu, jadi jangan jauh-jauh dari aku ya, bisa-bisa jantung aku gak akan berdetak lagi," ucapnya, Inge menaruh tanganya di bibir Devan.


"Honey jangan terlalu besar mencintaiku, aku takut kalau nanti aku gak ada lagi.." ucapan Inge terputus karena Devan sudah mencium bibirnya dan mel*** .Devan melepaskan ciumannya.


"Jangan ngomong seperti itu lagi, aku tidak bisa membayangkan gimana jadinya aku kalau itu terjadi." ucap Devan lalu membawa Inge kedalam pelukannya.


Mereka pun Akhirnya duduk di bawah pohon Besar saksi bisu cinta mereka dengan Inge bersandar di bahu Devan.


"Kak Devan..!


"Iya sayang,"


"Tadi kok wajah kamu bisa semerah itu sih ?


"Tadi itu aku cemburu beneran loh," Inge mengerutkan keningnya, dia menatap lekat wajah Devan.


"Jadi kamu cemburu beneran tadi, kan kamu sudah tau rencana mereka." ujarnya gak percaya.


"Ya iyalah aku cemburu, mana bisa aku melihat kamu di peluk oleh laki-laki lain, dan sepertinya kamu betah sekali di peluk sama dia," ucap Devan


"Mana ada, aku sangat risih tadi, kalau tidak ingat sama rencana kita aku sudah menendang dia tadi," ucap Inge.


"Iya..iya aku percaya kok sama kamu, aku cuma ngetes kamu tadi, tapi tetap saja aku cemburu," ucap Devan.


"Dasar bucin," ucap inge sambil mengerucutkan bibirnya


" Baby jangan mancing-mancing deh,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


miss N😘😘😘


Mancing apa ayo..


mancing ikan apa mancing di air keruh ?


Nantikan kelanjutannya ya...


Dan jangan lupa Like..Coment dan Votenya

__ADS_1


Makasih🙏🙏🙏 Love U All❤❤❤


__ADS_2