
"Aku belum selesai ngomong udah main kaget aja, Maksud aku tu ya kamu jangan pecat aku dan biarkan aku kerja di sini dengan Nyaman, gimana ?"
Belum kerja aja sudah bikin masalah apa lagi sudah kerja, gak gue gak bisa membiarkan dia berkeliaran di Kantor gue, tapi kalau gue gak penuhi permintaanya dia bakalan menyebarkan Foto itu dan itu bisa berdampak besar bagi Reputasi perusahaan Gue,, batin Zain
"Gimana kamu setuju gak ?" ucap Xindy yang membuat Zain tersadar dari lamunannya.
"Iya gue bolehin lo kerja di sini asalkan lo tidak menganggu gue," ujar Zain
"Kita lihat aja nanti ," ucap Xindy lalu keluar dari ruangan itu.
"Heh mau kemana lo, Lo hapus dulu Fotonya," teriak Zain
"Tenang saja selama Pak Bos gak marah-marah sama aku Foto ini akan aman bersama aku," ujar Xindy menutup pintu ruangan itu.
"Sial..bisa-bisanya gue di kerjain oleh gadis tengil seperti dia, pokoknya gue harus bisa menghapus Foto itu dari ponselnya dan gue akan mendepak dia dari kantor gue ini,"
Ceklek..
Pintu ruangan itu kembali terbuka dan terlihat Xindy berdiri disana yang membuat Zain kaget setengah mati.
"Aaaa..ngapain lo masuk ke Ruangan gue lagi hah ?
"Aku lupa...aku mau nanya di mana tempat penyimpanan alat Kebersihannya ," ujar Xindy dengan wajah tak berdosa nya.
"Lo cari saja sendiri ," ujar Zain lalu duduk di kursi Singgasananya.Xindy memperlihatkan Ponselnya pada Zain, Zain memelototkan matanya lalu beranjak dari sana menuju ke Arah Xindy, dengan sigap Xindy kembali memasukkan ponselnya ke dalam bajunya.
"Lo Ikut gue," ujar Zain lalu berjalan keluar Ruangan itu.
He..he..ada gunanya juga Foto ini, bisa buat ngancam Zain kalau dia marah-marah dan songong...,, batin Xindy
Xindy mengikuti kemana Zain berjalan, ternyata di balik Tiang besar itu ada sebuah Ruangan yang mirip seperti Dapur yang di sebelahnya ada ruangan untuk Alat kebersihan.
"Lo masuk aja ke sana dan ambil sendiri apa yang lo cari," ujar Zain hendak pergi dari sana.
"Tunggu..!
"Ada apa lagi..," ucap Zain geram
"Ambilin dong," suruh Xindy
Zain sangat Murka tapi apa boleh buat dia harus mengerjakannya demi keselamatan Reputasinya.
Zain kemudian masuk kembali ke sana dan mengambil peralatan kebersihan itu lalu menyerahkan nya kepada Xindy.
"Nak gitu dong, makasih ya Bos Ganteng ," ucap Xindy , Zain tidak mengubrisnya lalu pergi kembali keruangannya.
Xindy memberi tanda Oke dengan jarinya ke arah CCTV yang ada di sana.
__ADS_1
Seorang wanita tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Xindy dan Zain siapa lagi kalau bukan Inge, semua CCTV sudah di sadap oleh Joko agar Inge juga dapat melihat semua yang terjadi disana.
"Pintar sekali Calon mantuku itu, bisa-bisanya dia membuat Zain penurut seperti itu ha..ha.." ujarnya.
Sementara di Ruangannya Zain membuka Jasnya lalu merebahkan diri di sofa yang ada di sana sambil memijit kepalanya yang rasanya mau pecah akibat perbuatan Xindy itu.
Ceklek..
Pintu di buka dari luar
"Mau apa lagi sih Indah..?" tanya Zain tidak melihat siapa yang masuk itu.
"Indah ? Siapa Indah ?
"Om Joko..! ada apa Om," ucap Zain segera bangun dari pembaringannya
"Kamu belum jawab pertanyaan Om, Siapa Indah ?
"Itu OG baru yang resek banget," ucap Zain Kesal
"Ha..ha..ha..hebat sekali dia yang bisa membuat kamu sampai kesal begitu, Om penasaran seperti apa sih dia ,"
"Jangan penasaran sama dia Om, nanti Om malah Jadi Korbannya," ujar Zain
"Kamu berlebihan Zain, Om semakin penasaran sama siapa namanya tadi ?
"Iya si Indah itu, jadi pengen kenal dan berguru padanya, siapa tau bisa bikin kamu kesal tiap hari ha..ha..," ujar Joko
"Jangan macam-macam ya Om, Si Indah satu aja yang resek sudah bikin aku pusing apalagi di tambah dengan Om, bisa pecah kepala aku ini Om," ujar Zain kembali membaringkan tubuhnya di Sofa.
"Ha..ha..ha.." Joko makin kencang tawanya ketika mendengar penuturan Zain itu.
"Oh ya Om., ada apa Om keruangan aku,"
"Gini Zain, tadi Leni minta ijin gak masuk hari ini katanya dia gak enak badan, tapi nanti kamu harus menghadiri Meeting dengan Klien di Restorant X , Om juga gak bisa nemenin kamu karena Mama kamu minta Om mengantarnya ke Makam Ayah kamu," ujar Joko
"Terus aku harus pergi sendiri gitu ?" ujar Zain
"Sepertinya sih gitu, tapi kalau kamu gak mau datang sendiri kamu bisa ngajak si Indah- Indah itu pergi sama kamu,"
"Ogah..yang ada dia ngerecokin semuanya, lebih baik aku pergi sendiri saja Om," ujar Zain
"Terserah kamu Zain, yang penting Om udah saranin sama kamu, oh ya meetingnya sebentar lagi ya." ujar Joko
"Iya..iya Jam sepuluh kan, baru juga jam delapan, aku mau istirahat sebentar, semoga kepalaku cepat sembuh," ujar Zain
"Kalau begitu Om pergi dulu ya Zain, Jangan sampai telat ya Meeting nya," ujar Joko
__ADS_1
"Iya Om," ucap Zain lalu memejamkan matanya.
Tok..tok..
" Siapa sih baru saja mau istirahat masih ada saja yang ganggu," ucap Zain Kesal
"Masuk.."
Ceklek..
Terlihat Xindy masuk kesana dengan membawa sebuah Nampan yang berisi air putih dan semangkuk bubur serta obat sakit kepala buat Zain
"Mau ngapain lagi sih lo, keluar gak ," ujar Zain
"Eh Santai pak Bos, aku kesini di suruh bawa ini sama bapak-bapak tua tadi," ujar Xindy
"Maksud lo Om Joko,"
"Gak tau juga, pokoknya yang pakek jas dan rambutnya agak rontok itu," ujar Xindy
"Ha..ha..Kena juga kan Om joko, rasain dia ," guman Zain
"Loh kok bengong sih Pak Bos, ini di makan buburnya tadi aku belinya susah loh soalnya banyak yang ngantri," ujar Xindy
"Lagian siapa yang nyuruh lo beli bubur sih, gue kan gak sakit,"
"Lah tadi kata pak tua itu Pak Bos sakit kepala dan nyuruh aku beli sarapan dan obat buat Pak Bos, nih dia obatnya," ujar Xindy sambil memperlihatkan Obatnya sama Zain
"Dasar Om Joko, lemes banget sih mulutnya, lebih baik gue makan saja bubur ini agar dia gak bawel lagi," guman Zain lalu mengambil bubur itu dan memakannya.
Puff...
Zain menyemburkan Bubur tersebut
"Kok gini sih rasanya, pahit amat nih bubur," ujar Zain
"Ya pahit lah Bos, namanya aja bubur Pare gak mungkin manis kan, kalau manis itu namanya kolak ha..ha..," ucap Xindy lalu berlari keluar dari ruangan itu sambil memeletkan lidahnya ke arah Zain.
"Indah....!!!!
Di luar ruangan Xindy tertawa terbahak-bahak ketika mendengar teriakan Zain itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mampir dong di Novel aku yang berjudul Dendam Sang Pewaris...
aku sangat butuh dukungan kalian 😊😊
__ADS_1