Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 150


__ADS_3

"Inge gue pul..ang," ucapan Mika terputus saat melihat apartement Itu berantakan dan ada noda darah di lantai, lutut Mika lunglai dan terduduk di lantai, tubuhnya bergetar hebat sehingga dia gak bisa mikir, lama dia terduduk di sana dengan air mata terus mengalir di pipinya.


"Gue harus ngasih tau kak Devan," ucapnya lalu mengambil ponselnya , saat dia sedang mencari-cari kontaknya Devan ponselnya sempat jatuh karena tanganya terus bergetar, dia langsung menyambarnya kembali.


"Hallo...kak Devan Inge di culik ," ucapnya dengan suara bergetar


"Apa...," Raut wajah Devan yang dari tadi terus tersenyum berubah menjadi merah. Gala yang melihatnya langsung menghampirinya.


"Kenapa lo Van, kok wajah lo merah begitu," tanya Gala ,namun Devan tidak mengubrisnya. Devan terus beranjak.


"Mau kemana lo Van?" Devan terus saja berjalan dan menghubungi Dion


" Dion, lo siapkan pasukan Ninja kita segera,dan segera lo ke ruangan Tata," Devan memutuskan sambungan telponnya lalu dia menuju ruangan Tata yang sekaligus ruangan Andi.


Gubrakk..


Devan membuka pintu ruangan itu dengan kasar.


"Hei Bro ..lo kenapa ?" tanya Andi yang kaget melihat Devan datang ke sana, Devan tidak memperdulikannya dia langsung ke arah Tata


"Ta..lo lacak keberadaan istri gue, Di cincin kawin kita ada alat pelacak, lo harus temuin dia secepatnya ," suruh Devan


Dion yang baru datang ke ruangan itu, langsung menghampiri Devan


"Semua sudah siap Van, ada apa sih sebenarnya ?" tanya Dion


" Sepertinya Angel berulah lagi, dia kembali nyulik istri gue ," ujar Devan


"Apa ...! Inge di culik lagi sama si kintilanak itu ? gak ada kapok-kapoknya ya dia," ujar Andi kaget


"Kita harus segera mencarinya Van," ujar Dion


"Kita tunggu Tata selesai melacaknya, " ujar Devan


"Apa gak keburu Van, keburu si Kunti itu berbuat macam-macam sama Inge ," ujar Andi


" Kita gak boleh gegabah, gue yakin kali ini dia tidak bergerak sendirian , dia pasti di bantu sama Albert," ujar Devan


"Ketemu..."Ujar Tata..Semua menuju ke arahnya


"Tapi...kok sinyalnya terputus ya, sepertinya cincin itu di buang di tengah jalan atau sudah mereka hancurkan," ucap Tata

__ADS_1


"Sepertinya kita harus balik ke apartement gue dulu," ujar Devan


"Buat apa ? bukankah sebaiknya kita langsung cari dia saja ya, " ujar Andi


"Gue yakin istri gue ninggalin sesuatu di sana, ta Lo juga ikut kita, bawa laptop lo sekalian," ujar Devan


Mereka pun akhirnya pergi dari kantor itu menuju Ke Apartement Devan dengan satu mobil saja yaitu mobil Dion.


"Dion suruh pasukan kita siap siaga ,"


"Siap ," ujar Dion , Andi binggung melihat Dion yang merupakan atasan mereka hanya mangut-mangut saja dengan perintah Devan


"Ta..lo lacak lagi keberadaan mereka," Tata masih mengetik di Laptopnya


"Gue ngapain ?" tanya Andi


"Lo diam saja ," ujar Dion yang membuat Andi seketika terdiam, Semua kelihatan serius.


Saat mereka sudah sampai di parkiran apartement, Devan langsung menuju ke Apartementnya di lantai 17.


Mereka semua sudah berada di sana, terlihat Mika sedang duduk di sofa sambil memeluk lututnya dengan wajah pucatnya.


"Devan masih memperhatikan Darah di lantai itu yang membentuk sebuah gambar," dia terus memperhatikannya dengan seksama


"Peti..."ucapnya yang membuat mereka memandang ke arah Devan


"Peti...? gue tau," ucap Mika yang membuat mereka melihat ke arahnya


"Inge punya sebuah peti yang di simpan dengan baik, mungkin ada di lemari kalian," ucap Mika, Devan bergegas menuju kamarnya dan mengacak-ngacak lemarinya dan akhirnya dia menemukan sebuah peti berukuran kecil dengan ukiran aneh di atasnya.


Devan dengan susah payah membukanya dan akhirnya peti itu terbuka juga. Di dalam peti itu terdapat banyak Foto-foto Inge dan Devan dan ada sapu tangan dedemit yang dia simpan tapi netra Devan menatap sebuah benda yang nampak kuno.


"Apa ini ," ucap Devan sambil memegang sebuah benda seperti kompas di tangannya.


Mika merebutnya, dia melihat takjub ke arah benda itu.


"Ini kan Kompas Trisula Nirvana ," ujar Mika


"Lo tau apa itu," tanya Devan


"Iya kak, dulu gue dan Inge pernah masuk Padepokan. yang gue tau nih siapapun yang memiliki Kompas ini, kompas ini akan terhubung dengan orang yang memilikinya, gue baru tau kalau Inge memiliki salah satunya dari tiga kompas tersebut," ujar Mika

__ADS_1


"Maksud lo apa sih gue gak ngerti,"


"Gini kak, kita akan tau keberadaan Inge karena kompas ini akan menunjukkan keberadaannya, karena kompas itu akan terhubung langsung dengan pemiliknya," ujar Mika


"Jadi kompas ini akan membawa kita kepada Inge ," ujar Devan


"Iya..gue akan bantu membaca kompas itu, karena semua murid perguruan itu diajari untuk membaca kompas tersebut,"


"Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo kita berangkat," ujar Andi


"Lo gak usah ikut Ndi, lo sama Tata kembali saja ke kantor," suruh Devan


"Tapi Van, gue mau ikut mencari Inge ," ujar Andi, Devan menatap tajam ke Arah Andi


"Iya..iya..gue balik ke kantor sama Tata ," ujar Andi mengandeng tangan Tata namun menepis tangan Andi


"Dikit aja gak boleh," ucap Andi, Tata menunjukkan tinjunya ke arah Andi yang membuat Andi cengengesan.


Setelah Andi dan Tata pergi, mereka mengambil senjata di lemari rahasia milik Devan dan bergegas pergi mencari keberadaan Inge.


Mika terus mengarahkan kemana arah kompas itu menunjuk, Dion masih sibuk menghubungi pasukan Ninjanya sedangkan Devan mengemudikan mobilnya.


Mereka Akhirnya sampai di sebuah gedung tua yang jauh dari perkotaan, sepertinya gedung itu sudah lama tidak beroperasi, terlihat banyak penjaga di depan gedung tersebut dan terlihat sekali kalau mereka semua memegang senjata Api.


"Sepertinya kita harus mengatur strategi terlebih dahulu, mereka sepertinya sudah memasang jebakan di mana-mana, gue tau gimana liciknya si Albert itu," ujar Devan


Akhirnya mereka kembali menjauh dari gedung itu,Dion menghubungi pasukan Ninjanya untuk berkumpul di suatu tempat yang telah di tentukan.


Saat Devan hendak menjelaskan Srateginya ponselnya berbunyi, Devan segera mengangkatnya


"Hallo saudaraku Devan, apa kabarnya Saudaraku ini saat ini," ujar Albert ditelponnya.


"Brengsek lo Al, lepasin istri gue," ujar Devan emosi, terlihat Devan menggepalkan tangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sabar Van...jangan Esmosi


miss N juga Es Doger alias Dongkol Van, para Readers Comentnya dikit amat, yang like nya pun dikit.


Apa miss N ikut Devan saja menyelamatkan Inge biar gak usah mikirin besok harus nulis apa dan gak usah mikirin Up lagi...😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2