Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 166


__ADS_3

Setelah penampilan dari SUJU kemudian dilanjutkan dengan penampilan Blak Pink yang juga gak kalah hebohya, di ikuti beberapa Group Band Indonesia yang terkenal dan juga penyanyi dangdut yang lagi naik pohon eh salah naik daun maksudnya he..he..


"Oke kita rehat dulu sejenak sambil menikmati hidangan yang sudah di sediakan, dan acara selanjutnya akan di bawakan langsung oleh Direktur Utama Perusahaan Perdana Corperation dan beliau juga yang akan memperkenalkan Mr DP yang mungkin sudah ada di tengah-tengah kita namun kita tidak mengenalnya, Baiklah kepada Pak Dion kami persilahkan."


"Assalamuàlaikum warahmatullahi wabarakatuh..."


Semua menjawabnya...


"Baik lah sebelum saya memperkenalkan Siapa Mr DP saya mempunyai satu keinginan yang ingin saya utarakan kepada seseorang yang spesial di hati saya dan di Acara spesial ini saya akan melamarnya, saya harap kepada saudari Mika silahkan naik ke atas panggung," ujar Dion


"Ayo Mik, naik sana...siapa tau Kak Dion sudah bawa penghulu juga," ujar Nia yang membuat Mika jadi merona dan salah tingkah. Dia pun dengan naik ke atas Panggung.


Saat Mika sudah berada di atas panggung Dion langsung berlutut di hadapan Mika, Mika jadi kaget melihatnya, dia tau kalau Dion akan melamarnya, tapi tidak seperti ini juga kali.


"Om Ganteng kenapa pakai di umumin segala sih lamarannya, kan aku jadi malu," ujar Mika


"Aku Ingin semua orang tau kalau kamu adalah calon istriku sayang," ucap Dion


"Duuuh Romantis banget sih kak Dion, kamu kalah romantis tau," ujar Inge


"Sayang aku pasti akan lebih romantis dari Dion, lihat saja nanti ya," ujar Devan tersenyum


"Sayang kamu juga bikin kejutan buat aku, apa itu sayang ?" tanya Inge senang


"Rahasia dong, kalau aku bilang-bilang bukan kejutan namanya, kamu sabar dong, kita lihat sampai dimana Dion bisa Romantis, paling sebentar lagi dia kelimpungan sendiri," ujar Devan dengan serigainya dan memperlihatkan sebuah kotak kecil di tangannya.


"Apa itu sayang ?" tanya Inge


"Kotak cincin buat lamarannya Dion," jawab Devan


"Kok sama kak Devan sih kak?" tanya Nia

__ADS_1


"Tadi dia kelupaan ngambil setelah menaruhnya di meja ruangan kontrol, aku ambil saja, dan sebentar lagi kita akan melihat adegan yang membuat Dion kelabakan he..he.." ujar Devan


Benar saja, diatas panggung Dion sedang mencari-cari kotak cincin yang dia simpan di saku jas nya akan tetapi Dion tidak menemukannya.


"Sayang maaf ya, cincinnya hilang, aku yakin tadi aku taruh di saku Jas aku, tapi sekarang gak ada," ujar Dion dengan wajah menyesalnya.


"Gak apa-apa sayang, walaupun gak ada cincin aku akan tetap mau menjadi calon Istrimu," ujar Mika


"Terima kasih sayang," ucap Dion


"Kak Devan kembaliin sana cincinnya, kasian kak Dion bisa malu nanti kalau lamarannya gak pakai cincin," suruh Inge


"Kamu tenang saja sayang, Dion itu pintar, kita lihat saja apa yang akan dia lakukan setelah ini,"ujar Devan, Mereka pun kembali melihat ke arah Dion dan Mika.


"Hari ini saya akan menyatakan rasa cinta saya kepada Gadis di hadapan saya dengan cara yang berbeda dengan yang lainnya yaitu lewat sebuah Sulap,"


"Saya akan mentransfer energi ke dalam tangan saya ini , coba kalian lihat tangan saya kosong..sebelah sini juga kosong..perhatikan baik-baik ya.." ucap Dion, semuanya Fokus memperhatikan tangan Dion.


"Saya akan memasukkan tangan saya ke dalam saku celana saya, dan akan keluar benda yang ingin saya persembahkan buat tanda lamaran saya kepada gadis cantik yang sudah membelenggu hati saya ini,"


"Tuh kan pasti ada diantara kalian yang berkedip,tapi tidak apa-apa saya akan menyerahkan salah satu benda di dalam dompet ini sebagai tanda cinta saya kepada Mika," ujar Dion lalu membuka dompet itu dan mengeluarkan sebuah Black Card Unlimited di tangannya, semuanya sontak Riuh.


"Kak Dion ternyata lucu juga ya Sayang," ujar Inge


"Mika Will You Marry Me ?


"Enggak.." jawab Mika yang membuat semuanya Tercengang, bagaimana Bisa gadis biasa seperti Mika menolak Cintanya seorang Direktur utama perusahaan besar itu, tak terkecuali Inge dan sahabat-sahabatnya.


"Maksud aku aku gak bisa Nolak, tapi aku gak bisa terima kartu itu, aku hanya menginginkanmu saja, bukan hartamu, jadi ini kamu simpan saja," ujar Mika sambil memegang tangannya Dion


"Sok Munafik," Ucap Meta

__ADS_1


"Iya, coba kalau pak Dion gak Kaya, pasti dia gak akan mau sama dia," ujar Cella, Inge samar-samar mendengar ucapan mereka, dia sangat geram, tiba-tiba muncul sebuah Ide di kepalanya untuk memberi pelajaran kepada mereka.


"Sayang...aku ke toilet sebentar ya," ujar Inge


"Apa mau aku anterin sayang ?" tanya Devan


"Gak usah sayang, aku sendiri saja," ujar Inge. Devan pun menganggukan kepalanya. Inge langsung pergi menemui Fania.


"Fania..." panggilnya


"Eh Nge..ada apa kamu panggil aku,"


"Lo bawa Senjata rahasia kita gak , Gue pinjam ya," Fania merongoh sakunya dan mengeluarkan beberapa Jarum yang sangat kecil dan menyerahkannya kepada Inge.


"Makasih Ya Fan.., Gue pergi dulu, nanti kita ketemu lagi selesai acara," ujarnya, Fania mengangguk sambil tersenyum manis ke arah Inge.


Inge pun kembali ke tempat Devan dan duduk di sebelahnya.


"Loh kok lama sih sayang, acara puncak mau di mulai, aku gak mau saat aku nanti ke sana kamu gak ada di samping aku."


"Iya sayang, aku akan tetap berada di samping kamu sampai ajal menjemputku," ujar Inge


"Sayang ...jangan ngomong seperti itu, aku gak mau kehilangan kamu, jadi jangan pernah ucapin kata-kata itu lagi mengerti," ujar Devan sedikit marah


"Iya..iya..bawel amat sih suamiku ini, kayak emak-emak saja," Devan tersenyum mendengar ucapan Inge.


"Baiklah karena lamaran saya di terima, saatnya saya memperkenalkan Pemilik Perusahaan Perdana Corperation yang kita kenal dengan nama Mr DP yang mungkin sedang berada di tengah-tengah kita saat Ini ayo kita sambut Mr DP..."


Semua orang celingak-celinguk melihat ke sana Kemari namun tidak ada yang bangun, dari duduknya


"Oh baiklah karena dia mungkin tidak suka kalau saya memanggilnya seperti itu maka saya akan memanggil namanya yang sebenarnya, Ayo kita sambut Tuan Devan Perdana pemilik Perusahaan Perdana Corperation...

__ADS_1


Andi,Elang dan Edo ternganga, tak terkecuali Mika dan Nia serta semua tamu undangan yang mengenalnya, mata mereka mengarah ke arah Devan, Devan hanya tersenyum manis ke arah mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2