Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DIKEJAR CINTA KANG OJOL eps 1


__ADS_3

🍁Hai..hai..para Readers..aku gak jadi kasih End deh ceritanya..aku lanjut Season 2 nya disini aja ya karena sayang levelnya 😁😁😁


🍃Prolog


Kisah ini menceritakan tentang Erico Perdana, dia adalah anaknya Devan dan Inge yang sangat Dingin terhadap yang namanya wanita, mungkin turunan dari ayahnya kali ya.


Tapi di balik sifat dinginnya itu ternyata dia juga somplak seperti ibunya Inge , dia hanya dingin kepada wanita yang mendekatinya saja tapi tidak untuk teman-temannya.


Usianya sudah tidak muda lagi namun dia masih saja menjomblo sehingga membuat Ayah dan Ibunya mengkhawatirkan kalau-kalau dia tidak Normal.


Suatu hari di saat dia sedang meninjau perusahaan cabang yang bermasalah di sebuah kota dia bertemu dengan seorang gadis SMA yang membuat pendangannya terhadap wanita berubah 180 °, Sepertinya dia jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Gadis itu...


Penasaran Kisahnya..langsung baca aja ya...Jangan Lupa tinggalkan jejakmu dan Komentar terbaikmu ya...😊


Bab 1 dan 2 miss N sisipkan Kisah Inge Dan Devan dulu biar nyambung ceritanya


...----------------...



DICKO 1


Inge sudah hamil tua, dia tinggal menunggu kelahiran Putranya, Setelah Di USG bayi mereka berjenis kelamin laki-laki.


Hari ini adalah hari pernikahannya Dion dan Mika, Inge sudah siap dengan gaunnya yang di rancang oleh Desainer ternama di Jakarta, Gaun itu di rancang mengikuti bentuk tubuhnya yang sekarang.


Devan Juga sudah siap dengan Tuxedo nya, Awalnya dia tidak setuju kalau Dion harus menikah sekarang karena Inge belum melahirkan, akan tetapi Inge membujuknya dan akhirnya Devan mengizinkannya.


"Kamu sudah siap sayang ?" Tanya Devan


"Iya mas...ayo kita berangkat," ajak Inge semangat. Walaupun sudah hamil tua akan tetapi dia masih lincah seperti semasa belum hamil.


Devan mengandeng Istrinya dan menuntunnya ke mobil.


"Pak bawa mobilnya pelan-pelan saja ya, jangan lewat 30 km perjam ya ," ujar Devan kepada supirnya


"Baik Tuan," jawab supir itu lalu mulai melajukan mobilnya.

__ADS_1


Inge merasa jengah, bukan hanya kali ini Devan melakukan itu tapi sudah sering kali dia begitu.


"Pak kok jalannya kayak keong sih, Tancap gas dong pak ," ucap Inge


"Jangan sayang, nanti Bayi kita kenapa-napa ," ujar Devan


"Hadeuh...kalau begini kapan nyampeknya sih, kelar acara pun belum nyampek juga," ucap Inge


"Sabar sayang...pasti nyampek kok, kalau gak nyampek aku akan suruh Dion menunda acara aqad nikah nya sebelum kita nyampek ke sana," ujar Devan


"Serah deh...," ujar Inge Kesal.


"Pak lanjutkan saja seperti biasa," ujar Devan


"Baik Tuan," ucap Supir itu patuh padahal dalam hatinya ingin sekali dia resain dari pekerjaan itu , semenjak dia menjadi supir di sana dia gak pernah sekalipun membawa mobilnya di atas kecepatan 30 km perjam tapi apalah dayanya gaji di sana lebih banyak bahkan tiga kali lipat dari gajinya di tempat kerjanya dulu.


Inge sudah merasa tidak nyaman dengan keadaan itu.


"Stoop..." teriak Inge membuat Devan dan pak Supir kaget sehingga Reflek menghentikan mobilnya.


Inge turun dari mobilnya, Devan yang melihatnya langsung menyusulnya.


"Mau naik ojek biar cepat sampai ," ujar Inge sambil terus berjalan.


"Sayang...jangan ngada-ngada deh kamu, nanti riasan kamu berantakan." ucap Devan


"Biar saja riasan aku berantakan, dari pada aku naik keong itu lebih baik aku naik ojek saja," ucap Inge kesal.


"Ayolah sayang, kasihan anak kita sayang kalau kamu begitu," ujar Devan yang membuat langkah Inge berhenti.


"Kamu bilang kasihan anak kita, kamu gak pernah kasihan padanya, kamu tau gak kalau aku duduk kelamaan di mobil akan membuat dia kejepit dan kebosanan, dia juga mau kali melihat yang lainnya bukan hanya di mobil saja seperti ini," ucap Inge panjang lebar meluapkan emosinya, bukan kerena kelamaan di mobil tapi karena dia gak mau terlambat menghadiri acara sakral itu.


"Ya sudah kalau begitu, aku akan menyuruh pak supir menambah kecepatannya," ujar Devan


"Gak..biar aku saja yang suruh, aku tau kamu mas, kamu pasti nanti nyuruh pak supir menambahnya jadi 40 km perjamnya kan, itu sama saja...keong di kejar siput namanya," ujar Inge


"Iya..iya..kamu saja yang menyuruhnya," ujar Devan ngalah.

__ADS_1


mobil sudah berhenti tepat di depan mereka, Devan membukakan kembali pintu mobil buat istrinya lalu kemudian dia kembali masuk juga.


"Pak ngebut pak, bila perlu 5 menit sampai tujuan," suruh Inge


"Sayang..," ucapan Devan terhenti ketika melihat tatapan tajam Inge. Devan pun bungkam seribu bahasa.


"Baik Nyonya," ucap Pak supir mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan biasa karena dia juga takut kalau Tuannya itu nanti marah padanya.


Pak supir merasa bersyukur Inge menyuruhnya begitu karena berkat Inge dia bisa merasakan kembali menjadi supir seutuhnya bukan supir baru belajar nyetir seperti biasanya.


Akhirnya setelah melalui beberapa Drama Inge dan Devan sampai juga di sebuah gedung yang megah dengan Dekor yang sangat Indah. Inge sudah tidak sabar masuk ke sana.


"Ayo mas..kita masuk," Inge menarik tangan Devan sehingga Devan malah berada di belakang Inge.


"Sayang..Elegant sedikit dong, banyak wartawan yang meliput kita," bisik Devan, benar saja apa yang di katakan oleh Devan, semua kamera mengarah ke arah mereka, Inge segera merubah posisinya dan memeluk tangan Devan sambil senyum manis ke arah Kamera.


"Kita sambut tamu istimewa kita, Pak Devan Perdana beserta istri tercintanya," ucap MC sehingga semua mata mengarah ke arah Mereka.


Semua gadis terpana dengan ketampanan Devan, dan para Pria pun terpana dengan kecantikan Inge, walaupun dia sedang hamil besar namun tidak mengurangi kecantikannya, malah lebih cantik dari saat sebelum dia hamil.


Devan dan Inge di persilahkan duduk di Kursi kebesaran yang sudah di siapkan oleh Dion buat Bos dan istri Bosnya itu agar Mereka nyaman berada di sana terutama Inge yang sudah hamil besar seperti sekarang ini.


"Karena Pak Devan dan Istrinya sudah sampai kita lanjutkan saja Proses Ijab Qabulnya," ucap MC


Pak Penghulu mulai mengucapkan Ijab Qabulnya dan Dion menjawabnya dengan satu tarikan nafas.


"Saya terima nikah dan Kawinnya Mika binti Supardi dengan mas kawin tersebut Tunai...,"


"Sah..


"Tidak..." Teriak Inge, semua mata menatap.le arahnya.


Loh kok tidak sah sih sayang," tanya Devan binggung sama istrinya itu


"Tidak sah, kalau begitu tolong di ulang sekali lagi," suruh Devan


"

__ADS_1


Bukan Itu..sepertinya aku mau melahirkan, perutku sakit banget..Aaaa..," teriak Inge yang membuat Devan panik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2