
Tante Cobain Deh," ucapnya, Nita binggung dengan ucapan Inge. Melihat Nita yang Binggung Inge segera menarik tangan Nita dan memposisikan tangan Nita seperti yang di lakukannya tadi kemudian dia berdiri disamping Nita dengan posisi yang sama.
"Ayo tante mulai hirup dalam-dalam udaranya," ucapnya kemudian, Nita pun mengikuti apa yang di lakukan Oleh Inge. Nita merasakan semua beban seakan -akan terangkat terganti dengan ketenangan jiwa yang damai.
" Waah..tante baru tau kalau kita melakukan ini akan membuat jiwa kita tenang dan damai," ucapnya senang.
"Makanya kalau tante gak keberatan bagaimana kalau setiap pagi kita melakukannya bersama," ajak Inge.
"Dengan senang hati tuan putri," ujar Nita dengan gaya kocaknya mereka pun tertawa bersama.
" Heemm,, kelihatannya senang banget nih yang udah dapat teman baru," ucap Devan yang sudah berada di ambang pintu kamar itu.
"Honey ! sejak kapan kamu di situ ?" tanya Inge lalu melangkah menghampiri Devan.Sedangkan Nita masih berada di balkon kamar itu, sepertinya dia masih betah menghirup udara segar di sana.
"Gimana Baby kamu suka kamarnya ?" tanya Devan sambil duduk di atas Ranjang yang ada di sana diikuti oleh Inge yang juga duduk di sampingnya.
"Suka banget Honey, tante sangat pintar memilihnya," ujar Inge kesenangan
" Sebenarnya ini adalah kemauannya Devan, tante sudah menyiapkan kamar yang lebih luas dari kamar ini, tapi Devan yang menyuruh tante memberikan kamar ini buat kamu, karena dia tau kamu suka dengan ketenangan sama seperti nya dan nakalnya anak itu malah menyuruh tante memberikan kamarnya untuk kamu, padahal masih banyak kamar yang lain yang lebih nyaman, Dia ingin supaya kamu selalu ingat sama dia di saat kamu berada di sini," ujar Nita yang baru saja menghampiri mereka.
"Mama jangan buka kartu dong, Devan kan jadi malu," ucap Devan Manja.
"Tapi memang benar kan apa yang mama bilang, ngapain kamu malu kan sebentar lagi Inge akan jadi istri kamu juga kan," ujar Nita
"Seratus buat mama," ucap Devan memeluk mamanya, Nita mencubit pinggang Devan, Devan mengaduh kesakitan.
Inge tertawa sekaligus terharu melihat keakraban mereka, dia tak menyangka kalau Keluarga Devan sangat wellcome terhadapnya dan apa yang di bilang sama Devan waktu itu sekarang terbukti kalau mamanya itu sangat penyayang.
"Tante..!" ucap Inge meneteskan air matanya.
__ADS_1
" Eh,, kamu kok malah nangis sayang ?" tanya Nita terus memeluk Inge.
" Inge terharu tante.., sudah lama inge tidak merasakan kehangatan sebuah keluarga seperti ini semenjak ayah dan ibu Inge meninggal," ucapnya sambil terisak
Nita segera memeluk Inge, dan membelai Rambut Inge yang panjang dengan penuh kasih sayang.
" Mulai sekarang kamu jangan sedih lagi ya sayang, sekarang sudah ada Tante , Om Dan Devan sebagai keluarga kamu," Nita mengeratkan pelukannya, tak tau kenapa hatinya damai saat memeluk anak itu.
"Makasih ya tante,"
"Mulai sekarang jangan panggil tante lagi, panggil mama ya sayang biar sama kayak Devan, kan sebentar lagi kamu akan jadi istrinya Devan," goda Nita, Inge merona mendengar ucapan Nita sedangkan Devan tersenyum senang melihat ke akraban mamanya dengan calon Istrinya itu.
"Kamu istirahat ya sayang,, mama mau ke dapur dulu mau masak buat makan siang kita, yuk Devan kita ke bawah," ajak Nita.
"Mama ! Devan di sini aja ya jagain Inge ma," ucap Devan.
"Gak boleh, kamu harus turun sama mama, mama tidak percaya sama kamu, nanti bukannya di jagain malah kamu gangguin dia ," ujar Nita menarik tangannya Devan agar mengikutinya.
"Udah jangan dramatis kamu, ayo ikut mama," ujar Nita terus menarik tangan Devan, Inge tertawa melihat tingkah Devan yang kekanak-kanakan itu. Ternyata pacarnya itu punya sisi lain yang tidak pernah orang tau termasuk dia, baru sekarang dia mengetahui kalau Devan sangat manja kalau lagi bersama orang tuanya.
🌹🌹🌹
Di Penjara...
"Saudara Angel..Ada yang ingin bertemu dengan Anda," ucap petugas jaga di penjara itu sambil membuka pintu sel yang di huni Angel.
Angel keluar dari sana menuju ruang khusus untuk pengunjung yang ingin menjenguk orang yang ada dalam penjara itu. Dia berjalan menghampiri seseorang yang sudah terduduk disana dan masih dengan pengawalan ketat dari petugas tadi.
Angel tersenyum ketika melihat siapa yang menjenguknya itu, dia langsung memeluknya.
__ADS_1
Wajah orang itu tidak terlihat jelas karena dia sengaja memakai jubah dan masker agar tidak ada yang tau siapa dia sebenarnya akan tetapi Angel tau betul siapa orang itu.
"Bagaimana kabarmu ?" tanya Orang itu
"Yach beginilah, Lo bisa lihat sendiri. Gimana ? apa Lo bisa bebasin gue dari sini ?" Tanya Angel datar.
"Aku tidak bisa membebaskan kamu karena kasusmu di kawal ketat oleh orang yang sangat berkuasa dan sangat berpengaruh di kota ini," jawaban orang itu membuat Angel kecewa.Dia mendengus kesal, ingin dia membanting apa saja yang ada di sana, tapi dia tidak ingin membuat keributan yang membuat hukumannya bertambah.
"Gue gak nyangka orang seperti lo ternyata tidak berguna, Lo tidak bisa berbuat apa-apa untuk membebaskan gue dari neraka ini, gue jadi penasaran siapa yang ada di balik Devan ?" Apakah pemuda yang waktu itu ?" tanya Angel
" Menurut papamu ada orang lain di balik mereka, kalau tidak salah papamu bilang orang itu di kenal dengan nama Mr DP yang sekarang berada di luar Negeri." ujar orang itu
"Gue gak mau tau lo harus cari tau tentang Mr DP itu bagaimanapun caranya, dan lo harus bisa bebasin gue dari sini secepatnya," suruh Angel
"Tidak ada yang mengetahui siapa dia sebenarnya dan dimana tepatnya dia berada bahkan partner kerjanya pun tidak ada yang tau . Belum pernah ada yang bisa melacak keberadaannya karena identitasnya memang sengaja di sembunyikan." jelas Orang berjubah itu.
"Kalau begitu lo harus membalas dendam gue sama Inge dan Devan bagaimanapun caranya, mereka harus membayar apa yang telah mereka lakukan padaku ," ujar Angel
" Aku punya ide," Orang berjubah itu membisikkan sesuatu di telinga Angel, Seketika senyum terbit di bibir Angel.
"Lakukanlah apa yang lo katakan tadi, gue tunggu berita baik dari lo secepatnya," ucap Angel dengan serigainya. Orang itu pamit dan Angel kembali di giring menuju ke selnya.
"Inge.. lo tunggu saja pembalasan dari gue, kalau gue tidak bisa memiliki Devan lo juga tidak akan pernah memilikinya," gumannya sambil menyerigai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
miss N😘😘😘
Jangan lupa Like... Coment dan Vote ya Readers...
__ADS_1
Makasih🙏🙏🙏Love U All❤❤❤