
Zain dan Xindy sekarang sudah sampai di Mansionnya, Mereka masuk ke Dalam Mansion dengan bergandengan tangan dengan senyum merekah di bibir keduanya.
"Ma..Mama...Aku bawa calon Mantu Mama nih," ucap Devan
"Ada apa sih ribut-ribut Zain ?" tanya Inge
"Mama sayang Zain bawa calon Mantu Mama nih," ucap Zain
"Mama tau kan Mama yang Jodohin kamu sama Indah," ujar Inge
"Loh kok Indah sih, Xindy Mama ," ucap Zain, Inge kaget mendengar ucapan Zain.
"Zain kamu sudah mengingat semuanya ?" tanya Inge, Zain mengangguk.
Inge segera memeluk Zain lalu mencium keningnya, Dia sangat bahagia karena Putranya sudah mengingat semuanya. Itu berarti kalau dia sudah bisa mempersiapkan pernikahan mereka.
"Sayang Mama bahagia banget mendengarnya, Mama akan segera mempersiapkan pernikahan kalian," ujar Inge
"Iya Ma Zain setuju banget dengan Usul Mama itu, Lebih cepat lebih baik," ujar Zain
"Aku gak setuju ," ujar Xindy
"Loh kenapa Sayang, apa kamu gak mau jadi Istri nya Zain ?" tanya Inge
"Bukan begitu Ma, tapi aku kan masih 20 tahun, Lagian aku juga baru lulus SMA , aku juga kepengen merasakan bangku kuliahan sama seperti anak-anak lain yang seusiaku," ujar Xindy
"Ooo Mama pikir apa sayang, kalau itu sih gampang, kamu bisa Kuliah setelah Menikah."
"Tapi aku takut hamil duluan dan tidak bisa melanjutkan Kuliah," ujar Xindy
"Gak masalah, Kamu Kuliahnya kan di Kampus Opa nya Zain, Jadi Aman dong. Nanti biar Mama yang Bicara sama Pengurusnya biar menspesialkan Kamu Sayang,"
__ADS_1
"Itu yang aku gak suka Ma, Lagian aku mau Kuliahnya tanpa ada intervensi dari Mama, aku mau seperti anak-anak yang lainnya,"
"Baiklah kalau begitu sayang, kalian kan bisa menunda untuk Punya Anak, yang penting kalian Menikah dulu, Mama tidak mau Zain itu strees gara-gara Cemburu sama cowok lain di Kampus karena mama tau Zain itu mempunyai sifat sedikit Posesif turunan dari Papa nya," ujar Inge
"Gimana kamu setuju kan ?" tanya Inge
"Iya Ma, tapi ada satu hal lagi.."
"Apa itu, coba Katakan ,"
"Aku gak mau Pernikahan kami di publikasikan karena itu bisa menghambat perkuliahanku," ujar Xindy yang mrmbuat Inge dan Zain kaget.
"Gimana Zain apa kamu setuju ?" tanya Inge
"Kalau itu Aku gak setuju sayang, aku mau semua orang tau kalau Xindy Permata Indah adalah Istri dari Zain Erico Perdana," ujar Zain
"Kalau begitu sepertinya kamu harus menunggu setelah aku lulus Kuliah deh Mas,"ucap Xindy
"Sekarang kamu pilih mau nikah sama aku tapi gak di publikasikan atau malah nunggu aku selesai kuliah ?" ujar Xindy
"Apa Gak ada pilihan lain gitu ?" tanya Zain.
"Gak..karena aku merasa aku tidak pantas buat kamu mas, karena aku hanya tamatan SMA, aku juga pengen bekerja seperti orang lain,"
"Tapi aku gak mau kamu bekerja sayang, kamu fokus saja mencintai aku, aku akan memenuhi semua kebutuhan kamu," ujar Zain
"Menurut Mama Xindy ada benarnya juga Zain, kamu mau nanti gadis-gadis yang menyukai kamu merendahkan Xindy karena Istri dari CEO adalah seorang Lulusan SMA, Mama juga pernah merasakan apa yang Xindy Rasakan sekarang Zain, dulu Papa dan Mama juga menutupi pernikahan kami dari publik karena Papa kamu khawatir dengan keselamatan Mama, Walaupun Mama juga bisa Bela diri. Namun orang yang tidak menyukai kesuksesan kita akan mencari-cari celah untuk membuat kita tidak nyaman menjalani hidup berumah tangga." Inge mulai buka suara.
"Baiklah Ma, sayang aku akan ikuti kemauan kamu yang penting kita harus segera menikah karena aku tidak mau Si Jonathan merebut kamu dari aku," ujar Zain
"Maksud kamu ?" tanya Xindy
__ADS_1
"Si Jo mau bersaing dengan aku untuk mendapatkan hatimu sayang, waktu itu aku setuju karena aku tidak mengingat kalau kamu itu kekasihku, tapi sekarang aku gak rela dia bersaing denganku apalagi sampai merebut kamu dari aku ," jelas Zain
"Berarti kamu tidak percaya sama cinta aku ke kamu ya ,"
"Bukan begitu sayang, aku hanya tidak ingin kalau Jo akan sangat terluka kalau membiarkannya terlalu berharap dan berlarut-larut dengan perasaannya yang belum seberapa itu, aku gak bisa melihat sahabatku itu terpukul, lebik baik kita jujur sekarang dari pada perasaannya semakin dalam sama kamu, dan aku yakin kalau dia pasti akan menemukan wanita yang lebih cocok untuknya," ujar Zain
"Aku gak menyangka loh sayang, ternyata mas Jo punya perasaan lebih sama aku, aku akan menjelaskan semuanya padanya semoga dia bisa mengerti dan melanjutkan kembali hidupnya tanpa bayang-bayang aku ," ucap Xindy.
"Nah begitu dong, kalau begini kan sudah selesai perdebatannya, sekarang Mama mau pinjam Xindy dulu," ujar Inge lalu mengandeng tangan Inge dan membawanya.
"Loh..Mama..kok aku di tinggal sendiri sih, aku Ikuut...
"Stoop Zain ini urusan perempuan, laki-laki gak boleh nimbrung, Malam ini Mama akan tidur sama calon mantu Mama," ujar Inge lalu kembali menarik tangan Xindy dan masuk ke kamarnya.
"Yach di tinggal lagi deh aku, Mama kebiasaan deh begitu, jangan-jangan nanti setelah menikah Mama malah minta tidur bareng sama aku dan Xindy..semoga saja tidak ," ucap Zain lalu masuk ke kamarnya.
*
*
Pagi ini Jo bangun terlambat karena semalam dia mengikuti Pasangan Bos sama OG itu, awalnya dia hanya penasaran kemana Zain akan membawa Xindy ternyata kenyataan yang terpampang di depan Matanya sangay membuat hatinya kecewa.
Jo baru mengetahui kalau Xindy itu adalah kekasih Zain yang di lupakan Zain karena kecelakaan itu, mulai sekarang dia akan berjanji akan melupakan perasaannya kepada Xindy dan hari ini dia pergi ke kantor untuk mengajukan resign dam Balik lagi ke Luar negeri.
Jo Menghentikan mobilnya karena Lampu sudah berubah warna menjadi Merah. Saat dia mau memutar musik tiba-tiba ada seorang Gadis berhijab dengan gitar di tangannya mulai menyanyikan sebuah lagu di samping mobilnya.
Jo terpana mendengar suara gadis itu yang sangat merdu menurutnya, dan yang lebih menarik perhatiannya itu adalah pakaian gadis itu yang seperti berandalan namun dia memakai Hijab.
Lagu yang di nyanyikan oleh Gadis itu sudah habis dan dia mulai menadahkan topi nya, Jo yang tersentak segera mengambil satu lembar uang seratus ribu lalu membuka sedikit kaca mobilnya dan menaruh uang itu ke dalam topi yang di pegang oleh si Gadis. si Gadis nanpak senang di tandakan dengan senyum lebar muncul di bibirnya dan itu yang membuat jantung Jo berdetak lebih kencang dari biasanya, Gadis itu sudah pergi namun Jo masih stand di tempatnya.
Jo baru sadar ketika suara klakson dari mobil di belakang Jo semakin berisik karena Jo tidak menjalankan mobilnya padahal lampu sudah berubah menjadi hijau.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...