
Jam pulang Kerja sudah tiba, Zain segera menutup Laptopnya kemudian bergegas keluar dari ruangannya karena tidak mau keduluan dengan Jo.
Zain segera memasuki Lift dan turun ke bawah tapi ketika pintu Lift itu terbuka sebuah pemandangan yang membuatnya kesal terpampang di hadapannya.
Jo sedang merayu Xindy agar dia mau pulang bareng dengannya akan tetapi Xindy terlihat menolaknya, Jo tidak patah semangat dia terus berusaha merayu Xindy agar dia mau pulang dengannya.
"Sudah lo jangan memaksa Indah buat pulang sama Lo Jo, dia akan pulang sama gue," ucap Zain pede
"Ih siapa juga yang mau pulang dengan pak Bos, orang aku mau ke rumah sakit jengukin Tedy bareng Radit, tu dia anaknya, Radit..!!!" Xindy memanggil Radit yang sedang berjalan keluar dari Lift.
Radit lalu menghampiri mereka dan tersenyum ke arah Zain dan Jo.
"Permisi pak Bos, saya boleh pinjam Indah kan ?" ujar Radit
"Gak boleh ," jawab Zain,Radit mengerutkan keningnya.
"Indah akan saya antar ke Rumah sakit, kamu boleh pergi duluan saja," ucap Zain kemudian, Radit menoleh ke arah Xindy dan Xindy mengangkat bahunya lalu menganggukkan kepalanya.
Radit segera pergi dari sana kemudian Zain segera menarik tangan Xindy menuju ke Parkiran, pemandangan itu tak lepas dari pandangan semua karyawan yang sedang berjalan pulang di sana.
Ada yang mengabadikan moment langka itu di saat Bos mereka mengandeng seorang gadis, tapi banyak juga yang mencibir karena wanita yang di gandengnya hanyalah seorang OG di kantornya.
"Pak Bos ngapain sih main tarik-tarik aja tangan aku, aku bisa jalan sendiri tau, gak enak tuh di lihat sama yang lain," ucap Xindy
"Sudah jangan bawel, gak usah perduliin omongan mereka yang penting bagi aku kamu gak kabur lagi dari aku," ucap Zain masih saja menarik tangan Xindy dan memasukkannya ke dalam mobilnya. Zain mengitari mobil itu lalu masuk di balik kemudi kemudian dia melajukan mobilnya menuju ke arah Mansionnya.
"Loh Pak Bos kenapa malah ke Rumahnya pak Bos sih," tanya Xindy
"Kita ganti pakaian dulu Indah, apa kamu gak kegerahan memakai baju itu terus ?" ujar Zain.
Zain memarkirkan mobilnya di garasi, kemudian dia kembali mengitari mobil itu lalu membukakan pintu buat Xindy.
"Pak Bos ngapain sih bukain pintu buat aku, kayak sama pacar saja ," ucap Xindy
"Emang kamu pacar aku kan ," ucap Zain
Degg...
Jantung Xindy rasanya mau copot mendengar ucapan Zain.
__ADS_1
Apa Zain sudah mengingat semuanya,, Batin Xindy
"Maaf calon pacar maksudnya, itu pun kalau kamu bersedia ," ujar Zain, Xindy kembali kecewa dengan ucapan Zain itu.
Padahal Yang dia inginkan adalah Zain mengingat semuanya, walaupun Zain sekarang sudah terang-terangan mengatakan kepadanya kalau dia menyukai Xindy namun Xindy hanya ingin Zain mengingat kenangan bersamanya bukan rasa suka di dalam keadaannya yang sekarang.
"Ayo turun," Suruh Zain
Xindy tersentak dari lamunannya kemudian dia segera turun dari mobil, mereka pun masuk ke dalam Mansion.
Xindy menghempaskan tubuhnya di King side nya, air mata mulai menggenang di sudut matanya.
"Zain kapan kamu akan bisa mengingat semua kenangan kita, aku kangen dengan Rico bukan Zain seperti sekarang," ucapnya sambil memejamkan matanya.
"Indah kamu sudah siap belom, aku tunggu di bawah ya ," ujar Zain, Xindy tersentak dari lamunannya dia kemudian segera menuju ke kamar Mandinya.Sepuluh menit kemudian Xindy sudah siap dengan setelan nya yang memperlihatkan dia lebih sedikit Feminim dari biasanya.
"Yuk pak Bos kita berangkat," ajak Xindy, Zain menoleh dan seketika dia mematung melihat keindahan makhluk tuhan di hadapannya itu.
"Pak Bos ayo kita berangkat," ujar Xindy sedikit meninggi yang membuat Zain kaget, Dia sontak bangun dan mengandeng Xindy lalu menuju ke mobilnya.
Di Mobil Zain sesekali melirik Xindy dari spionnya, Xindy juga menyadari tingkah Zain itu.
"Aku lagi lihat cewek cantik di Spion ," ucap Zain pelan.
"Mana...??
"Tuh ," tunjuk Zain yang mengarah ke Xindy, wajah Xindy merona tapi dia pura-pura biasa saja.
"Pak Bos bilang aku cantik ?
"Enggak kok tapi kamu memang cantik banget loh malam ini," ujar Zain yang membuat Xindy salah tingkah.
"Emang kemaren- Kemaren aku gak cantik ya," ucap Xindy pura-pura ngambek untuk menutupi kegugupannya.
"Kamu memang cantik tiap hari Indah tapi hari ini lebih gimana gitu," ujar Zain
"Udah ah jangan gombal terus, fokus saja nyetirnya," ujar Xindy yang membuat Zain tersenyum senang melihat Xindy bisa malu juga seperti itu.
Tak berapa lama Mereka sudah sampai di rumah sakit, mereka segera menuju ke kamar di mana Tedi di rawat namun di dalam ruangan itu tidak ada orangnya.
__ADS_1
Xindy segera menelpon Radit.
"Hallo Dit, kok Tedi gak ada di ruangannya sih ?" tanya Xindy
"Ooo si Tedi sudah boleh pulang, kata dokter setelah melewati beberapa pemeriksaan kepala si Tedi hanya mengalami luka luar saja , dalamnya baik-baik saja makanya si Tedi di ijinin buat rawat jalan saja, Maaf ya Indah tadi gak sempat ngasih tau lo," ujar Radit.
"Oh gitu, Gak apa-apa kok Dit, kalau begitu gue ke Rumah kalian saja ya ," ujar Xindy
"Gak usah, besok saja kalian ke sini, lagian Si Tedi pun sudah tidur tuh,"
"Ooo gitu ya, ya udah deh gue pulang aja kalau begitu," ucap Xindy lalu menutup telponnya
"Kenapa ?" tanya Zain
"Tedi sudah pulang, karena lukanya gak parah makanya dia di kasih pulang sama Dokternya," jelas Xindy
"Kalau begitu kita pulang saja yuk, atau mau jalan-jalan dulu ?" tanya Zain
"Ide bagus tuh, sudah lama aku gak halan-jalan di malam hari, pasti seru tuh," ujar Xindy semangat.
"Ayo kalau begitu kita JJM," ujar Zain
"Apaan tuh pak Bos ?"
"Jalan-jalan Malam he..he..," ujar Zain yang membuat Xindy tertawa.
Zain melajukan mobilnya membelah jalanan , karena jalan utama mendadak macet, Zain mencari jalan alternatif agar mereka sampai di sebuah tempat yang sangat Ingin di Kunjugi oleh Zain ketika dia sudah mempunyai orang yang mengisi hatinya.
"Loh kok belok sih Pak Bos, sebenarnya kita mau kemana sih ?" tanya Xindy
"Kita akan ke suatu tempat yang sangat ingin aku kunjungi dengan orang yang spesial di hati aku," ucap Zain, Wajah Xindy merona untung saja hari sudah malam sehingga Zain tidak bisa melihatnya.
Seketika suasana menjadi hening, Mobil pun memasuki jalan yang agak sempit dan kurang pencahayaan seperti sebuah perbukitan yang jauh dari perkotaan.
Zain menghentikan mobilnya tepat di sebuah bukit yang tandus hanya ada sebatang pohon berdiri kokoh di sana.
"Pak Bos kenapa kita pergi ke sini sih, gelap tau gak," ujar Xindy
"Inilah tempat yang aku maksud itu," ucap Zain
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...