
"Oh Ayolah sayang Radit itu sahabat aku, aku hanya mengkhawatirkan keadaannya saja, kamu kok jadi lebay gitu sih sayang ?
"Tapi Radit kan Cowok ," ucap Zain Ambigu
"Bhua..ha..ha..yang bilang Radit itu cewek siapa ?, kamu ini ada-ada saja, sudah cepat kita ke sana, nanti kalau sampai Radit End kamu yang pertama kali di gentayangin karena tidak mau mengantar aku ke sana ," ujar Xindy
"Yach ngancamnya kok gitu sih sayang, aku yakin Radit hanya luka kecil aja kok, gak akan sampai End," ujar Zain sedikit ngeri kalau yang di katakan Oleh Xindy itu benar adanya.
"Ya sudah ayo kita ke sana sekarang juga ," ujar Xindy
"Iya..iya..sabar napa, ini juga sudah menuju ke sana ," ujar Zain, Xindy baru menyadari kalau Mobilnya sudah berbalik arah menuju ke Rumah sakit yang di maksud.
Saat Mobil berhenti Xindy langsung turun dan berlari meninggalkan Zain , Zain hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat Kekasihnya yang memang sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu.
Zain hanya pasrah saja mengikuti Xindy dari belakang.
Gubraak....
Semua mata menoleh ke arah Pintu yang di buka secara kasar itu.
"Radit...Lo gak apa-apa kan ?"
Liora ternganga, ternyata orang yang di maksud oleh mereka adalah Xindy.
"Aku gak apa-apa Bos cantik, cuma luka kecil saja kok, mereka nih yang lebay pakai bilang ke lo segala ," ujar Radit
"Luka kecil gimana, tangan lo sampai begini, lo nabrak apa sih sebenarnya ,"
"Xindy..." Liora mencoba memanggil Xindy.
"Lio ?, lo ngapain di sini," kali ini Teras yang menjatuhkan rahangnya karena Xindy mengenal Liora.
"Bos cantik kenal sama Dedek Cantik ini ?" tanya Andi
"Iya..dia salah satu temanku di kampus ," ucap Xindy
"Waah ternyata dunia ini sempit banget ya," ucap Emon
"Ceklek...
Pintu kembali terbuka, sekarang yang terlihat adalah Zain yang nampak gagah dan cool berjalan ke arah Xindy.
"Tuh kan sayang apa aku bilang kalau si Radit hanya luka kecil saja ," ujar Zain sambil memeluk posesif Xindy.
Teras menjatuhkan rahangnya melihat adegan itu.
__ADS_1
"Sayang...?Bos cantik jadian sama Pak Bos ?" tanya Radit tak percaya.
"Emmm..mmmm"
"Biar aku saja yang cerita sayang ," ujar Zain
"Sebenarnya dari awal Xindy yang kalian kenal sebagai Indah itu adalah pacar saya, karena saya Amnesia dan melupakannya makanya kami terpisah dan tuhan masih menyatukan kami dan mempertemukan kami kembali di sini, dan sekarang setelah saya mengingat semuanya kami kembali menjadi sepasang kekasih ," jelas Zain.
"Ooooo...Jadi Pak Bos ini Orang yang pernah Bos cantik ceritakan itu, pacar semasa SMA yang Namanya Rico itu ya ," tanya Selamet.
"Tepat sekali, nama saya sebenarnya adalah Zain Erico Perdana ," ucap Zain kembali memeluk Posesif Xindy.
"Mas jangan begini dong malu tau ," ujar Xindy.
"Buat apa malu, toh sebentar lagi Kamu akan jadi Istri aku kan ," ujar Zain yang membuat Mata Xindy melotot kearahnya.
"Upss...maaf keceplosan lagi, tapi gak apa-apa deh biar sahabat-sahabat kamu ini tau kalau kamu adalah milikku," Zain semakin menjadi-jadi posesifnya.
"Hadeuh..capek deh kalau Sudah begini, pasti enggak bakalan lama rahasia ini akan di ketahui oleh semua orang ," ujar Xindy sambil menghempaskan tubuhnya di Sofa.
"Oh ya Lio, kamu kok bisa kenal sama Radit sih ?" tanya Xindy
"Sebenarnya yang nabrak Radit adalah Gue Xin ,"
"Apa!!!
"Apaan sih Bos cantik, mana mau dia sama laki-laki kayak gue yang hanya Cleaning servis ini ," ujar Radit.
"Siapa bilang ," Ucap Liora spontan sehingga semua mata menatap ke arahnya, Liora yang mengetahui kesalahannya itu tersenyum kearah Radit lalu berlari keluar dari ruangan itu.
Radit mematung mendengar ucapan Liora tadi.
"Kode Tuh Dit," ujar Xindy
"Gue gak salah dengar kan Ted, cubit gue ," ujar Radit, tapi bukan di cubit Tedi malah memukul Lukanya Radit.
Aaaaa....
Semua tertawa melihatnya.
*
*
Jo sudah terlihat Tampan dengan setelah kantornya, hari ini pagi-pagi sekali dia harus ke kantor untuk mengangantikan Zain menghadiri meeting sama Klien penting dari Inggris, Tadi malam Jo sudah menghubungi Zain dan mengatakan padanya soal itu namun Zain malah menyuruh Jo untuk menggantikannya.
__ADS_1
"Huh dasar Bos bucin, gimana nanti anggapan Klien dari Inggris itu kalau yang menemuinya malah gue bukannya Zain, pasti mereka kecewa tuh tidak bisa bertemu langsung sama pemilik Perusahaan." ngomel Jo sambil memakai sepatunya.
"Padahal kan hari ini rencananya gue mau ikut pengajian di Mushalla nya Kinara, emang apes banget sih hidup gue gara-gara Bos Bucin itu, dia yang jatuh Cinta malah gue yang jadi tumbalnya, nasib..nasib...semoga meetingnya cepat kelar agar gue bisa sempatin ke sana ," ujar Jo lagi.
Jo kemudian berangkat ke Sebuah Restorant di mana diadakan pertemuan dengan Klien dari Ingris itu.
Setelah Meeting selesai Jo buru-buru ke mobilnya dan bergegas melajukannya ke Mushalla milik Kinara akan tetapi sampai di sana Dia menemukan kalau Musholla itu kosong, tak ada pengajian bahkan tidak ada seorang pun berada di sana.
Jo Heran kenapa Mushallanya kosong sedangkan hari ini adalah hari Jumàt di mana sebelum Jumàtan selalu di adakan pengajian anak-anak Jalanan di sana.
Jo kembali melajukan Mobilnya menuju ke Warung yang biasa dia bertanya-tanya tentang Kinara.
"Eh Si mas nya datang lagi, mau borong dagangan Ibu lagi ya ," tanya Ibu itu senang
"Enggak Bu, hari ini saya hanya mau bertanya saja ," ujar Jo
"Si mas nya kan tau kalau bertanya di sini harus beli dulu makanannya ,"
"Iya saya tau, khusus hari ini saya tidak beli dagangan ibu tapi saya akan kasih ibu uang saja karena saya gak tau mau di bawa kemana makanannya nanti."
"Eh iya..ya..kan gak ada pekerja hari ini, mereka semua ke Pesantren karena akan di adakan pernikahan di sana ," ujar Ibu itu
"Pernikahan ??
"Iya..
"Pernikahan siapa Bu ?
"Pernikahan anaknya pak Kyai ?
"Apa!!! ini tidak bisa di biarin, saya mesti mengagalkan pernikahan itu, jangan sampai hati saya kembali hancur karena di tinggalkan lagi sama orang yang saya suka ," ujar Jo.
"Alamatnya di mana bu ?
Ibu itu menuliskan Alamatnya di selembar kertas dan menyerahkannya kepada Jo.
"Makasih ya Bu, ini buat ibu," ucap Jo sambil memberikan uang seratus ribuan kepada Ibu itu dan pergi dari sana.
"Hei tunggu dulu ," panggil Ibu itu akan tetapi Jo tidak mendengarnya , dia terus saja melajukan mobilnya ke Alamat yang ada di tangannya itu.
Sampai di sana Jo melihat banyak tamu undangan yang berdatangan ke sana dan dia tidak membuang waktunya lagi, dia turun dari mobil lalu segera masuk ke sana.
"Saya terima nikahnya...
"Tunggu...!!!!
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...