
Heemmm...
Dehem Elang yang mengingatkan Devan dan Inge kalau bukan hanya mereka yang berada di sana.
"jangan iri kalian, ayo cepat bantu gue buat nyabut pisau ini dari bahu gue,"
Elang langsung menuju ke arah Devan dan hendak mencabut pisau itu.
" Tunggu dulu," ucap Devan menghentikan Elang
" Baby,, tolong pegang pipi ku ya,, agar aku tidak merasa kesakitan," ucapnya manja membuat Elang dan lainnya tersenyum melihat tingkah Devan yang seperti anak kecil di depan Inge.
Inge pun segera melakukan kemauan Devan tersebut, dia tidak tega melihat kekasihnya kesakitan begitu.
" Udah siapa Bro ? Devan menganggukkan kepalanya, Devan menatap lekat wajah Inge.
"Sudah selesai Bro," ujar Elang sambil membalut luka itu agar darahnya berhenti, benar saja Inge tidak melihat wajah kesakitan di wajah Devan.
"Begitu saja ? Apa itu tidak sakit honey ?" tanya Inge heran
" Tidak Baby, sedalam apapun lukaku gak akan pernah sakit kalau kamu selalu berada di sisi ku," ujarnya masih menatap teduh wajah Inge.
Nyeeess...
Bagai air menyirami tanah gersang, perasaan Inge bahagia mendengar ucapan Devan, akan tetapi ada ketakutan dalam dirinya kalau suatu saat nanti dia tidak bisa lagi berada di sisi Devan, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan Devan saat itu tiba.
"So sweet,,," ucap Mika yang sudah berada di sana, karena merasa bosan Mika menyusul mereka ke sana, semua mata memandang ke arahnya. Mika hanya cengengesan melihat tatapan semua pria-pria itu.
"Mika ! Inge langsung berhambur ke arah Mika dan langsung memeluknya.
"Inge ! lo baik-baik saja kan ?"
"Gue baik-baik saja kok, tapi Kak Devan terluka karena ngelindungin gue," ucapnya sedih
"Gue penasaran,, siapa sih yang udah berani nyulik Lo ?"
"Angel," Sahut Devan membuat semua mata memandang ke arahnya
"Honey,, dari mana kamu tau kalau Aku di culik sama Angel ?
"Jangan panggil dia Devan kalau hal sekecil itu dia gak tau," ujar Elang
"Jangan bercanda lo Van,, mana mungkin Angel menculik Inge, gue gak percaya," ujar Andi mendekat ke arah Devan
__ADS_1
"Bukan kali ini saja dia mau mencelakakan Inge, tapi dalang dari kecelakaan Inge waktu itu adalah Angel juga orangnya," ujar Devan berusaha bangkit tetapi tidak bisa, dia lemah karena sudah kehilangan banyak darah.
"Masak sih Angel sekejam itu," ujar Andi
"Eh Bro,, itulah kekuatan cinta bisa mengubah segalanya, cinta yang mengubah Angel jadi seperti itu, sama juga sama sobat kita satu ini yang sudah di ubah oleh cinta dari harimau galak menjadi kucing yang manis," ujar Elang sambil melirik ke arah Devan
" Jangan banyak bacot lo cepat bantuin gue bangun," ujar Devan,,Elang dengan sigap
memapah Devan bangkit dari sana dan membawanya ke mobil. Sedangkan Andi dan rekan-rekan lainnya mengurus para preman-preman itu dan membawanya ke kantor polisi.
Devan sudah duduk di jok belakang mobilnya bersama dengan Inge, sedangkan Elang berada di balik kemudi bersama Mika di sampingnya.
Devan terlihat semakin lemah dan pucat, Inge makin Khawatir.
"Kak Elang,, cepat kita bawa kak Devan ke rumah sakit," ujarnya makin khawatir ketika melihat Devan sudah tak sadarkan diri.
Elang kemudian melajukan mobilnya menuju Rumah sakit terdekat, sesampai di sana Devan segera di tangani oleh dokter yang ada di sana.
🌹🌹🌹
Angel yang sedang mengendarai mobil melihat ada dua mobil yang membuntutinya, dia pun menambah kecepatan mobilnya akan tetapi dia kalah cepat dari pengendara mobil di belakangnya sehingga salah satu mobil itu dengan mudah menyalip mobil Angel.
Angel yang ketakutan melihat ke arah mobil itu, dari dalam mobil turun beberapa orang berpakaian serba hitam menuju ke arah mobil Angel. Angel memutar otak agar bisa kabur, tapi tak ada jalan lain karena salah satu mobik berada di belakangnya sehingga mobil Angel tidak bisa pergi dari sana.
Angel berteriak histeris ketika orang-orang itu membawanya, salah satu dari mereka membekap Angel dengan sebuah sapu tangan yang telah di beri obat bius sehingga kesadaran Angel hilang.
Mereka kemudian membawa Angel ke tempat yang telah di tentukan oleh bos mereka.
Sementara di Rumah sakit Devan sudah siuman, dia melihat sekelilingnya disana masih ada Inge, Mika, Elang dan Andi.
Melihat kalau kekasihnya sudah sadar, Inge segera menghampiri Devan dengan senyum di bibirnya yang masih memar akibat tamparan Angel waktu itu..
"Honey kamu sudah sadar, aku sangat takut saat kamu pingsan tadi," ujar Inge khawatir
"Baby,, bibir kamu kenapa memar begitu ?" tanya Deban yang baru melihat sudut bibir Inge yang sedikit memar.
" Ini,, gak apa-apa kok," ucap Inge bohong
" Baby tatap mata aku, aku tau kamu bohong kan, jangan bilang kalau ini perbuatan Angel," ujarnya menyelidik.
Inge yang gak bisa bohong sama Devan mengangukan kepalanya, dan tiba-tiba dia memegang perutnya yang terasa perih, pelan-pelan kesadaran Inge menghilang dan terjatuh di atas Devan.
"Kalian cepat Bantuin gue,, Inge pingsan, tolong panggilkan dokter," ujar Devan segera melepas tali infusnya dan segera menggendong Inge kemudian membaringkannya di atas brankarnya.
__ADS_1
Dokter pun sudah datang dan memeriksa ke adaan Inge, Para Suster menyuruh mereka semua keluar dari ruangan itu agar Dokter memeriksa keadaan pasien. Devan mondar-mandir di depan pintu ruangan itu, tiba-tiba ada panggilan masuk di ponselnya, dia segera mengangkatnya.
"Hallo Dion,,gimana tugas lo sudah selesai ?" tanya Devan
"Sudah, anak buah kita sudah membawanya ke tempat penyekapan,"
" Bagus,, gue belum bisa ke sana, karena kita masih di tumah sakit, inge lagi di periksa sam Dokter,"
"Inge sudah ketemu,, Alhamdulillah.. gue kesana ya mau jenguk Inge," ujar Dion
"Lo gak usah kesini, lo urus saja dulu gadis itu," suruhya
"yah padahal kan gue mau merawat Inge," ucap Dion kecewa.
"Dion,, Lo pilih antara dua mau miskin atau mau mati ? ucap Devan dingin
"Gue mau hidup Bro,, bye..," ujar Dion langsung memutuskan sambungan telponnya.
Jantung Dion seakan sudah melompat dari tempatnya mendengar pertanyaan dingin Devan.
Ternyata gue bercanda pada saat yang salah,, Batinnya.
Di Rumah sakit..
Setelah Devan menerima telpon dari Dion, dia kembali menuju ruangan di mana Inge di periksa. Beberapa saat kemudian keluar seorang Dokter dari dalam ruangan itu, merekapun segera menghampirinya.
"Dok,, gimana keadaan pacar saya," ujar Devan
"Keadaannya sangat mengkhawatirkan, saya menduga ada organ dalam di tubuhnya yang rusak, karena di sini alat-alatnya tidak lengkap, kami tidak dapat mengetahui detil penyebabnya, saya menyarankan agar pasien di bawa kerumah sakit yang lebih besar," jelas Dokter itu
Devan makin khawatir ketika mendengar penuturan Dokter itu, dia tidak memperdulikan luka tusukan di bahunya. Devan bersama Mika dan Elang langsung membawa Inge ke Rumah sakit di pusat kota setelah mengurus
Administrasi di rumah sakit itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
miss N😘😘😘
Ayo dukung karya ini dengan cara Rate,,Like,, Coment dan Vote ya...
Dan tekan tanda ❤ agar cerita ini jadi favorit.
Makasih🙏🙏🙏Love U all❤❤❤
__ADS_1