
"Iya..prince..kami mengenalnya karena dia sering kali membuka topengnya karena kegerahan, dia itu bisa menenangkan kami di saat ketegangan melanda saat melawan beberapa kelompok Mafia waktu itu.Walaupun saat itu dia masih bocah namun pemikirannya sangat dewasa," ujar salah satu anggota yang bertubuh jangkung.
"Dia itu sangat lucu, dan bisa membuat kami tertawa setiap saat sehingga kami sangat senang berada di Base Camp ini," ujar Yang lainnya
"Dia menyebut dirinya sebagai Princess of Busters karena impiannya adalah menikah dengan Prince of Busters, sejak dia bergabung di sini dia sudah mengidolakan Anda Prince," ujar Jefri
"Dan yang membuat kami ingat selalu padanya adakah kata-kata terakhirnya saat dia keluar dari Herois Busters ," ucap seorang wanita
"Apa itu..?" tanya Devan
"Dia bilang gini, kalian teruslah berjuang menumpas kejahatan, karena tidak akan ada keamanan apabila kejahatan semakin meraja lela, Dan gapailah impian kalian agar kalian bisa senantiasa bahagia dan aku akan mengapai impianku untuk menemukan Prince Of Busters dan membawanya kemari sebagai suamiku," ujar seorang wanita dengan gaya kocak Inge.
Devan terharu mendengar semuanya, Devan meneteskan air matanya, ternyata Inge yang selama ini memberi semangat kepada Seluruh anggota Herois Busters dan memotifasi mereka untuk terus menumpas kejahatan, Dia tersenyum kemudian mendengar kata-kata terakhirnya yang menjadi kenyataan itu.
"Baiklah, kapan-kapan saya akan membawanya kemari agar kalian bisa melepaskan rindu padanya, tapi ada syaratnya.."
"Apa itu Prince..? Tanya mereka serentak
"Kalian jangan menatapnya lama-lama, saya akan cemburu loh," ujar Devan yang membuat mereka semua tertawa.
"Kalau itu kami gak janji Prince," ujar Jefri, Devan menatap lekat ke arah Jefri, Semua pada tegang.
" Gak kok Prince, saya bercanda he..he..," ujar Jefri cengengesan
"Oke..kalian bisa kembali ke rumah masing-masing, saya ada yang harus saya bicarakan dengan Don," ujar Devan, Don nama samarannya Dion kalau lagi berada di sana.
"Baik Prince," ujar Jefri membubar kan Anggota-anggotanya. Setelah Mereka semua bubar, Devan dan Dion masuk ke sebuah Ruangan dan mengunci ruangan itu.
Mereka melepaskan topeng mereka lalu duduk di sofa yang ada di sana.
"Lo gak jadi MP bro ?" tanya Dion
"Gak.." jawab Devan kesal
"Kenapa, ini kan malam pertama lo sama Inge ?" tanya Dion
" Banyak pengganggu," ujarnya
"Maksudnya..?"
"Udah jangan bawel lo, katakan apa yang lo mau bicarakan," ujar Devan
Hufff..
Dion menghembuskan nafasnya kasar, dia harus hati-hati mengatakannya pada Devan.
"Angel.."
__ADS_1
"Kenapa dengan Angel ?" tanya Devan segera ketika nama itu di sebut.
"Angel melarikan diri dari penjara " ujar Dion
"Apa...!
"Kapan..?Lo sudah mencarinya ?" tanya Devan
"Sudah dua hari, gue gak bilang sama lo karena tidak ingin merusak pernikahan lo," ujar Dion
"Bagus..kalau lo bilang ke gue kemaren gue mungkin akan menunda pernikahan gue, " ujar Devan.
"Itulah makanya gue baru bilangnya sekarang sama lo, gue gak ingin kejutan lo batal lagi untuk yang kedua kalinya."
"Lo memang sahabat yang baik Dion, lo memang selalu mengerti gue," ujar Devan
"Tapi apa lo sudah menemukannya ?" tanya Devan
"Belum, terakhir anak buah kita mengatakan kalau dia menemui Dokter bedah plastik ternama, dan mereka sudah menginterogasi Dokter tersebut ," ujar Dion
"Bagaimana Hasilnya ?"
"Awalnya Dokter itu tidak mau memneritahukan apa yang di lakukan Angel di sana, tapi setelah mereka mengancamnya dia akhirnya buka mulut," ujar Dion lagi
"Apa katanya ?
"Albert...lo ternyata belum kapok juga ya, lo akan lihat kemarahan gue yang sesungguhnya.
"Lo suruh suruh Alvian menyusup ke sana, suruh cari tau wajah siapa yang di gunakan Angel buat penyamarannya itu," ujar Devan
"Baik, gue akan segera melakukannya," ujar Dion, Devan kemudian tidur di Sofa itu.
"Lo gak pulang ?" tanya Dion
"Gak..males gue, lagian gue gak bisa tidur bareng Inge juga kan, lebih baik gue tidur disini saja ," ujar Devan lalu memejamkan matanya.
"Devan..Devan..sial amat sih nasib lo, baru juga nikah sudah begini aja ," ucap Dion lalu keluar dari sana.
Pagi sudah menjelang, Inge mengerjap-ngerjapkan matanya memandang langit-langit kamar itu, sebuah senyum terpancar di wajahnya.
"Akhirnya status gue sudah berubah, sekarang aku adalah Istri dari seorang Devan perdana Dedemit yang gue tunggu selama ini dan juga Idola gue The Prince Of Busters," ucapnya sambil senyam-senyum sendiri.
Inge menoleh ke sampingnya, di sana yerlihat Nita yang masih pulas dan dia baru menyadari kalau dirinya semalam tidak tidur bersama Devan melainkan bersama mama Nita.
Inge segera beranjak bangun dari ranjang itu menuju ke kamarnya. Saat pintu kamar terbuka, dia hanya melihat papanya yang tertidur pulas di sana, dia tidak melihat suaminya di dalam kamar itu.
Inge menghampiri papanya lalu membangunkan dia.
__ADS_1
"Pa..papa..bangun dong ," ujar Inge, Bondan hanya mengeliat saja
"Papa... Bangun ," ujarnya lagi sambil menarik tangannya, tapi Bondan tidak bereaksi
"Papa...kecoak..ada kecoak..."
"Kecoak...mana..mana..," Bondan kaget lalu berdiri di atas Ranjang itu.
"ha..ha.. papa badan segede itu takut sama kecoak ha..ha..," ujar Inge
"Inge...kamu ngerjain papa ?" ucap Bondan sambil memegang dadanya
"Lagian papa sih di bangunin gak bangun-bangun," ucap Inge kesal
" Ada apa sih sayang, ini kan masih pagi-pagi buta, udah istirahat lagi sana ," suruh Bondan
"Papa...kak Devan mana ?" tanya Inge yang membuat Bondan baru menyadari kalau Devan tidak ada di sana.
"Iya..ya..bukannya semalam dia ada di sini,kemana ya ?" tanya Bondan Balik
"Iiih papa nyebelin deh, aku nanya malah di tanya balik, bukankah Kak Devan tidur sama papa semalam ?" ujar Inge
"Semalam dia ada ke sini sih, dia mengira kalau papa adalah kamu, makanya ruangan ini seperti ini sekarang, tapi setelah tau itu papa dia keluar lagi dan papa gak tau dia kemana," ujar Bondan
Inge beranjak dari sana kemudian keluar dari kamar itu.
"Mau kemana kamu sayang ?" tanya Bondan, Inge berbalik
"Mau nanya sama yang lain barangkali mereka melihatnya." Ucap Inge melangkahkan kakinya menuju ruang tamu. Sampai disana dia melihat Andi dan Edo terkapar di Sofa itu, Inge pun segera menghampiri mereka.
"Kak Andi...bangun..."Andi tidak merespon
"Kak Edo..bangun dong," Edo juga sama, entah jam berapa mereka tidur semalam sehingga membuat mereka tidur begitu lelap dengan makanan dan botol minuman berserakan di lantai.
"Wah..Nia pakai Bikini tuh ," ujar Inge yang membuat Edo langsung membuka matanya.
"Mana..mana...,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Please mampir di CS ku ya Readers..
judulnya : CINTA BEDA DUNIA
Dan mohon dukungannya di sana sebelum tanggal 30 mai nanti, dukungan kalian sangat berarti buat miss N...
Makasih sebelumnya
__ADS_1
🙏🙏🙏