Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DIKCO 103


__ADS_3

Sebulan telah berlalu dari ketika Inge dan Xindy pergi ke luar negeri.


Zain tersenyum puas akhirnya setelah menempuh usaha yang berliku dia sudah bisa menghafalkan Surat Ar-Rahman.


Hari ini dia akan menyusul Inge dan Xindy ke Luar Negeri, Zain tidak memberitahukan kepada Inge dan Xindy kalau dia mau menyusul mereka ke sana.


Zain sudah berada di Bandara, Dia berencana memakai pesawat biasa untuk pergi kesana karena jika dia memakai Jet Pribadi tentu akan ketahuan sama Mamanya.


"Sayang aku akan menyusul kalian dan aku akan memberikan Sureprise buat kalian." guman Zain yang sekarang berada di dalam pesawat yang sudah Lepas Landas itu.


Sementara Inge sedang menikmati Liburannya bersama Xindy di Kampung halamannya yaitu di kota Bandung sekarang, karena merasa sudah cukup puas jalan-jalan di Surabaya Inge mengajak Xindy untuk pergi Ke Bandung.


"Ma..kita sudah sebulan meninggalkan mas Zain, Apa tidak sebaiknya kalau kita pulang saja ," ujar Xindy


"Iya sayang, Mama juga sudah kangen sama Papanya Zain," ujar Inge


"Kalau begitu kita pulang yuk, aku penasaran sudah sampai di mana Mas Zain menghafal Surat itu ," ujar Xindy


"Sebentar Mama Hubungi dia dulu ya ," Ujar Inge lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Zain namun Ponsel Zain tidak aktif, sudah beberapa kali Inge menghubunginya namun Ponselnya masih tetap tidak Aktif.


Inge akhirnya memutuskan untuk menghubungi Jo dan di angkatnya.


"Hallo Tante Inge, ada apa nih Tante menghubungi Jonathan yang tampan ini," Tanya Jo narsis.


"Jo Zain kemana sih, kenapa telfon Tante tidak di angkat ?" tanya Inge


"Dia...dia...," Jo tidak berani memberitahukan kepada Inge karena Zain sudah menyuruhnya untuk merahasiakan kepergian Zain.


"Dia kenapa ?, dimana dia ?" tanya Inge sekali Lagi


"Dia ..." Jo masih saja tidak berani, Perasaan Inge sudah tidak enak karena sepertinya Jo merahasiakan sesuatu padanya.


"Jo kamu gak tuli kan, Kenapa kamu seperti orang gagu begitu, ayo cepat katakan kepada Tante kemana anak nakal itu ?"


"Iya Tante, tapi Jo sudah janji kalau tidak akan memberitahukan ke Tante dia pergi kemana," ujar Jo


"Jo apa anak nakal itu selingkuh ?" tanya Inge

__ADS_1


"Bukan Tante, bukan begitu,"


"Terus kenapa kamu tidak berani bilang ke Tante dia kemana, atau jangan-jangan kamu sekongkol ya sama dia ?


"Enggak kok Tante dia pergi menyusul Tante sendiri kok ," ujar Jo keceplosan.


"Apa...!!!!" Teriak Inge membuat Jo menyadari kesalahannya.


"Aduuh mati gue..kenapa bisa keceplosan gini sih," ucap Jo sambil memukul mulutnya yang lemes itu.


Tut..tut...


Inge memutuskan Telponnya, Xindy yang melihat Inge panik langsung menanyakan ada apa gerangan yang terjadi


"Ma..Mama kenapa panik begitu sih, memangnya Mas Zain kenapa Ma ?" tanya Inge


"Dia menyusul kita ke Luar Negeri sayang, pakek gak bilang-bilang lagi, Mama yakin pasti dia mau ngasih sureprise buat kita," ujar Inge.


"Terud gimana ini Ma ?" Kali ini Xindy yang panik.


"Tenang sayang, kita pulang ke Jakarta sekarang juga ," ujar Inge


"Sudah gak keburu, Mama yakin kalau Zain sekarang lagi di pesawat dan hampir sampai di sana ," ujar Inge


"Terus gimana kalau mas Zain tidak menemukan kita di sana , dia pasti khawatir sama kita Ma ," ujar Xindy


"Kamu ikut saja apa kata Mama, soal itu biar Mama yang urus, sekarang kamu siap-siap dulu, Mama mau menelpon Joko sebentar." suruh Inge.


"Baik Ma, " Xindy segera masuk ke kamarnya sedangkan Inge menelpon Joko untuk mengurus Rumah sakit di LA dan mengurus keberangkatan mereka kembali pulang ke Jakarta.


Zain sudah Tiba di LA, dia buru-buru pergi ke Rumah sakit di mana Mamanya Di rawat, namun ketika dia berada di sana Zain tidak menemukan Mama dan kekasihnya itu, dan yang lebih mengejutkan Dia Dokter mengatakan kalau Mamanya sudah kembali ke Jakarta Dua Jam yang Lalu dan Itu berarti Mamanya masih di Jet Pribadinya.


"Sial...kenapa bisa selisih begini sih, Pasti Mama gak ngomong sama aku karena ingin memberi kejutan juga, kalau Mama Tau aku menyusul ke Sini Mama pasti bakalan marah besar," Zain kemudian mengambil kembali penerbangan pulang ke Tanah air.


Lelah tubuhnya dia kesampingkan hanya agar Mamanya tidak memarahinya.


Sepanjang Perjalanannya dia memutar otak untuk mencari alasan yang tepat agar Mamanya tidak memarahinya dan akhirnya dia tertidur di pesawat.

__ADS_1


Sementara Inge dan Xindy baru sampai di mansionnya, Inge segera mengistirahatkan tubuhnya di King Side nya sedang kan Xindy juga bebersih lalu juga Istirahat.


Keesokan paginya Zain baru saja sampai di Kantor, dia berencana memberi alasan kalau dia itu Lembur di kantor tadi malam.


Dengan memakai Jas Yang sedikit acak-acakan dia mulai pulang ke Mansionya agar terkesan dia kurang tidur karena lembur.


Zain mulai masuk ke mansionnya, dia melihat kalau Mama Inge dan Xindy sedang sarapan di ruang Makan.


"Mama..! Sayang..!" panggilnya pura-pura kaget


"Kapan kalian pulang ," tanya Zain


"Kamu habis dari mana sih Zain, Mama Pulang kok kamu tidak di rumah, Padahal Mama mau bikin kejutan Loh sama Kamu ," ujar Inge


"Maaf Ma, Semalaman aku lembur di kantor, akhir-akhir ini memang aku sering gak pulang ke Mansion," bohong Zain, Inge melirik ke arah Xindy sambil tersenyum dan Xindy membalasnya.


Inge mulai bangun dari duduknya lalu memeluk Zain namun tiba-tiba..


"Aduuh..aduh...Ma sakit, kenapa telinga Zain di jewer sih ?" Pekik Zain kesakitan karena Inge menjewer kupingnya.


"Bagus ya kamu, Sudah pinter bohong kamu sekarang, katanya kamu Lembur ternyata kamu menyusul Mama dan Xindy ke LA kan ," ujar Inge


"Ma..Ma...Ampun dong...Iya..iya..Zain ngaku kalau sebenarnya Zain menyusul Mama, Maaf Ma, Zain mau ngasih kejutan buat Mama dan Xindy namun malah Zain yang terkejut karena Mama sudah pulang ke Indonesia,"


"Makanya kalau mau bikim sureprise itu bilang-bilang dong, Biar mama Bisa Stay di sana menunggu kejutannya," ujar Inge


"Ha..ha..ha..Mama ini ada-ada saja deh, mana ada mau ngasih kejutan bilang-bilang sih, kalau itu sih bukan kejutan namanya.


"Aku di cuekin nih ceritanya ," ujar Xindy


"Eh sayang...mana mungkin nih aku lupa sama kamu, tujuan utama aku menyusul kalian hanya untuk memberitahukan kalau Mahar buat kamu sudah siap ," ujar Zain


"Benarkah ?, Berarti kalian sudah bisa nikah dong," ujar Inge, Zain mengangguk.


"Kenapa secepat ini sih Mas Zain menghafalnya, padahal aku kan masih pengen kuliah, walaupun setelah menikah masih tetap bisa kuliah juga, tapi kan kalau nanti aku hamil gimana ," guman Xindy


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Mampir yuk ke cerita aku Dendam sang Pewaris Versi terbaru...jangan lupa dukungannya ya 😊


__ADS_2