Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 131


__ADS_3

Suasana di ruang tamu kembali menegang di saat Inge turun dari kamar Xindy, wajah Inge tidak mencerminkan kalau dia berhasil membujuk Xindy


“Bagaimana Ma ?, apa Xindy mau menikah denganku Ma, kenapa Xindy tidak turun sama Mama ?” pertanyaan beruntun keluar dari mulut Zain


Hufff....


Inge menghela nafasnya kasar ketika dia mau angkat bicara terlihat Xindy turun dari Lantai atas.


“Sayang...!” Zain Langsung menghampiri Xindy dengan wajah sumringahnya.


Ekspresi wajah Xindy Flet, dia  terus berjalan melewati Zain dan menuju ke arah Jo.


Xindy mengandeng tangan Jo dan membawanya ke tempat akan di adakan Akad Nikah itu.


“Sayang apa yang kamu Lakukan ?” tanya Zain marah ketika melihat Xindy memegang tangan Jo, tidak terkecuali Kinara yang melihat itu juga merasakan cemburu.


“Kamu mau aku menikah kan ?” aku Akan menikah dengan Mas Jo ,” ucap Xindy yang membuat mereka semua menjatuhkan rahangnya.


Perasaan Jo tidak tenang, dia merasakan petaka akan menghampirinya.


“Sayang.. jangan seperti ini, aku sungguh minta maaf sama kamu, aku bersumpah sama kamu kalau kamu menikahi Jo aku bakalan bunuh Jo,” ucap Zain


Jo semakin ngeri dengan pernyataan Zain itu, dia merasa kalau dia akan menjadi tumbal perseteruan itu.


“Baguslah, cincang saja dia dan Bagikan ke binatang buas di hutan, aku tidak peduli, yang jelasnya aku akan menikahi dia.


“Kalian ini ngomong apa sih, aku tidak mau menjadi tumbal percecokkan kalian, lagian aku tidak mau menikah dengan Xindy aku sudah punya Kinara dan yang penting aku tidak mau di mutilasi hanya gara-gara ini,” ucap Jo


Semua semakin tegang, Zain semakin frustasi saat itu namun Xindy tidak sanggup lagi melanjutkan mengerjai calon suaminya itu.


“Kalau Jo tidak mau terpaksa aku menikahi kamu ,” ucap Xindy sehingga membuat wajah Zain yang dari tadi menunduk mendongak ke arah Xindy.


“Apa sayang, apa tadi yang kamu katakan ?, apa aku tidak salah dengar ?


“Kalau enggak mau ya sudah, aku ganti pakaian aja kalau begitu ,” ucap Xindy

__ADS_1


“Mau sayang, mau banget malah, ayo kita Ijab Qabul,”


Saking gembiranya hati Zain sampai-sampai dia lupa kalau ada banyak orang di sana, hampir saja dia menggendong Xindy kalau tidak ada kode merah dari Inge.


“Iya Ma, belum muhrim, Zain tahu kok,” ucap Zain cengengesan.


Acara Aqad nikah pun di mulai, sebelum itu Zain harus menyelesaikan maharnya terlebih dahulu yaitu menghafalkan Surah Ar-Rahman, Zain melantunkan surat itu dengan sangat sangat merdu dan fasih sehingga membuat semua yang hadir di pernikahan itu merinding mendengarnya.


Tibalah saatnya acara Ijab qabul di mulai, Zain menarik nafasnya panjang, jantungnya berdetak sangat cepat ketika Wali Hakim melafazkan Ijabnya.


“Saya terima nikah dan kawinnya Xindy Permata Indah binti Damar Suseno dengan mas kawin tersebut di bayar tunai,” Zain mengucapkannya dengan sekali tarikan nafas.


“Sah.. sah... Alhamdulillah...


Setelah Proses ijab Qabul selesai Xindy mencium tangan Zain dan sebaliknya Zain mencium kening, pipi, dan hampir saja mendarat di bibir kalau Jo tidak bersuara.


“Eh sabar Bro..masih banyak orang, jangan buru-buru dong ,” ucap Jo


Semua yang ada di sana tertawa melihat tingkah Zain.


“Sirik aja Lo Jo, sudah halal ini kok ,” ucap Zain cengengesan.


“Diam Lo Tang, kayak Lo enggak aja ,” ucap Zain


'Belum tahu dia Gue belah duren pun belom,' batin Bintang sambil melirik ke arah Yuki.


Yuki tahu arti tatapan bintang itu, dia semakin merasa bersalah terhadapnya, dia berjanji akan mengatakan yang sesungguhnya pada Bintang nanti sepulang dari acara itu.


Acara sudah selesai, para undangan pun satu persatu sudah pulang. Kini hanya tinggal sahabat-sahabat dari mereka saja dan beberapa orang saudara jauh yang mungkin akan menginap di sana termasuk pasangan Dion dan Mika dan Juga Nia dan Edo yang juga sengaja Balik ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan putra sahabatnya itu.


“Inge selamat ya sayang, kamu sudah mempunyai mantu sekarang, tidak seperti kita punya anak kok kayaknya susah sekali di atur.” curhat Mika


“Makasih ya Mik, kalian sudah sempatin datang ke pernikahan Zain, oh ya Ngomong-ngomong nih ya Bella-nya enggak kelihatan ya, di mana dia ?” tanya Inge


“Itu anak ya Nge.. Bandelnya melebihi cowok, gue sudah enggak tahu mau ngomong apa lagi, Papanya hanya cuek saja dan melimpahkan tanggung jawabnya hanya padaku, padahal kan itu anak hasil dari kami berdua,” ucap Mika menyindir Dion

__ADS_1


“Ayolah Sayang, jangan di bahas lagi dong, aku kan juga bertanggung jawab dengan mencari nafkah untuk kalian berdua, mana sempat aku mendidik Bella,” ucap Dion


“Gitu tuh kalau sudah tua tapi tidak dewasa, taunya cari uang mulu, enggak tahu apa Istri dan anaknya butuh perhatiannya,” ujar Mika


“Lah kok jadi berantem sih kalian, ini hari bahagianya putraku loh, memang ya Lo Mik, gak pernah berubah masih saja mau menang sendiri ,” ucap Inge sambil tertawa.


“Tu Inge saja tahu kalau kamu mau menang sendiri ,” ucap Dion yang senang di belain sama Inge


“Kak Dion juga salah, Jangan kerjaan saja yang di pikirin, anak dan Istri juga di perhatikan, jangan-jangan si Mika jarang di belai lagi sampai dia ngomel-ngomel  seperti itu ,” ujar Inge


“Kok tahu sih Nge kalau Gue jarang di belai, jangan-jangan Lo ngintipin kita ya  ?” ujar Mika


“Enak aja Lo, emangnya Gue kurang kerjaan apa sampai-sampai Gue ke Inggris hanya buat ngintip kalian,” ujar Inge


“Ya Kali aja Lo bisa menembus waktu gitu,” ucap Mika


“Ha.. ha.. Lo itu ya Mik, pasti Lo kebanyakan nonton Film fantim deh, Lo gak bisa move on ya dari Oppa-Oppa tampan yang ada di Film itu,” ujar Inge


“Suuttt...jangan keras-keras Nge, ntar Mas Dion dengar bisa ngamuk dianya, pernah sekali Gue ngomongin Oppa-Oppa Korea eh malah dia diemin Gue sampai sebulan loh, bayangin coba bagaimana menderitanya Gue tanpa belaiannya.” Ujar Mika


“Kalian lagi ngomongin apa sih, sepertinya seru amat ,” tanya Nia yang baru bergabung dengan mereka.


“Lagi ngomongin Oppa,” ucap Mika


“Memang pantas sih para nenek-nenek ngomongin Opa ,” ujar Nia yang belum Tahu maksud dua cewek ABG tua itu.


“Ha.. ha.. ha.. Si Nia pasti kagak mengerti apa yang kita omongin tuh ,” ucap Mika


“Iya.. dia kan masih polos seperti 30 tahun yang lalu ,” ujar Inge.


“Kalian ini sebenarnya ngomongin apa sih, aku kok enggak nyambung ya,”


“Kita lagi ngomongin ini Nia ,” ucap Mika


sambil memperlihatkan foto Boy Band Korea yang lagi naik Daun itu.

__ADS_1


“Memangnya kenapa sama mereka ?” tanya Nia


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2