Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 169


__ADS_3

"Pasti kalian bertanya-tanya kan kenapa saya melakukan itu ," tanya Inge


"Saya melakukan itu karena mereka sudah berani mengakui kesalahan mereka, tidak ada orang yang salah yang mempunyai keberanian yang sama seperti mereka. tapi ada beberapa orang yang masih saja dengan sombongnya tidak merasa bersalah padahal dia yang paling menyakiti saya," ucap Inge, semua pada Diam.


"Mungkin bagi orang itu saya tidak akan mentoleransinya, dan akan membiarkan suami saya memecatnya." ucap Inge


Semua memuji kebaikan hati Inge, dan Sari menyesal kenapa tadi dia masih mempertahankan egonya dengan tidak mau mengakui kesalahannya, inilah yang dia dapatkan sekarang di pecat dari pekerjaannya.


"Buat kalian sudah boleh turun kembali, dan saatnya kita Pesta..." ujar Inces, Musik pun kembali di putar, sekarang musik Romantis yang menggema di sana


Devan segera mengajak Istrinya untuk berdansa, begitu pula dengan yang lainya, Elang masih celingak-celinguk karena tidak ada satupun cewek yang Jomblo yang bisa di ajak Dansa.


"Lebih baik gue pergi saja dari sini, kalau gue terus-terusan di sini bisa-bisa mereka malah semakin membuat gue iri," guman Elang mau beranjak pergi tapi karena tidak hati-hati dia terpeleset dan sebuah tangan menariknya dan adegan di film-film pun terjadi tapi ini kebalikannya Elang yang di pegang oleh seorang gadis berseragam keamanan yang tak lain adalah Fania.


"Kamu gak apa-apa ?" tanya Fania, Elang masih saja mematung, dia terpesona akan wajah Imut Fania.


"Hallo...mas..kamu gak apa-apa ?" tanya Fania lagi


"Eh..maaf saya gak apa-apa kok," ucapnya kemudian berdiri tegak.


"Kalau begitu saya permisi dulu," ujar Fania


"Eh..makasih ya, kalau kamu gak keberatan boleh saya ajak kami buat jadi pasangan dansa saya, soalnya saya tidak punya pasangan," Fania menoleh dan tersenyum.


"Maaf mas, saya lagi bertugas, tidak sepantasnya saya melakukan itu," ucap Fania


"Please...saya Janji setelah ini saya tidak akan merepotkan kamu lagi, saya mohon," ujar Elang menyatukan telapak tangannya dengan wajah memelasnya


"Tapi apakah anda tidak malu berdansa sama saya, saya tidak pakai gaun seperti mereka, saya hanya seorang petugas keamanan," ujar nya

__ADS_1


"Yang penting kan kamu seorang wanita, kalau saya berdansa dengan pria baru saya malu," ujar Elang yang membuat Fania tertawa, semakin terpesona saja Elang padanya melihat tawa nya itu.


"Baiklah, tapi saya tidak bisa lama. Saya harus kembali bertugas," ujarnya.


Elang segera menarik Fania ke lantai dansa, dan mulai memegang pinggang Fania, Fania merasakan suatu getaran di dadanya, baru kali ini dia berdekatan dengan seorang Pria, malah Pria itu ganteng banget lagi, tapi dia masih bersikap Jaim, dia tidak mau terlibat terlalu jauh dengan pria yang baru di kenalnya itu, menurutnya Pria tampan hanya akan membuat sakit hati nantinya.


Musik pun berhenti, mereka kembali ke tempatnya masing-masing, sedangkan Fania sudah pergi saat Elang melepasnya tadi, Elang belum sempat menanyakan namanya.


"Kemana dia ya, aku belum sempat kenalan dengannya, setelah pesta aku harus mencarinya," guman Elang


Tiba-tiba saja Inge memegang kepalanya.


"Kamu kenapa sayang ?" tanya Devan


"Kepalaku pusing sekali," ujar Inge sebelum kemudian dia tak sadarkan Diri, Devan panik langsung menggendong Inge dan membawanya ke salah satu kamar hotel yang ada di sana, Mika dan sahabat-sahabat mereka lainnya juga ikut panik dan mengikuti mereka.


"Dion hubungi Dokter, ingat harus Dokter wanita," suruh Devan


Tak lama kemudian Dokter wanita itu pun datang dan langsung memeriksa keadaan Inge, Dokter itu tersenyum.


"Gimana keadaan Istri saya Dok ?" tanya Devan


"Dia baik-baik saja kok pak Devan, mungkin ini Efek dari kehamilannya," ujar Dokter itu


"Maksud Dokter Istri saya hamil Dok ?" tanya Devan


"Iya pak Devan, Istri anda hamil dan sekarang usia kandungannya baru dua minggu, jadi masih sangat Rentan, saya sarankan agar Istri anda istirahat total dan jangan sampai kelelahan." ujar Dokter itu


"Alhamdulillah, Saya akan jadi ayah, Dion..saya akan jadi ayah..," ucapnya bahagia lalu sambil memeluk Dion

__ADS_1


Semua yang ada di sana ikut bahagia dan memberi selamat buat Devan.


Perlahan Inge mulai sadar dan melihat mereka saling berjabat tangan dan memeluk Suaminya.


"Kalian kenapa sih, kok senyam-senyum gitu," mendengar suara Inge Devan langsung menghampiri istrinya itu lalu mengecup keningnya.


"Terima kasih sayang," ucapnya yang membuat Inge binggung.


"Kak Devan kenapa sih, aneh banget deh," ujarnya


"Sayang kamu akan segera menjadi ibu dan aku akan jadi ayah," ucap Devan


"Benarkah...aku hamil sayang ?" Devan mengangguk,Inge segera memeluk Devan denga senyum bahagianya, Air mata menetes di pipinya bukan karena sedih tapi karena terlalu bahagia.


"Mulai sekarang aku akan Fokus mengurus kamu sayang, Dion... urusan kantor kamu yang urus ya, aku mau selalu berada di dekat Istriku," ujar Devan


"Bukankah selama ini memang aku yang urus ya," ujar Dion


"Memang, tapi kamu belum boleh nikah dulu sebelum anakku lahir," ujar Devan


"Loh kok gitu sih Van, aku semakin tua dong," ucap Dion yang membuat mereka semua yang ada di sana tertawa.


"Itu derita lo ," ujar Devan


"Nasib...nasib...beginilah nasib seorang bawahan..."


Ha..ha..ha ..


Mereka semua larut dalam kebahagian...

__ADS_1


HAPPY ENDING....


__ADS_2