
Mana bisa kalau periksa tanpa di pegang-pegang, memangnya saya mbah dukun apa, yang bisa tau penyakit tanpa di periksa dulu," ujar Ferdi, Inge menahan tawanya mendengar ucapan Ferdi tersebut.
"Apa gak ada cara lain ?" tanya Devan masih .
"Ada...bawa saja gadis ini ke mbah dukun atau cari Dokter wanita agar cemburu akut mu itu gak kambuh Lagi," ucapnya kesal, ngapain juga Devan memanggilnya kemari kalau akhirnya seperti ini.
Ferdi pun hendak keluar dari kamar itu karena kesal pada Devan.
"Aduh.." rintih Inge
"Paman...untuk kali ini saja aku izinin paman nyentuh-nyentuh Inge, aku gak tega lihat dia kesakitan begitu," ujar Devan, Ferdi pun berbalik dan mrlangkah ke arah Inge lalu memeriksanya.
"Ini gak apa-apa kok, cuma nyeri sedikit saja akibat terbentur benda keras, emangnya kamu kenapa tadi ?" tanya Ferdi
"Tadi saya terpeleset lalu jatuh di lantai," bohong Inge karena tidak mau ketahuan Devan kalau dia sengaja menjatuhkan dirinya tadi.
"Ooo gak apa-apa, nanti saya kasih obat anti nyeri biar rasa sakitnya berkurang," ucapnya
"Oh ya Van, ni Rumah koj sepi amat ya, Bondan sama Nita kemana ?" tanya Ferdi
"Gak tau juga paman, kami baru saja sampai di sini ," jawab Devan
"Kalian jangan berdua-duaan di kamar entar ada setan lewat bisa kebablasan, Ayo Devan ikut paman main catur di bawah," ajak Ferdi, Awalnya Ferdi mau segera pergi dari sana, tapi karena di sana cuma ada mereka berdua saja, dia mengurungkan niatnya untuk segera pergi.
" Sayang aku temani Paman Ferdi ke bawah dulu ya, nanti aku balik lagi gak apa-apa kan," tanya Devan
"Iya kok gak apa-apa, aku juga mau Istirahat," ucapnya , Devan dan Ferdi kemudian turun ke lantai bawah.
Setelah Devan pergi Inge segera menelpon Nia dan memberitahukan kepadanya soal Bisma. Inge meminta tolong pada Nia agar menyelidiki Bisma saat dia gak ada di kampus.
Nia binggung harus ngapain, dia tidak berpengalaman buat menguntit seseorang akhirnya Dia menyuruh orang kepercayaannya buat menyelidiki semuanya.
Nia memang mempunyai seseorang yang di bayar oleh Kakanya untuk menjaganya semacam body Guard gitu, tapi orang itu tidak oetnah muncul di hadapan Nia, Nia hanya bisa menghubunginya vie ponsel saja.
Walaupun begitu, Nia sangat percaya padanya karena dia selalu melaksanakan tugas dari Nia dengan sangat baik bahkan selalu memuaskan.
Nia memang tidak mengenalnya akan tetapi dia tau kalau orang siruhan kakaknya itu adalah wanita karena Nia pernah mebelponnya beberapa kali.
Tak lama kemudian masuk beberapa Chat ke ponsel Nia, chat itu berisi data-data Bisma dan beberapa Foto kegiatan Bisma.
__ADS_1
"Cepat juga kerjanya," Nia sambil tersenyum, Jia kemudian mengirimkam data-data itu ke Inge.
"Tuh kan, semuanya gak bener. Kak Devan sih gak percayaan orangnya, Berbarengan dengan Nia mengirimkan data-data itu ke Inge, Devan Pun menerima beberapa chat dari anak buahnya. Karena dia lagi asik bermain Catur dengan Ferdi dia mengabaikan Chat tersebut.
"Aku harus kasih tau ini sama kak Devan agar dia tidak salah faham sama Bisma." ucap Inge.
Inge mencoba berdiri, ternyata Dia bisa. Benar apa yang di bilang dokter Ferdi kalau pinggangnya tidak kenapa-kenapa.
Inge bergegas menuju ke lantai bawah di mana Devan dan Dokter Ferdi berada. Devan tidak memperhatikan Inge yang sudah berada di belakangnya.
Devan sedang berpikir keras agar bisa mengalahkan Ferdi, sydah beberapa kalu dia diboalahkan oleh Dokter itu. Inge mengambil satu kuda dan men skak matt Ferdi.
"Skak Matt," ucap Inge, Devan menoleh.
"Sayang...kamu kok di sini sih, Gimana pinggang kamu apa sudah baikan ?"tanya Devan sambil merangkul pinggang Inge. sedangkan Ferdi masih bengong, kok bisa dengan gampangnya Gadis itu bisa ngalahin dia.
"Iya sayang, aku udah agak mendingan kok," ucapnya.
"Wah...Luar biasa " Ucap Ferdi sambil tepuk tangan.
"Eh copot..copot..kaget gue," ucap Inge Latah.
"Pacar kamu luar biasa Van, kok bisa dia ngalahin paman, padahal kamu sudah sering kalah dari Paman ," ujarnya
"Kamu belajar dari mana main caturnya ?" tanya Ferdi
"Paman nanya sama saya ?" tanya Inge
"Iya..masak sama Devan, kan kamu tadi yang ngalahin saya main catur,"
"Ayah saya yang ngajarin," jawab Inge singkat
"Ayah kamu pasti pemain propesional ya ? pasti dia pria yang cerdas,"
" Saya juga gak tau paman, dia hanya seorang juragan kebun Teh di Bandung itupun sebelum dia meninggal," ujar Inge.
"Sayang kamu ngapain sih pakek turun segala, lebih baik kamu istirahat gih biar badanmu gak penat lagi," suruh Devan
"Ada yang mau aku omongin sama Kak Devan, tapi berdua aja," ujar Inge serius sambil melijat ke arah Ferdi.
__ADS_1
"Kalau begitu saya pamit dulu, Ingat jangan berdua-duaan di kamar ya," ujarnya lalu pergi dari sana.
Devan memandang ke arah Inge dengan wajah penasaran, sebenarnya apa sih yang mau di bicarakan sama kekasihnya itu.
" Sayang..!
"Iya kenapa sayang," jawab Devan sambil memegang tangan nya Inge.
" Aku mau ngasih tau sesuatu sama kamu, tapi kamu jangan curiga macam-macam sama aku lagi ya," ucap Inge memulai pembicaraan.
"Iya sayang, maafin aku juga tadi yang terlanjur emosi sama kamu," ucap Devan.
Ting...
Sebuah Chat masuk ke ponselnya Devan.
"Sebentar sayang , aku periksa dulu chatnya dari tadi ting tong terus ni Hp," ucapnya lalu mengambil ponselnya lalu membukanya, mata Devan terbelalak saat melihat vidio yang berda di layar ponselnya itu.
Tangan Devan menggepal dan wajahnya memerah, Inge melihat gelagat Devan yang seperti itu langsung memegang tangan kekasihnya itu, Dia tau saat ini Devan sedang marah, entah apa yang membuatnya marah seperti itu, yang dia tau Sesuatu yang ada di layar ponsel miliknya itu yang membuat Devan marah.
"Ada apa sayang ?" tanya Inge
"Papa sama Mama Di culik " ucapnya lemah
"Apa..." Inge kaget mendengar apa yang di katakan kekasihnya itu, Lalu merebut ponselnya Devan dan melihatnya.
Di sana ada sebuah Vidio Bondan dan Nita yang di Ikat di sebuah Kursi yang saling membelakagi dengan mulutnya yang di sumpal dengan kain.
Devan masih shock, Dia baru sadar saat Inge memeluknya. Devan kemudian mengambil ponselnya lalu menghubungi Dion.
Dion sedang memeriksa beberapa File yang masih belum di tanda tangani oleh Devan. Suara ponsel mengagetkannya, dia melihat sejenak lalu langsung mengangkatnya
"Ya ada apa Van ?" tanya Dion.
"Dion Lacak tempat yang sudah gue kirimkan melalui chat ke lo, dan segera kerahkan anak buah kita buat menuju ke sana.Kita bertemu dia apartement gue setengah jam lagi,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ayo...pada tegang gak nih ..
__ADS_1
Iya miss N juga ...adegan tembak-tembakan akan muncul nih, tapi tembak-tembakan beneran ya bukan tembak-tembakan pacar 😁😁😁