Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 80


__ADS_3

Semua melihat ke arah Jo yang masih nafasnya tak beraturan itu.


"Siapa kamu ?" tanya Pak Kyai yang sedang menjabat tangan Pemuda di hadapannya.


"Saya Jonathan pak Kyai," ucap Jo sambil menyalami Pak Kyai yang dia yakin itu adalah Ayahnya Kinara.


"Ada apa kamu menghentikan pernikahan Ini Nak Jonathan ," tanya Pak Kyai Lembut.


"Saya tidak setuju dengan pernikahan ini Pak Kyai,"


"Apa alasannya nak Jonathan ini tidak setuju dengan pernikahan ini, kami tidak mengenal Nak Jonathan ," ucap Pak Kyai masih tenang, semua memasang telinganya ke arah pembicaraan mereka.


"Saya tidak setuju saja ,"


"Pasti ada alasannya nak Jonathan, setuju atau tidaknya Nak Jonathan tidak berpengaruh dengan pernikahan ini , karena Nak Jonathan bukan siapa-siapa kami ," ujar Pak Kyai lagi


"Tapi pak Kyai saya mencintai Kinara, saya Ingin dia menjadi Istri saya ," Jonathan memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya di depan semua Orang, dia sampai memejamkan matanya agar tidak melihat reaksi semua orang dengan pernyataannya itu.


"Bhua..ha..ha...," semua orang Menertawakan Jo, Jo mulai membuka matanya.


"Mari nak Ramdan kita Lanjutkan Ijab Qabulnya Dulu," ucap Pak Kyai mencueki Jonathan.


Beberapa orang Santri menyuruh Jo duduk menjauh dari Pak Kyai dan mempelai Pria itu.


"Saya Terima Nikah Dan Kawinnya Karina Binti Haji Haikal dengan Mas Kawin tersebut Tunai ,"


Sah...


Sah...


Jonathan melongo mendengar nama yang di sebut bukanlah nama Kinara akan tetapi Karina.


"Suruh mempelai wanita masuk ke sini ," ucap Pak Kyai


Dari arah pintu kamar terlihat Dua orang wanita cantik sama persis keluar dari sana, Jo semakin kaget melihatnya, dia tidak bisa membedakan keduanya.


Tapi setelah dia mengingat kalau yang di sebut tadi adalah Karina bukan Kinara Jo merasa malu karenanya.


Karina sudah duduk di samping Ramdan yang sudah sah menjadi suaminya lalu menyalami suaminya itu, Ramdan mengecup kening Karina.


Netra Jo tertuju pada seorang gadis yang sangat mirip dengan pengantin wanita yang dia yakini itu adalah Kinara.


Kinara awalnya tidak melihat Jo tapi ketika Dia membenarkan Kebaya kakaknya netranya melihat Sosok pemuda yang sangat di kenalnya.


"Mas Jo..siapa yang mengundang Mas Jo ke sini ?" tanya Kinara

__ADS_1


"Hus.. jangan begitu Kinara sama tamu, Sini Kinara duduk di dekat Abi ," suruh Pak Kyai


Kinara menurut saja perintah abinya.


"Nak Jo ini tamu tak di undang, hanpir saja dia membatalkan pernikahan kakak kamu," ujar Pak Kyai, Jo menunduk malu.


"Loh mas Jo kenapa bisa begitu ?" tanya Kinara, Jo masih belum menjawab, tatapan mata Kinara membuat lidahnya terasa kaku.


Dia hanya salah Faham saja Kinara, dia pikir pernikahan ini adalah pernikahan kamu ,"


"Apa itu benar Mas Jo ?" tanya Kinara menyelidik, jo masih saja membisu.


"Begini Kinara, Nak Jonathan ini tadi mengungkapkan isi hatinya di depan Abi bahwa dia itu mencintai kamu, tapi abi belum melihat ada kesungguhan di matanya, dia hanya sekedar berucap saja tanpa memikirkan semuanya ," ucap Pak Kyai tenang. Jo melihat ke arah Pak Kyai, dia tidak menyangka kalau pak Kyai akan berbicara setenang itu, namun dia lebih kaget karena pak Kyai meragukan cintanya pada Kinara.


"Tu kamu lihat sendiri, dia tidak bisa berkata apa-apa ?" pancing Pak Kyai


"Maaf Pak Kyai, Pak Kyai salah, saya sangat mencintai Kinara sepenuh hati saya ?" ucap Jo


"Apa buktinya ?" tanya Pak Kyai


"Apapun akan saya berikan kepada Putri pak Kyai sebagai maharnya." ucap Jo mantap


"Apapun ?" pak Kyai Tersenyum


"Baiklah, sebelum saya memberitahukan apa mahar yang akan kami minta saya ingin bertanya dulu sama putri saya kinara, Kinara apakah kamu bersedia hari ini menikah dengan Nak Jo apabila dia sanggup memberikan mahar yang Abi minta ?" tanya Pak Kyai pada kinara


"Insya Allah Abi , semua yang terbaik bagi Abi pasti terbaik pula buat Kinara," ucap Kinara sambil menunduk


"MasyaAllah, sungguh bidadari Surga yang berada di hadapanku ini ya Allah ," guman Jo


"Alhamdulillah, sekarang tinggal sama nak Jo, apabila nak Jo bisa memberikan mahar yang saya minta hari ini juga saya akan menikahkan nak Jo dengan Kinara.


"InsyaAllah Pak Kyai ," Ucap Jo mantap


*


*


Jo sudah berada di Kantor, dengan wajah lesu dia membaringkan kepalanya di sandaran kursi kebesarannya.


"Gila..mahar apaan itu, apa tidak bisa di ganti dengan yang lain, aku harus minta tolong sama Zain kalau begini caranya," ucap Jo


Jo mengambil Ponselnya lalu segera menghubungi Zain.


Drrt...drrrt..

__ADS_1


Zain yang sedang bersantai dengan Xindy di Gazebo rumahnya melihat kalau Jo menelponnya, dia mencuekinya saja dan dia melanjutkan membaca sambil tiduran di pangkuannya Xindy.


"Huh kemana sih Ini si Bos bucin itu, gak tau apa ini menyangkut hidup dan mati gue ," ujar Jo lalu kembali menghubungi Zain.


"Siapa sih sayang, dari tadi asik nelponin kamu mulu ," tanya Xindy yang merasa terganggu dengan bunyi ponselnya Zain.


"Itu si Jo, gak usah di angkat , palingan dia mau nyuruh aku ke kantor ," ucap Zain masih melanjutkan membacanya.


"Kamu angkat dong, siapa tau ada keadaan darurat, gak mungkin kan dia nelponin kamu sebanyak itu kalau tidak ada hal yang penting," ujar Xindy


"Iya..Iya..aku angkat ," ujar Zain lalu bangun dari pangkuannya Xindy dan maraih ponselnya.


"Hallo Jo Ada apa ?" tanya Zain dingin


"Zain tolongin gue, ini darurat ," ujar Jo


"Darurat apa ?" Tanya Zain


"Pokoknya darurat, ini antara hidup dan Mati gue ," ujar Jo yang membuat Zain kaget .


"Jo..Lo ngebunuh orang ?" tanya Zain, Xindy yang mendengarnya ikutan kaget.


"Sayang Speaker dong, biar aku juga bisa dengar apa yang akan di katakan oleh Jo ," ucap Xindy


"Bagus kalau Xindy juga ada bersama Lo , jadi kalian berdua bisa tolongin gue ," ucap Jo


"Jo..lo sebenarnya mau ngomong apa sih, omongan lo muter-muter mulu dari tadi ," ujar Zain


"Pokoknya lo harus tolongin gue Zain...Tut...tut ..," sambungan Telpon terputus .


"Zain...Zain..Lo masih di situ kan ?" tanya Jo.


"Yach batre Ponsel gue habis lagi ," ucap Jo kesal.


"Lebih baik gue kemansionnya saja ," ujar Jo lalu bergegas menuju ke mobilnya dan melajukannya ke arah Mansionnya Zain.


Sementara di Mansion Zain.


"Sayang kenapa ponsel Jo mati, jangan-jangan Jo kenapa-napa lagi ," ujar Xindy


"Jangan ngomong begitu ah Sayang, mungkin Ponselnya habis batre, atau mungkin signal nya jelek, coba aku hubungi lagi ya," ujar Zain Lalu kembali menelpon Jo.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan, cobalah beberapa saat lagi ,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2