Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 124


__ADS_3

Om ganteng sekarang kenapa berubah ya, Dulu saja bagai macan ngamuk nah sekarang bagai kucing imut yang butuh kasih sayang, apa ini ya yang di bilang sama kak Devan kemaren kalau banyak sifatnya yang tidak di ketahui orang lain akan muncul di hadapan orang yang dia sayang,, Batin Mika


Mika mematung ketika Dion bersandar di bahunya, Dia merasa risih sekaligus deg-degan dengan apa yang di lakukan Dion, mungkin karena belum terbiasa kali ya.


"Kok gak di elus sih sayang," ucap Dion


"Elus ?" tanya Mika binggung


"Iya, seharusnya kamu elus kepalaku sayang biar tambah romantis," ujarnya


Whaat...apa gue gak salah dengar nih, Om Ganteng kenapa manja banget sih, Gue lebih suka dia kayak macan ngamuk dari pada begini,, Batin Mika


Walau pun risih tapi Mika melalukan juga apa mau Dion, Dion mulai menutup matanya meresapi elusan kekasihnya itu.


Tangan Mika sudah pegal, dia mau menyuruh Dion bangun tapi dia kasian melihat Dion terlelap di bahunya.


"Sepertinya dia sangat lelah," ucap Mika sambil memandang wajah Dion ,dia pun merebahkan kepalanya di kepala Dion sambil memejamkan matanya juga.


Suara ponsel mengejutkan Dion, tapi tidak dengan Mika masih saja terlelap sambil duduk di sana, Dion perlahan bangun dan meletakkan kepala Mika di pangkuannya dengan hati-hati kemudian dia mengambil ponselnya.


"Hallo Van, ada apa ?" tanya Dion


"Gimana persiapannya ?" tanya Devan yang masih dirumah sakit, Kata Dokter sore ini dia baru bisa pulang.


"Hampit 80 persen, tinggal ngedekor di Air terjun saja," jawabnya


"Bagus, lo pastikan Inge gak datang ke Air Terjun itu sampai waktunya tiba," ujar Devan


"Beres mah, kalau sama gue semuanya akan jadi perfect, lo tenang aja Van, lo tinggal tunggu beres aja," ujarnya.

__ADS_1


"Oke..gue hanya ngecek saja, gue gak mau pesta kali ini gagal lagi." ujarnya


"Siap Boss..laksanakan.." ujar Dion, Devan pun memutuskan sambungan telponnya.


Dion menatap wajah cantik Mika yang berada di pangkuannya, perlahan dia mendekat dan mengecup lembut kening Mika yang tertidur lelap.


"Kamu cantik banget sih sayang, aku gak akan ngelepas kamu lagi seperti yang aku lakuin ke Fanya dulu, walau pun dia sebenarnya yang meninggalkan aku demi pria lain, dan aku gak akan ngebiarin kamu meninggalkan aku sayang," ucapnya. Mika hanya mengeliat saja.


Dion tersenyum melihat Mika dan kemudian mulai mengendongnya dan membawanya menuju ke salah satu kamar yang ada di sana. Setelah membaringkan tubuh Mika di ranjang, Dion kembali ke taman dan menuju ke Air Terjun untuk memantau sudah berapa Persen team WO sudah menghias Air tejun itu.


Sampai di sana Dion terpesona dengan hasil dekor pihak WO tersebut, hutan belantara sudah di sulap menjadi taman bunga yang sangat indah oleh mereka.


"Apa semuanya sudah siap," tanya Dion


"Iya pak tinggal sentuhan terakhir saja yaitu kunang-kunang, itu besok akan di lepas di sini," ujar Mereka.


"Bagus..kerja kalian keren, untuk itu saya akan memberi bonus buat kalian kerena kerja keras kalian dalam dua hari semuanya sudah selesai," ucap Dion


"Hufff, akhirnya selesai juga, Ugh..penatnya..Lebih baik gue pulang dan beristirahat," ucap Dion


Dion mengambil ponselnya dan mengirim sebuah Chat kepada Devan. Devan yang melihatnya tersenyum senang karena sebentar lagi status lajangnya akan berakhir.


🌹🌹🌹


Di satu sisi Devan lagi senang akan melaksanakan pernikahannya dengan Inge, di lain sisi Albert sudah sangat Frustasi karena tidak satupun ada yang mau bekerja sama dengannya karena akan berdampak besar apabila mereka mengikuti semua yang di inginkan oleh Albert itu, menurut mereka Albert salah sudah berurusan dengan Mr DP itu.


Nyali semuanya Ciut saat mengetahui perusahaan Perdana Corperation yang akan menjadi Rival mereka, mereka mundur pelan-pelan dan kini tak satu Perusahaan pun ada yang mendukungnya.


Kini dia terlihat berada di sel tahanannya Angel dengan wajah kesalnya. Saat melihat Angel datang dengan seorang petugas dia berhambur kepelukan Angel dan memberikan sesuatu ke tangan Angel lalu dia kembali duduk di sana.

__ADS_1


"Tumben lo ke sini lagi, bukanlah lo sudah gagal memisahkan Devan dan Inge ," ujar Angel


"Iya gue mengaku sudah gagal melaksanakan tugas yang lo berikan, tapi gue punya rencana lain, cepatlah keluar dari sel ini dan segera datang ke alamat yang gue kasih tadi, dia akan mengubah lo menjadi orang lain dan lo akan terbebas dari hukuman ini," ujar Albert


"Maksud lo gue akan menjalani OPlas gitu ?" tanya Angel


"Gak mau gue,gue gak mau wajah cantik gue di ubah menjadi orang lain," ujar Angel


"Lo mau ngedapatin hatinya Devan gak sih, lo pasti akan bisa mendapatkannya dengan wajah baru lo, gue bisa pastiin itu," ujar Albert


"Lo masih ragu ? Gue tau betul siapa Devan dan siapa yang disukai Devan saat berada di Inggris dulu, lo pikirin baik-baik semuanya dan kalau lo sudah setuju lo hatus cepat-cepat menuju ke alamat yang gue kasih ke Lo," ujar Albert


Angel pun kembali ke selnya, Ada sebuah kunci dan secarik kertas kecil ditangannya.Dia terbelalak melihat alamat yang di kasih oleh Albert padanya.


"Ini kan alamat Dokter ahli bedah Plastik yang terkenal itu," ujarnya kaget.


"kalau begini gue dari tadi setuju aja buat oplas di sana, gue mau membuat Devan bertekuk lutut sama gue dan juga keluar dari neraka ini," ujar Angel.


"Inge lo tunggu pembalasan gue, gue akan rebut Devan dari lo dan lo gak akan bisa menghalangi niat gue ini, siap-siap saja lo kehilangan kekasih lo itu," ujar Angel dengan serigainya.


Malam sudah larut, saatnya Angel beraksi. bermodalkan sebuah kunci dari Albert yang akan menjadi senjatanya buat lari dari penjara itu.


Angel melihat ke sekelilingnya, di sana tidak ada yang menjaga karena memang sistem keamanannya yang terjamin, namun ini menjadi peluang buat Angel untuk melarikan Diri.


Dengan sekali putar gembok kunci sel itu terbuka dan alarm pun berbunyi, semua penjaga bergegas menuju pusat kekacauan itu, Angel dengan sigapnya segera berlari menuju ke pintu keluar .


Angel sudah berhasil keluar, dia berlari tak tentu arah, dan di saat dia melewati sebuah rumah ada jemuran yang belum di angkat, dia mengambil baju itu lalu segera memakainya Dan berlari menuju ke arah pasar, Polisi masih mengejarnya akan tetapi mereka kehilangan jejak, Akhirnya polisi memutuskan untuk melakukan pencarian esok hari.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2