Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
Eps 156


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu dari kejadian penculikan itu, Devan merasa lega kerena musuhnya akhirnya sudah kembali ke negaranya.


Albert sangat terpukul ketika mengetahui apa yang terjadi padanya sesudah penculikan terhadap Inge itu.


Setelah sadar dari biusnya, Albert merasakan ada yang berbeda di tubuhnya, sesudah sepenuhnya sadar baru dia menyadari kalau pistolnya sudah berganti menjadi lubang buaya, dia sangat malu dan menyesal telah melakukan penculikan itu sehingga keperkasaannya hilang dalam sekejap.


PerusahaanAlbert pun berangsur-angsur bangkrut, banyak Investor menarik kembali Investasinya di perusahaan itu sehingga Albert menjual perusahaannya lalu kembali ke Negaranya dengan status baru menjadi seorang perempuan tentunya.


Dan berita viral seminggu yang lalu pun membuat Devan puas, bagaimana tidak setelah kejadian di hotel malam itu Cathrin alias Angel menjadi gila, dia tidak sanggup membayangkan apa yang terjadi pada dirinya malam itu sehingga membuatnya mengalami gangguan Jiwa dan sekarang dia sudah berada di RSJ .


Devan sekarang tinggal mengungkap saja kecurangan di perusahaannya karena dia juga sudah mengetahui kalau yang selama ini menampung produk perusahaannya itu adalah perusahaannya Albert.


Devan mengambil ponselnya lalu menelpon Dion.


"Hallo Dion, sepertinya ini sudah saatnya gue muncul sebagai Mr DP ke Publik, gue ingin Status istri gue menjadi terhormat dan tidak ada lagi yang memandang rendah padanya."Ujar Devan


"Lo buat pesta besar-besaran dan lo undang Pers untuk meliput pesta itu, Gue akan mengumumkan siapa gue sebenarnya." ujar Devan kemudian memutuskan sambungan telponnya.


Di sebuah Ruangan Sapta sedang menjambak-jambak rambutnya, kepalanya terasa seperti mau pecah karena perusahaan yang selama ini menbeli produk perusahaan itu sudah gulung tikar.


"Sial...dari mana gue akan mendapatkan keuntungan lagi kalau gini caranya, cicilan rumah belum lunas, belum lagi Meta yang selalu minta beli ini beli itu, dari mana gue dapatin uang lagi. gue harus mencari akal agar gue bisa mendapatkan keuntungan tanpa harus capek bekerja."


"Permisi pak Sapta ," ucap Gala yang sudah masuk ke ruangan Sapta


"Kamu bisa gak sih kalau masuk itu ketuk pintu dulu ," ujar Sapta


"Saya sudah mengetuk pintunya pak, karena bapak gak merespon saya langsung masuk saja ," ujar Gala


"Apa yang ingin kamu sampaikan, ayo cepat katakan," ujar Sapta


"Pak Sapta Tadi pak Dion menyuruh seluruh Dewan Direksi dan seluruh manager untuk berkumpul di Ruang Meeting, katanya ada meeting dadakan," lapor Gala


"Baiklah, saya akan segera ke sana," ujar Sapta , Gala pun kembali ke ruangannya.


"Ada apa ya sampai pak Dion mengumpulkan seluruh Dewan Direksi dan semua manager, apa yang akan dia sampaikan ya ," ucap Sapta, Dia pun akhirnya pergi menuju ke Ruangan Meeting.


Semua bertanya-tanya ada apa Dion mengumpulkan mereka di sana sampai akhirnya Dion dan Mika masuk ke dalam ruangan itu.


"Heemm..," dehem Dion

__ADS_1


"Kalian pasti bertanya-tanya, kenapa saya mengumpulkan kalian di sini sekarang ya Kan," ujar Dion.


"Dengarkan ucapan saya dengan seksama karena saya tidak akan mengulangnya untuk ke dua kali." Ujar Dion


"Ada apa sebenarnya pak Dion," tanya salah seorang dari mereka


" Seminggu lagi Perusahaan kita akan mengadakan pesta besar-besaran, umumkan kepada semua karyawan agar mereka datang dengan membawa pasangannya ke pesta tersebut ," Dion menghentikan sejenak ucapannya.


"Pak Dion memangnya dalam rangka apa Perusahaan mengadakan pesta pak, setahu saya perusahaan lagi mengalami krisis keuangan." ujar Manager keuangan


"Saya tau, tapi ini adalah intruksi langsung dari Mr DP ," ujar Dion lagi, Semuanya tak sabar mendengarkan kelanjutan ucapan Dion .


"Dan satu hal Lagi, Mr DP akan hadir di Pesta itu," semua kaget mendengar ucapan Dion itu, dan mereka menjadi bersemangat dan tidak sabar menunggu acara itu di adakan.


"Sebarkan seluruh undangan kepada semua perusahaan dan pastikan pemilik perusahaan itu membawa seluruh keluarganya untuk menghadiri Pesta tersebut ," ujar Dion, Semua menganggukkan kepalanya.


"Meeting hari ini selesai, kerjakan semua yang saya perintahkan," ujar Dion


"Baik pak Dion," ujar semuanya, mereka pun semua bubar.


Semua Dewan direksi dan Manager sangat antusias dengan di adakannya pesta tersebut.


"Ya pastinya seperti bule lah, kan dia tinggalnya di luar negeri, mana ada orang Indonesia yang hebat seperti dia," ujar Sapta seolah-olah mengenal Mr DP


"Memangnya anda kenal sama Mr DP pak Sapta ?"


"Saya pernah sekali melihatnya, umurnya sih kira-kira sebaya pak Dion dan masih belum menikah," ujar Sapta


"Waah kalau begitu kita akan bawa anak gadis kita nanti ke pesta, siapa tau salah satu dari anak gadis kita bisa memikat hati Mr DP," ujar Mereka.


"Mana mungkin Mr DP mau sama anak gadis kalian, dia itu sudah suka sama sepupu saya, kalian jangan terlalu banyak berharap," ujar Sapta yang berencana akan mengajak sepupunya nanti ke Pesta untuk merayu Mr DP.


Pembicaraan pun terputus karena Dion melintas melewati kerumunan mereka, akhirnya mereka kembali ke Divisi masing-masing dan mengumumkan apa yang di sampaikan oleh Dion tadi.


Sementara Devan dan Inge sedang berada di kamarnya yang berada di Mansion papa Bondan dan Mama Nita.Mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal di sana yang membuat Papa Bondan dan mama Nita sangat bahagia karena bisa berkumpul kembali dengan putri dan menantunya itu.


Di kamarnya, Devan sedang memeluk istrinya dengan manja. Mereka baru saja menyelesaikan pergulatan yang sangat menguras tenaga mereka dan membuat mereka terbang melayang ke udara.


"Sayang..."Panggil Devan

__ADS_1


"Mmmm"


"Ayo balik sini ," ujar Devan


"Aku capek kak," ujar Inge yang membelakangi Devan


"Iya aku tau, tapi kamu balik sini dong, aku mau ngomong," ujar Devan


"Ada apa sih suamiku," tanya Inge sambil berbalik ke arah Devan


"Nah gitu dong, kalau suaminya ngomong jangan membelakangin," ujar Devan


"Habisnya aku sebel sama kamu, aku tuh capek tau gak, kamu mainnya sampai tiga ronde gitu," ujar Inge kesal karena tubuhnya terasa remuk akibat perbuatan Devan. Devan tertawa mendengar ucapan istrinya itu.


"Sayang.."


"Iya suamiku, ayo cepat ngomong, aku mau tidur lagi nih ," ujar Inge masih memejamkan matanya.


"Kamu tatap aku dong sayang," ujar Devan sambil mengecup singkat bibir Inge


"Iya Sayang, ni aku sudah natap kamu," ujar Inge sambil memelototkan matanya


"Ha..ha..jangan seperti itu dong sayang, aku malah takut melihat kamu begitu,"


"Terus gimana dong," rengek Inge


"Ya tatap aku dengan penuh cinta dong sayang," ucap Devan manja


"Sebenarnya apa sih yang mau suamiku ini omongin, aku sangat lelah," ujar Inge


"Sini biar aku salurkan kekuatan buat kamu dulu," Devan mengecup kening Inge kemudian kembali mengecup bibir Inge.


"Sayang...


"Mmm..


"Sepertinya si Jeki bangun lagi,"


"Iiiih kak Devan..jangan mulai lagi deh...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2