Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 62


__ADS_3

Plaaaaakkk...


Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Inge, darah segar keluar dari sudut bibirnya akan tetapi Inge masih menatap berang ke arah Angel.


" Eh gadis kampung,, gue tau apa yang lo mau dari Devan, lo cuma mau hartanya kan. Gue bisa ngasih sama lo lebih dari apa yang Devan punya asal lo ngikutin apa yang gue mau, dan kalau lo menolak gue akan buat lo menyesal seumur hidup lo," ujar Angel sambil menjambak rambut Inge ke belakang. Inge mengerang kesakitan dan dia masih menatap tajam ke arah Angel, terlihat dia tak gentar sedikitpun dengan ancaman Angel.


"Terserah apa yang lo pikirkan tentang gue, yang jelas gue tidak akan pernah ninggalin Devan," ucap Inge lantang


"Sepertinya lo gak bisa di ajak bicara baik-baik, jangan salahin gue kalau berbuat nekad sama lo," ujar Angel


"Mau lo bunuh gue sekalipun gue gak akan takut," ucap Inge tertawa


" Lo nantangin gue,, Boy ! lo beri pelajaran sama dia," ujar Angel pada anak buahnya


Bugggh..


Sebuah pukulan mendarat di perut Inge, sehigga inge mengerang kesakitan, darah segar pun kembali keluar dari mulutnya.


"Ini baru peringatan buat Lo, karena gue lagi baik, gue kasih waktu buat lo berpikir. Besok gue akan datang lagi, kalau jawaban lo tidak berubah, maka siap-siap saja bertemu dengan malaikat maut," ujar Angel


"Kalian jaga dia, jangan sampai dia kabur," ujarnya kemudian pergi dari tempat itu.


🌹🌹🌹


Di mansion...


Devan terlihat gelisah, dari tadi perasaannya gak enak. dia merasa ada sesuatu yang sedang terjadi tapi dia tidak tau apa itu.


Di dapur, Nita sedang membuat Cake buat calon menantunya, dia berencana menyuruh Devan mengantarkan cake tersebut ke Apartementnya. Nita lagi menata cake tersebut ke dalam kotak, tak sengaja dia menyenggol gelas yang ada di atas meja, gelas itu terjatuh dan pecah. Nita kaget, tiba-tiba perasaannya gak enak.


Nita membersihkan pecahan gelas itu dan tak sengaja belingnya melukai tangannya, darah keluar deras dari jarinya. Devan yang rencananya akan pergi ke apartementnya mendengar suara ada benda yang pecah, dia segera menuju ke asal suara, Dia melihat Nita sedang memegang tangannya yang berdarah sambil duduk di kursi meja makan itu.


"Mama !!, kenapa bisa kayak gini sih", ujar Devan lalu mengambil kotak obat yang berada di dapur lalu segera mengobati luka di tangan mamanya itu.


"Van,, perasaan mama kok gak enak gini ya," ujar Nita


Devan yang mendengar ucapan mamanya itu merasa yakin kalau telah terjadi sesuatu dengan orang terdekat mereka. Devan mengambil ponselnya dan segera menghubungi papanya.


"Assalamuàlaikum,, Ada apa Van kamu telpon papa," Bondan menjawab panggilan telpon Devan.

__ADS_1


"Papa lagi di mana ?" tanya Devan


"Papa lagi di kantor Van, baru saja selesai Meeting, emang ada apa sih Van kok kamu tegang gitu," tanya Bondan, Devan lega mendengar Papanya dalam keadaan baik-baik saja.


"Gak apa-apa kok pa, Kalau papa gak sibuk papa pulang ya, tangan mama terluka kena pecahan beling, Devan masih ada yang mau Devan urus dulu," ujarnya


"Apaaa!! Mama terluka ? Papa akan segera pulang, tolong jaga mama mu ya Van," ujar Bondan lalu memutuskan sambungan telponnya dan segera pulang.


Devan segera menghubungi Inge, tapi Inge tidak mengangkat telponnya, Devan tambah gelisah, kalau dia pergi siapa yang menjaga mamanya, tapi kalau dia tidak pergi dia khawatir dengan Inge.


"Kenapa Van, kok kamu gelisah gitu ?" tanya Nita


"Inge ma,,inge gak angkat telpon Devan," ujarnya khawatir


"Mungkin dia gak dengar Van, atau dia lagi mandi mungkin," ujar Nita ber prasangka baik


"Tapi Devan sudah menghubunginya berkali-kali ma, tapi tetap tidak diangkat," ujarnya


"Ya sudah, kamu susul dia ke Apartement saja Van, siapa tau dia tertidur kan," ujar Nita


"Tapi bagaimana dengan mama ?, papa kan belum pulang," ucapnya


"Kan ada bibik yang temenin mama, udah,, kamu pergi sana, mama gak suka lihat wajah kamu seperti itu," ujarnya sambil mendorong tubuh Devan agar dia segera pergi.


Dia kemudian segera melajukan mobilnya Dengan kecepatan tinggi menuju ke Apartementnya. Sampai disana dia langsung masuk ke dalam Apartement tersebut dan mencari keberadaan kekasihnya itu tetapi dia tidak menemukan Inge di mana pun.


Devan frustasi, dia mengambil ponselnya dan menghubungi Mika,


" Hallo kak Devan, ada apa ?" tanya Mika


" Lo dimana ? " tanya Devan


Tumben kak Devan tanyain keberadaan gue,,Batin Mika


"ini lagi makan kak," ujar Mika


"Inge ada sama Lo gak ?" tanya Devan


"Loh kok nanya gue sih kak, gue pikir dia sama kak Devan makanya saat gue pulang, Inge gak ada di apartement, emang kenapa sih kak ?" tanya Mika

__ADS_1


Perasaan Devan makin tak menentu, Dia langsung memutuskan sambungan telponnya.


"Ih nyebelin banget deh, main putusin aja telponnya, sebenarnya ada apa sih," guman Mika masih binggung dengan sikap Devan


Mika segera membayar makanannya dan kembali ke Apartement.


Devan ingin menghubungi Dion, tetapi sebelum Dia menghubunginya terlihat Dion sudah menghubunginya terlebih dahulu, dia pun segera mengangkat telpon dari Dion.


"Hallo Bro ada yang ingin gue sampaikan ke lo tentang pelaku kecelakaan Inge waktu itu, yang menjadi dalang dari kecelakaan yang menimpa Inge waktu itu adalah Angel teman sekampus kalian," ujar Dion


"Kenapa lama sekali kalian dapat informasi nya, apa kinerja kalian sudah mulai menurun sehingga info segitu aja lama banget dapatnya," ucap Devan


"Santai Bro,, kita lama mendapat info nya karena setelah kejadian itu Angel dan suruhannya itu segera ke luar negeri, kita susah melacaknya," ucap Dion


"Dan sekarang menurut infoman kita Angel sudah kembali ke Indonesia," tambahya


"Jadi benar dugaan gue , kalau terjadi apa-apa sama Inge," guman Devan


"Emang apa yang terjadi sama Inge Van ?" tanya Dion


" Lo Lacak keberadaan Angel dan kerahkan seluruh anak buah kita untuk menangkapnya", suruhnya.


"Tapi kenapa...tut..tut.." sambungan telponnya terputus


"Kebiasaan ya, main putusin aja telponnya, lebih baik gue segera melaksanakan perintahnya dari pada dia ngamuk," ucap Dion segera menghubungi anak buahnya.


Sementara Devan terlihat menghubungi seseorang melalui sambungan telponnya.


"Hallo,, Ndi, tolong lo lacak keberadaan Inge," ujarnya pada Orang yang dia hubungi yang ternyata Andi, Andi ahli dalam bidang itu karena dia kuliah di jurusan ITE , Dia merupakan salah satu Hacker propesional yang ada di kampusnya.


"Emang ada apa sama Inge Van," tanya Andi


" Dia Hilang, gue curiga ada yang menculiknya," ucap Devan


"Apa !!!, Inge di culik,,,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kira-kira suara siapa itu ya..?

__ADS_1


mau tau ???


🌹Like dan Comentnya dulu dong biar miss N jadi semangat lagi Up nya..


__ADS_2