
"Kepo lo, Sayang kenapa kamu gak mau ngomong sih sama aku, aku meninggalkan pekerjaan aku hanya untuk bertemu dengan mu loh sayang, ngomong dong ," ujar Zain masih saja berusaha merayu Xindy akan tetapi yang di rayu masih saja membisu.
"Aku pulang nih ya ," ancam Zain lalu beranjak dari tempat duduknya
"Tunggu...!!
Zain tersenyum karena akhirnya Xindy bicara.
"Ya sayang..?
"Kamu tau pintu gerbangnya kan, jangan sampai nyasar ," ucap Xindy yang membuat Zain menjatuhkan rahangnya, dia pikir Xindy akan menghentikannya untuk pergi namun dia tidak menyangka kalau yang keluar dari mulut Xindy seperti itu.
"Ayolah sayang, aku minta maaf kalau aku datang tiba-tiba dan gak ngabarin kamu, aku tau kamu kaget tapi aku kangen banget sama kamu sehingga aku tidak bisa melarang kaki ini untuk bergerak ke arahmu," ucap Zain kembali duduk di samping Xindy.
Liora dan Bintang seakan menonton drama Korea yang adegannya Cewek ngambek dan Cowoknya malah ngeselin.
"Xin..lo gak kasian apa sama pacar lo itu, dia sudah mohon-mohon seperti itu lo masih saja diam, kalau lo seperti ini terus bisa-bisa dia di ambil orang. Apa lo gak lihat tadi banyak cewek cantik yang mengejarnya sampai ke sini ," ujar Liora
Praang...
Xindy mengenggam gelas minumnya sampai pecah. Liora kaget kerena melihat Kejadian itu.
"Sorry..sorry..gue gak ikutan..," ucap Liora bangun dari duduknya.
"Duduk lo ," ujar Xindy, Liora tidak jadi pergi mendengar ucapan Xindy.
"Liora lo tau gak apa yang akan dia lakukan di sini ?" tanya Xindy, Liora menggelengkan kepalanya.
"Gimana gue bisa ngomong sama dia, tau gak sih lo dia datang ke kampus pasti mau kuliah lagi dan asal lo tau semua bisa dia lakukan agar bisa menjaga gue dari cowok-cowok lain yang mendekati gue dan itu berarti dia tidak percaya sama gue , gue gak mau kalau pekerjaannya terhalangi karena dia selalu ingin berada di dekat gue, lo tau gak dia itu dulu juga seperti ini, Dia menyamar menjadi murid SMA agar bisa mendapatkan cinta gue, tau gak sih lo saat itu dia sudah berumur 25 tahun dan bisa-bisanya dia menyamar menjadi murid kelas 2 SMA tanpa ada seorang pun yang tau kalau dia itu adalah CEO sebuah perusahaan besar di Jakarta, kebayang gak sih lo kalau dia kuliah lagi itu sama saja dia mengulang kembali apa yang dia lakukan dulu dan pastinya pekerjaannya akan keteteran lagi, apa yang aku katakan ini benar kan mas Zain ?"Akhirnya Xindy mengoceh tanpa titik Koma yang membuat Bintang, Zain dan Liora menjatuhkan rahangnya.
__ADS_1
"He..he..kamu memang bisa membaca pikiran aku sayang ," ujar Zain sambil cengengesan.
"Tuh kan lo lihat sendiri, gimana gue bisa ngomong coba ," ucap Xindy memberengut kesal.
Liora tidak menyangka kalau Zain sangat bucin dan posesif seperti itu kepada Xindy, dia sangat iri pada Xindy yang sangat di cintai oleh seorang Zain, Xindy sangat beruntung mendapatkan cintanya Zain, bagaimana tidak sudah Tampannya melewati batas normal, juga dia seorang CEO perusahaan ternama, dan di tambah Sangat bucin terhadap pasangannya, Gadis mana yang bisa tidak meleleh kalau pria seperti Zain menjadi pacarnya.
"Liora..Liora..lo dengar gak sih apa yang gue katakan tadi ?"
"Eh..maaf Xindy, gue jadi membayangkan kalau saja ada satu pria kayak Mas Zain itu mencintai gue seperti mas Zain mencintai lo, pasti gue bakalan jadi wanita yang paling bahagia di dunia ini, secara mas Zain itu sempurna," ucap Liora
"Lo gak nyambung deh, capek gue ngomong sama kalian," ujar Xindy lalu bangkit dari duduknya dan pergi dari sana.
"Sayang...yach ngambek lagi deh, Lo sih pakek ngomong begitu , jadi ngambek lagi kan Xindy nya," ucap Zain lalu mengejar Xindy
"Lah kok gue sih, emang gue salah ya kak Bintang ?" tanya Liora
"Salah gue apa sih, gue jadi binggung ," ucap Liora lalu juga pergi dari sana.
Sementara Zain masih saja mengikuti Xindy akan tetapi Xindy masih saja melangkah menuju ke taman Kampus. Setelah sekian lama berjalan Xindy pun berhenti dan duduk di sebuah Bangku taman yang berada di bawah pohon Mahoni.
Zain juga duduk di sampingnya,Suasana hening menyelimuti mereka berdua.
Ketika Zain mau bicara Xindy sudah duluan membuka suara.
"Mas Zain, kamu tau gak aku sebenarnya bahagia banget di perlakukan begini sama kamu, sampai tadi aku gak bisa berkata apa-apa, tapi batinku menolak semuanya karena aku takut kalau kamu begini terus aku jadi semakin tidak mau jauh dari kamu, kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya, kalau sampai sesuatu terjadi sama aku, aku takut kamu tidak akan bisa menerima takdir tuhan ," ujar Xindy
"Maksud kamu ngomong begini apa Sayang, kamu mau meninggalkan aku ?" tanya Zain
"Aku gak akan pernah meninggalkan kamu Mas, tapi Siapa tahu tuhan berkehendak lain ..," kata-kata Xindy terputus karena jari Zain sudah menempel di bibirnya.
__ADS_1
"Sayang..aku gak akan pernah membiarkan itu terjadi, kalaupun itu terjadi aku bakalan menyusulmu sayang," ujar Zain, Xindy menggenggam tangan Zain.
"Jangan terlalu besar mencintaiku mas, aku takut kamu gak bisa menerima kenyataan nantinya, aku sangat mencintaimu namun kalaupun apa yang aku katakan itu terjadi kamu harus melanjutkan hidupmu tanpa aku mas," ucap Xindy
"Sayang..kamu ngomong apa sih, kita pasti bisa sama-sama sampai tua dan sampai mempunyai cucu dan cicit yang banyak, kamu jangan mikir kejauhan kayak gitu ah," ujar Zain
"Kamu janji dulu mas, kalau enggak aku gak akan mau menikah sama kamu ," ujar Xindy
"Loh ngancamnya gak asik ah, masak aku harus janji dengan apa yang bertolak belakang dengan pikiranku sih sayang, aku gak mau ," ujar Zain
"Kalau begitu aku gak mau menikah sama kamu ," ujar Xindy
"Jangan dong, iya..iya..aku janji ,"
"Janji apa ?
"Janji kalau Tuhan memisahkan kita aku akan melajutkan hidupku tanpamu ," ujar Zain
"Bagus..Calon suami pintar..Sini peluk ," ucap Xindy yang membuat wajah Zain sumbringah, Dia lalu berhambur kepelukan Xindy.
Entah mengapa perasaan Zain jadi tidak enak karena Xindy ngomong seperti itu padanya, tapi dia segera menepis perasaan itu Karena Xindy sekarang ada bersamanya.
"Kalau begitu ayo kita ke kelas ," ajak Xindy
"Nah loh memangnya aku bisa kuliah bareng kamu ?" tanya Zain
"Ya iya dong, Kamu kan mau dekat-dekat sama aku, lagian aku juga senang kalau kamu ada di sisi ku ," ucap Xindy lalu beranjak dari duduknya dan mengandeng tangan Zain kemudian berjalan beriringan dengan kekasihnya itu menuju ke kelas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1