Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 105


__ADS_3

Inge menatap ke arah Devan mengharap penjelasan darinya.


"Eh Bro sejak kapan Mika tau Brankas rahasia lo ?" tanya Dion


"Sejak Inge di culik," jawab Devan Singkat.


"Sayang kamu bisa jelasin gak apa semua ini ?" tanya Inge masih kaget.


"Jelasinnya nanti saja ya sayang, sekarang kita harus segera selamatkan Papa dan Mama dulu," ujarnya


"Perang lagi kita ," ucap Mika


"Emangnya Lo bisa ?" tanya Dion


Ya bisa lah, gue kan pernah megang itu sekali," ucap Mika Bangga.


Inge masih kaget, tapi dia takjub melihat isi Brankas itu, dia mulai mendekatinya dan mengambil sepucuk senjata api dan mengelus-ngelusnya.


"Akhirnya aku bisa memegang lagi benda ini," ucap Inge sambil mengarahkan pistol itu mengarah ke Devan layaknya penembak propesional. Devan reflek mengangkat tangannya.


"Sayang jangan main-main dengan pistol itu, kamu bisa terluka.


"Ha..ha..ha.., Kak Devan gak tau aja kalau Inge itu jago menembak," ucap Mika, Devan dan Dion ternganga mendengar ucapan Mika, Inge masih saja sibuk melihat senjata-senjata itu satu persatu.


"Jangan bercanda kamu Mika," ucap Devan


"Gue serius kak, apa sih yang gak bisa di lakuin sama Inge, di luarnya aja kelihatan lemah tapi isinya beueh..gak ada yang tau, cuma Mika yang tau," ujar Mika


"Tau gak dia itu serba bisa, Inge itu jago karate, jago taekwondo, jago menembak, jago pedang dan jago memanah, gak kayak gue, gue menaklukkan hati Om ganteng saja tidak bisa, gue hanya bisa mencintainya dalam diam," ujar Mika yang membuat Dion melihat ke arahnya, tapi Mika cuek saja.


Hati Dion bergetar saat mendengar ucapan Mika itu, tanpa dia sadari ada perasaan senang di hatinya itu tapi tidak dengan Devan, Dia benar-benar kaget mendengar ucapan Mika.


Se**benarnya siapa sih kamu ini Inge, makin kesini semakin banyak kejutan tentang kamu yabg aku ketahui,, Batin Devan


"Yang bener ? lo gak bohong kan," ucap Devan bergidik.


"Ya iyalah gue gak bohong, tatap mata gue memang ada seperti orang yang berbohong gitu," ucap Mika


"Jadi calon istri gue serba bisa ? ucap Devan takjub.

__ADS_1


"Wah Bro Lo memang gak salah pilih, tapi lo harus hati-hati jangan sampai lo nyakitin dia , bisa habis lo di gebukin dan paling parahnya di mutilasi he..he.." ujar Dion.


"Kalian ngomongin gue ?" tanya Inge saat sudah selesai melihat-lihat.


"Gak kok, gue gak ngomongin Lo," ucap Mika spontan


"Tadi gue dengar kalian sebut nama gue,"


"Gak kok, perasaan lo aja kali," ucap Dion


"Sayang, ayo tunggu apa lagi, kita harus segera menyelamatkan mereka." ucap Inge semangat, dia bodo amat mau Devan dapat dari mana senjata-senjata itu, yang penting dia bisa bermain-main dengannya walaupun hanya sebentar saja.


"Kita tunggu Tata share lokasinya dulu dan Detil laporanya ada berapa orang mereka di sana," ujar Devan


"Siapa itu Tata ?" tanya Inge cemburu


"Kamu cemburu ya," goda Devan


"Enggak, aku cuma penasaran aja, kak Devan kamu siapa sih sebenarnya, kenapa kamu bukan seperti Kak Devan yang akun kenal.


"Sayang kamu percaya kan sama aku, aku akan jelasin semuanya sama kamu, tapi gak sekarang, yang penting sekarang kita selamatin mama dan Papa aku dulu," ucap Devan


"Kenapa Van ?" tanya Dion


"Ternyata ini ulahnya Wira, dia mau main-main sama gue," ucap Devan marah


"Sabar Van, kalau benar ini ulah dia lo jangan khawatir, dia tidak punya kekuatan apa-apa buat melawan kita, dia sudah salah bermain api sama kita," ujar Dion


"Lo benar, tapi gue rasa ada orang lain di belakang si Wira itu sehingga dia berani berbuat begitu, tapi gue gak tau siapa dia," ujar Devan


"Lo suruh Tata buat cari tau semuanya," suruh Devan.


"Baik," jawab Dio ,Inge binggung melihat Dion selalu menuruti apa yang di perintahkan oleh Devan.


Sebenarnya kamu siapa sih kak Devan, sampai kak Dion Direktur utama perusahaan besar itu saja menuruti perintahmu, aku harus cari tau siapa kamu sebenarnya,, Batin Inge


Devan bangun di ikuti oleh Inge, mereka mulai melangkah, tapi saat sampai di pintu Devan berbalik.


"Kalian kembali saja ke kantor, nanti kalau gue butuh bantuan kalian gue akan hubungi lagi," suruh Devan kepada Dion dan Mika

__ADS_1


" Yach gak jadi perang nih gue," ujar Mika gak semangat.


"Sudah kita ikut saja apa yang di perintahkan Devan," ucap Dion


"Dion Jangan lupa kirim sebagian orang-orang kita untuk kesana buat jaga-jaga saja," suruh Devan


"Oke..Van, lo hati-hati ya," ujar Dion, Devan menganggukkan kepalanya kemudian menggandeng tangan Inge lalu pergi kelokasi penyekapan orang tuanya.


Mereka sudah berada di dalam mobilnya Devan, Devan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju lokasi itu. Saat mereka hampir sampai di lokasi penyekapan itu terlihat beberapa orang berseragam hitam seperti ninja menunggu mereka di sana, Wajah mereka tertutup semuanya hanya mata saja yang nampak sehingga tidak ada orang yang mengenal mereka.


"Kak Devan..siapa mereka?," tanya Inge merasa khawatir kalau-kalau mereka orang jahat.


"Kamu tenang saja sayang, mereka pasukan khusus yang di kirim Dion untuk membantu kita," jawab Devan yang membuat Inge bernafas lega.


Devan menghentikan mobilnya tepat di tengah-tengah mereka.


"Sayang kamu di mobil saja dulu, ada yang ingin aku bicarakan terlebih dahulu sama mereka." Inge mengangguk


Devan pun keluar dari mobil, Semua orang-orang berseragam itu menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Devan. Inge yang melihat itu semakin curiga pada kekasihnya itu.


Inge melihat kekasihnya itu seperti sedang memberi intruksi pada orang-orang berseragam itu, mereka terlihat sangat terlatih seperti pasukan ninja sungguhan.


"Dimana tepatnya mama dan papa saya di sekap ?" tanya Devan pada salah satu dari mereka yang sepertinya adalah ketuanya.


"Mereka di sekap di ruang bawah tanah bos, dan saya sudah mengirim pasukan khusus dan seorang penembak jitu untuk menyelamatkan mereka, dan saya juga sudah memasang penembak Jitu di beberapa titik buat jaga-jaga," jelasnya


"Bagus...kalian sekarang hanya memantau saja dulu, kalau semuanya terkondisikan kalian tidak perlu muncul tapi kalau keadaan sebaliknya kalian harus siap siaga, kalian mengerti ?" ujar Devan.


"Iya Bos..."Jawab mereka serempak.


"Oke..kalian boleh kembali ke tempat masing-masing." suruhnya.


Devan akhirnya masuk kembali ke mobilnya, Inge takjub pada Devan yang terlihat layaknya ketua pasukan Ninja khusus seperti di Film-Film jepang yang pernah dia tonton.


"Sayang apa sudah selesai, terus kita kemana ?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like dan coment yang banyak ya 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2