Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 164


__ADS_3

Sebuah mobil berhenti tepat di depan Hotel tersebut yang mengundang perhatian semua tamu undangan yang berada di luar Hotel.


"Eh siapa tuh..mobilnya butut banget," ucap salah satu gadis yang berada di sana kepada teman-temannya


"Sepertinya mereka OB di sini deh, kan semua karyawannya di undang ke pesta ini," ucap teman-temannya.


Devan turun dari mobil itu dan membuka pintu mobil buat Istrinya.


"Wah tampan banget pemuda itu ,"


"Percuma tampan tapi miskin ha..ha..," ujar yang lain


"Pakek mobil butut lagi eoo..."


"Hari gini makan tampan, gak bakalan kenyang tau," ujar seorang gadis yang juga karyawan perusahaan itu.


Inge yang mendengarnya wajahnya memerah menahan marah karena mereka menghina suaminya itu. Devan segera merangkul istrinya agar tidak meladeni mereka.


"Sayang kamu masuk saja duluan, aku akan bertemu dengan Dion sebentar," ujar Devan lalu pergi ke arah pintu lain.


"Eh minggir-minggir orang Kismin mau masuk," ucap Gadis yang agak berisi itu.


"Heh..biarin gue miskin harta tapi gak miskin hati kayak kalian tau," ujar Inge


"Eh udah Kismin malah nyolot lagi ngomongnya," ujarnya lagi


Inge tidak memperdulikan lagi gadis itu, Akhirnya Inge pun masuk ke sana sendirian, karena asik melihat-lihat dekor Hotel itu Inge tidak sengaja menabrak Cella sepupu dari Sapta yang dandanannya sangat glamor itu.


"Eh maaf aku gak sengaja," ucap Inge


"Heh...lo jalan pakek mata dong ," ucap Cella


"Ha..ha..jalan itu pakek kaki begok," ucap Inge menertawakan Cella


"Lo..! berani ya lo sama gue," ucap Cella lagi


"Emang lo itu siapa sampai gue gak berani sama lo,"


"Asal lo tau gue ini calon Istrinya Mr DP tau, lo akan menyesal sudah berurusan sama gue," ujar Cella


"Ha..ha..kalau lo calon istrinya Mr DP, berarti gue istrinya Mr DP dong," ujar Inge


"Ha..ha...lo itu gadis kampung, jangan mimpi deh mau jadi Istri Mr DP ," ledek Cella


"Kalau gue mimpi berarti lo juga dong, secara cantikan gue di banding lo ," ucap Inge gak mau kalah


"Ha..ha..." semua orang yang mendengar perdebatan mereka tertawa mendengar ucapan Inge.

__ADS_1


Mika yang melihat Inge sedang berdebat dengan seorang gadis yang sangat seksi itu segera menghampirinya


"Inge...gue kangen banget sama lo," ujar Mika lalu segera memeluk Inge


" Gue juga Mik,"


"Eh ini siapa, kok cantik banget ya, dandanannya ugh bersinar kayak lampu discotik," ucap Mika lagi


"Ini Mik dia ngakunya calon Istrinya Mr DP ," ujar Inge


"Ha..ha..mimpi kali ha..ha.." Cella semakin geram mendengar ejekan Mika, dia mau menampar Mika akan tetapi Inge segera mencekal tangan Cella sehingga dia meringis kesakitan


"Jangan sekali-kali tangan kotor lo ini menyetuh sahabat gue, kalau lo berani menyentuhnya gue patahkan tangan lo ini," ujar Inge lalu menghempaskan tangan Cella, Cella meringis kesakitan.


"Awas lo..gue aduin sama sepupu gue baru tau rasa lo, asal lo tau sepupu gue itu manager di sini,"


"Aduin saja sana gue gak takut, jangankan manager sama pemilik perusahaan ini pun gue gak takut," ujar Inge


"Jangan sombong lo gadis kampung, lihat saja nanti lo akan menyesal sudah berurusan sama gue," ujar Cella lalu pergi dari sana


"Pergi aja lo ke laut, jangan balik-balik lagi," ucap Inge


"Ha..ha..Inge-Inge ..kenapa sih lo bisa berurusan dengan nenek sihir itu, enek gue lihat dandanannya itu,"


"Iya kayak lampu berjalan, bling-bling banget, sakit mata gue lihat pakaiannya," ujar Inge


"Gue datangnya sama dia kok Mik, tadi dia masuk lewat pintu lain, katanya dia mau bertemu dengan kak Dion dulu,"


"Iya..ya..kak Dion pun dari tadi belum balik-balik, tadi dia pamit sebentar katanya mau ngurusin susunan acara pesta," ujar Mika


"Ya udah yuk kita ke sana saja, kita makan-makan," ajak Inge


"Ayuk," Mika tambah semangat karena Inge sudah Datang, Dari kejauhan terlihat Nia bersama Edo yang lagi tertawa sambil menikmati minuman yang ada di tangannya.


"Eh Mik, bukannya itu Nia sama kak Edo ya, ayo kita samperin," ajak Inge setelah mereka mengambil minuman yang tersaji di sana.


"Hai..hai..ini dia pasangan romantis kita, masih saja bisa mojok di antara lautan manusia," goda Inge


"Hei Nge..gue kangen sama lo," ucap Nia lalu memeluk Inge


"Gue kok gak di peluk sih,"


"Iya sini dong kita berpelukan," ujar Nia, mereka berpelukan kayak Teletubis sehingga mengundang perhatian para-para cowok Jomblo yang melihat tiga gadis cantik itu.


"Hai..boleh kenalan gak ," tanya seorang pemuda dan beberapa temannya.


"Maaf kita sudah punya pasangan," ujar Inge

__ADS_1


"Mana pasangan kalian, kok gak ada ?


"Gue pasangan mereka ," ujar Edo


"Ha..ha..tiga cewek satu cowok, mana mungkin,"


"Apa sih yang gak mungkin di dunia ini, gue tampan, pasti dong mereka mau sama gue," ujar Edo narsis


"Kita-kita gak percaya kalau tiga gadis cantik ini pasangan lo,"


"Kalau gak percaya silahkan tanya sendiri sama mereka," Ujar Edo sambil mengode ke arah mereka bertiga


"Apa benar kalau kalian bertiga pasangannya ?


"Iya dong, kita bertiga pasangan kak Edo yang tampan," ucap Mika mengedipkan matanya ke arah Nia, Nia hanya tersenyum


"Iya kan sayang," ucap Nia manja ke arah Edo sambil memeluknya.


"Iya dong sayang, dan juga sayang sayang ku lainnya," ucap Edo, perlahan para cowok-cowok itu bubar.


Huff..


Edo menghembuskan nafanya lega.


"Devan dan pak Dion kemana sih, apa mereka gak takut kalau kalian di goda sama cowok-cowok di sini," ujar Edo


"Iya ya kita dari tadi nunggu mereka datang, tapi belum nongol-nongol juga," ujar Mika


"Mereka sibuk kali, kita nikmati saja pestanya dulu," ujar Inge, dari kejauhan nampak Elang datang bersama Andi.


"Wah pasangan Fenomenal kita datang tuh," tunjuk Inge


"Ha..ha..ha..kalian datang berdua, gue gak nyangka kalau kalian belum punya pasangan juga," ujar Mika


"Eh gadis bawel, siapa bilang kita gak punya pasangan, tapi mereka belum nongol aja di sini," ujar Andi


"Bilang saja kalian Jomblo ha..ha.." ujar Mika lagi


"Udah dong, kalau kalian ketemu selalu saja seperti Tom and Jerry, heran gue," ujar Inge


"Tapi bener juga apa yang Mika Bilang, kalian dari kuliah selalu saja berdua, jangan-jangan kalian belok ya," ujar Inge


"Ish najis gue...gini-gini gue masih normal tau," ujar Elang menjauh dari Andi.


"Apa lagi gue ,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2