
Mika sudah membawa pulang Dion ke mansionnya dengan di bantu pak Security tentunya.
Dia sekarang berada di mansion megah Dion, Mika memapah Dion menuju kamarnya dan membaringkannya di king side nya. kamar Dion tidak begitu luas di banding kamar yang lainnya, kamarnya sangat nyaman dengan di dominasi warna Abu-abu, Di sana hanya ada tempat tidur dan sebuah kursi santai yang mengarah ke arah kolam Renang.
Mika merasa takjub di buatnya, Dia tidak pernah melihat keindahan seperti itu di kampungnya.
"Mika,, tolong lo hubungi Nia, kalau kuliahnya sudah selesai lo suruh dia segera pulang," ucapan Dion menyadarkan Mika.
Mika segera menelpon Nia, Nia yang masih asik mengobrol dengan Inge di rumah sakit melihat ada panggilan telpon dari Mika, Dia seger mengangkatnya.
"Hallo Mika,, ada apa kamu telpon Aku ?
"Lo sudah selesai kuliah gak ?" tanya Mika
"Sudah ni,, aku lagi di rumah sakit lagi jenguk Inge, emang ada apa Mika ?
"Kakak Lo sakit, dan lo di suruh pulang sama dia," jelas Mika
"Dia sakit apa ?, sekarang dia di mana ? tanya Nia khawatir.
"Katanya sih dia alergi seafood, dan Dia sekarang lagi tidur tu di kasurnya," ucap Mika melirik Ke arah Dion yang sudah tertidur setelah meminum obatnya.
"Oke,, aku pulang sekarang," ucap Nia kemudian memutuskan sambungan telponnya. Nia mengambil tasnya hendak pulang.
"Lo mau kemana, kok wajah lo berubah setelah terima telpon tadi, emang telpon dari siapa Sih ?" tanya Inge melihat raut khawatir di wajah Nia.
"Telpon dari Mika,, Aku harus pulang karena Kak Dion Sakit alerginya kambuh," ucapnya
"Kamu gak perlu pulang," ucap Devan
Semua mata memandang ke arah Devan, mereka merasa binggung mendengar ucapannya yang spontan itu.
"Kenapa Honey ? Kak Dion lagi sakit, Nia kan harus merawatnya," tanya Inge
"Dia sudah biasa seperti itu, setelah minum obat nanti juga sembuh sendiri. lagian ada Mika di sana," ujar Devan Ambigu
"Jadi maksud kak Devan biar Mika yang merawat kak Dion ?" tanya Nia, Devan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Inge mengerti apa yang di fikirkan oleh kekasihnya itu.
__ADS_1
"Kamu jenius Honey,, kenapa aku gak kepikiran ya dari tadi, kita memang harus memberi ruang untuk mereka agar lebih dekat lagi, gitu kan Honey," ujar Inge sumbringah
"Iya Baby,, kamu pintar," ucap Devan sambil mencubit hidung Inge lembut.
"Makasih Ya Honey, idemu sangat cemerlang," ucap Inge sambil memeluk Devan manja.
"Kalau sudah begini kayaknya kita harus pergi nih, ayo Nia kita kekantin rumah Sakit, siapa tau kita bertemu dengan Edo di sana dan bisa memanas-manasinya lagi." ajak Elang sambil menarik tangan Nia pergi dari ruangan itu.
"Baby, sekarang hanya tinggal kita berdua di sini, kamu harus memberi hadiah buat aku karena sudah memberi ide cemerlang tadi," ucap Devan sambil merapatkan tubuhnya ke tubuh Inge. Ketika Devan hendak mencium bibir Inge, tiba-tiba suara perut Inge berbunyi.
"Baby kamu lapar ya ?" tanya Devan
"Iya, he...he.." jawab Inge cengengesan.
"Ya sudah, aku beli makanan buat kamu dulu ya, tapi aku akan menagih hadiahnya nanti," ujar Devan juga pergi dari sana.
Sementara Mika masih menunggu kedatangan Nia di rumah Dion, Dia masih duduk di samping Dion yang masih tertidur dan menatap wajah tampan Dion dan ketika Mika hendak menyentuh wajah itu, tiba-tiba Dion memegang tangannya.
"Fanya...jangan pergi...jangan tinggalin aku, Fanya..jangan pergi !!!" Dion mengigau, Mika tersentak mendengar ucapan Dion, Hatinya sakit mendengarnya.
Ternyata ini alasannya Om ganteng gak merespon perasaan gue. Gue pikir karena gue yang kecentilan, ternyata dia mencintai orang lain,, Batin Mika
Air mata jatuh di pipi mulusnya, Mika kemudian mengambil tasnya lalu pergi dari sana. Sebelum dia pergi Mika pamit sama pembantunya Dion dan menitipkan pesan agar menjaga Dion sebelum Nia kembali.
Mika tak sanggup lagi melihat wajah Dion, hatinya begitu sakit melihat Dion sangat mencintai gadis itu sehingga dalam tidurnya pun Dion menyebut-nyebut namanya.
Setelah berjalan begitu jauh, mika duduk di sebuah bangku di sebuah taman. Langit yang mendung pun mendukung suasana hati Mika saat ini.
"Harusnya Gue tau kenapa Om ganteng selalu menghindar dari gue, dan harusnya gue tidak terlalu mencintai dia agar hati gue tidak sesakit ini." ucapnya masih menangis
Hujan pun turun membasahi bumi, Mika merasa heran kenapa dirinya tidak basah sedangkan hujan turun dengan lebat,
Dia mendongakkan wajah nya dan dia melihat sosok yang sangat di kenalnya.
"Ngapain Lo di sini ?" Tanya Mika sambil menghapus air matanya.
"Gue kebetulan lewat dan melihat lo di sini sedang menangis, gue penasaran aja apa yang membuat lo menangis kayak gitu, makanya gue menghampiri lo, lagian kenapa sih lo sendirian di sini, hujan-hujanan pula, untung ada gue kan jadi lo gak kebasahan," ujar Andi sambil duduk di samping Mika, Mika tidak menjawabnya.
" Kalau lo butuh tempat bersandar, gue mau kok meminjamkan bahu gue buat lo," ucap Andi kemudian, Mika pun langsung berhambur memeluk Andi dan menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
Andi binggung melihat Mika yang tiba-tiba menangis kencang di pelukannya, ada rasa perih di dalam tangisan Mika menggambarkan kepedihan yang mendalam di hatinya. Andi membalas pelukan Mika dan membelai rambutnya.
"Sudah,, jangan menangis seperti itu, nanti orang-orang nyangkanya gue ngapa-ngapain lo," ujar Andi yang melihat orang-orang yang lewat memandangi ke arah mereka. Mika makin menangis kencang di pelukan Andi. Hujan pun sudah mulia reda hanya tersisa gerimis saja.
"Eh mas ,,kenapa pacarnya nangis begitu, kamu nyakitin dia ya," ujar ibu-ibu yang kebetulan lewat di sana.
"Jangan-jangan dia hamil dan mas gak mau tanggung jawab ya, makanya dia nangis begitu," ucap yang lainnya.
Mendengar ucapan mereka Mika langsung melepaskan pelukannya dan menatap ke arah ibu-ibu itu.
"Ibu- ibu jangan kepo deh dengan urusan orang, lebih baik ibu-ibu pergi dari sini," ujar Mika masih menangis.
"Ih,, gak tau diri emang ya, sudah di belain malah marah-marah," ucap Ibu-ibu rempong itu lalu mereka pergi dari sana.
Mika masih menangis, Andi mencoba mengelus punggung Mika lagi untuk menenangkan Mika agar tidak menangis lagi,
tapi Mika menepis tangan Andi.
" Ngapain sih Lo megang-megang gue ?"
"Loh,, bukanya tadi lo yang meluk gue ?" tanya Andi heran dengan perubahan sikap Mika itu
"Masak sih, gue meluk-meluk lo," ucapnya
"Lo itu amnesia ya, jelas-jelas tadi lo meluk gue sambil menangis kencang sampai baju gue basah, nih buktinya..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
miss N😘😘😘
Hai..hai..hai...
para Reader setia ku, gak bosen-bosen nih miss N ngingatin kalian untuk budayakan nge like dan Coment setelah membaca, agar penulis lebih semangat lagi dalam menulis karyanya.
miss N bersyukur kalau hari ini sudah ada 100 lebih yang Favoritin novel Ini, itu buktinya banyak yang menyukai cerita yang miss N tulis.
Dan kalau kalian suka segera tekan tanda ❤ di bawah agar kalian mendapatkan notif up date nya.
Makasih🙏🙏🙏Love U All❤❤❤
__ADS_1